Kevin Anggara: Fanatisme Jaman Sekarang

Fanatisme Jaman Sekarang - Kevin Anggara

Fanatisme Jaman Sekarang

Fanatisme Jaman Sekarang
sumber foto: sijuki.com

Ngomong-ngomong soal fanatisme, ada baiknya kita harus tau dulu artinya. Fanatisme itu adalah sebuah keadaan di mana seseorang atau kelompok yang menganut sebuah paham, baik politik, agama, kebudayaan atau apapun saja dengan cara berlebihan (membabi buta) sehingga berakibat kurang baik, bahkan cenderung menimbulkan perseteruan dan konflik serius. - Wikipedia. Cukup jelas, kan?

Pasti udah pada tau, ya. Fanatisme jaman sekarang ini berkaitan dengan olahraga, maupun musik (katanya sih boyband, girlband, atau idol group). Menurut pengamatan si Juki , fans-fans fanatik itu rata-rata mudah tersinggung. Idolanya dijadiin bahan lelucuan sedikit marah, dituduh haters. Gue sangat setuju. Mungkin habis baca postingan ini, kalian bisa lanjutin baca postingan si Juki tentang: 4 Hal Bodoh yang sering dilakukan Fans Fanatik

Mulai dari olahraga, atau lebih spesifiknya sih ke sepakbola. Banyak yang ngaku fans fanatik, padahal cuman penonton layar kaca. Beli jersey tim kesayangan, ganti avatar twitter dengan logo tim kesayangan, dan tiap tim kesayangan main pasti ditonton. Jujur, gue juga melakukan hal di atas. Tapi, gue nggak nyebut diri gue dengan fans fanatik. Karena gue cuman penonton layar kaca. 

Coba lu bandingin sama fans-fans fanatik di Eropa sana. Mereka nggak cuman beli jersey tim kesayangan dan ganti avatar twitter dengan logo tim kesayangan. Tapi mereka nonton langsung saat tim bermain, di kandang maupun tandang. Mereka selalu nge-chant tanpa henti. Mereka selalu ada saat tim kesayangan bermain.

Yap, mungkin itu baru bisa disebut fanatik. Tapi, kalo sepakbola udah berkaitan dengan timnas, apapun lawannya, pasti gue dukung timnas. Karena di sini (Indonesia) adalah tempat lahir gue. Darah ini merah, dan tulang ini putih, bung. 

Fanatisme

Bebas, lu pada mau ngidolain tim apapun. Nggak ada yang larang, itu hak kalian. Mau sebut diri lu dengan fans fanatik juga gue nggak larang. Toh, semua orang punya hak, kan? 

Lanjut lagi, ke topik yang lagi panas akhir-akhir ini. Sebelumnya, gue sempet beradu pendapat sama seorang fans (yang katanya) fanatik, gara-gara gue nyindir Ka-pop. You know, lah. Gue nyindir dikit, marah. 

Nggak cukup sampai di situ, ada lagi fans (yang katanya) fanatik, ngidolain idol group yang lagi nge-tren di jaman sekarang ini. Bener, JKT50. Menurut gue, kebanyakan atau rata-rata fans JKT50 ini ngefans karena "penampilan" para membernya. "Musik" dinomorduakan. Gue nggak mau munafik, kalo ditanya suka apa nggak, gue pasti jawab suka. Sebagai seorang cowok, siapa sih yang nggak suka "penampilan" cakep? Nah, setelah tersihir oleh penampilan itu, pasti sebagian besar ngelak kalo dibilang, "Lu pasti ngefans karena dia cakep, kan?" Jawaban mereka biasanya, "Nggak kok. Gue support dia blablabla, dia jago nyanyi blablabla, dia jago ini blablabla." Padahal, awalnya juga ngefans karena penampilan dulu. Pasti. Setelah itu, biasanya dia mencari-cari informasi lebih dalam sebagai pembelaan kalo ditanya kayak gitu lagi. 

Mungkin suatu saat nanti, saking banyaknya member JKT50, kalo perform bakalan tukeran tempat sama penontonnya. Iya, penontonnya di atas panggung, JKT50 di bawah panggung. 

Tunggu, jangan banting komputer dulu. Ini MENURUT GUE, ya. 

Udah? Coba bawa twit dan follow akun ini:

Fanatisme Jaman Sekarang
Fanatisme Jaman Sekarang
Fanatisme Jaman Sekarang

Dan yang perlu kalian tau, hukum fans fanatik:
1. Idola selalu benar.
2. Jika idola salah atau ada yang mengkritik meskipun itu fakta, lihat no 1.

Kalo kata akun @negativisme sih, nggak ada larangan buat menyukai atau mengidolain siapapun, tapi jika berlebihan, ya resiko "bodoh"-nya juga berlebih. Mengidolai secara berlebih itu sama aja dengan fasis. Menganggap idolanya selalu benar, paling hebat, anti kritik, dan marah kalo dikritik. 

Tapi para fans (yang katanya) fanatik itu pasti akan ngebales kayak gini:

"Suka-suka gue dong, kan gue yang ngefans, masalah buat lu?"
"Apapun yang terjadi, gue tetep ngefans! Bodo amat!"
"Dasar haters! Nggak suka diem aja deh!"
"Sini ribut sama gue!"
"Kepo!"

Begitu?
Fanatisme Jaman Sekarang

Menurut gue (lagi), kalo lu dibayar untuk jadi fans, nggak apa-apa lu fanatik. Nah ini, lu nggak dibayar, kan? Sampe ada yang bela-belain beli barang buat idola, padahal mereka mampu loh beli sendiri. Percaya deh, itu nggak akan terlalu ditanggepin. Hadiah-hadiah yang terlalu banyak kayak gitu cuman nyempit-nyempitin rumahnya doang. Mending juga ngasih sesuatu yang lebih berarti, yang dibuat oleh tangan kita sendiri dan dari hati. Gambar kek, artwork kek, dan lain-lain. 

Yah... pasti diputer-puter lagi.

"Suka-suka gue dong, kan gue yang ngefans, masalah buat lu?"
"Apapun yang terjadi, gue tetep ngefans! Bodo amat!"
"Dasar haters! Nggak suka diem aja deh!"
"Sini ribut sama gue!"
"Kepo!"

Agak kesel juga gue ngetik dan lanjutin postingan ini. Tapi, gue luruskan aja. Gue nggak suka dan nggak benci sama boyband, girlband (belom dibahas, tapi taulah), atau idol group yang gue maksud di atas. Gue netral. Dan gue cuman saranin aja, jangan mengidolai sesuatu secara berlebih. Apalagi dengan negara luar. Cukup sebatas kagum aja. Balik lagi, ngefans itu urusan lu, mau ngefans ama siapa juga nggak ada yang ngelarang, kan? 

Kok lu kepo sih? Kan gue yang ngefans! 

Gue nggak kepo, ngulas fakta yang ada doang. Semua orang punya kebebasan dan hak, bukan? Yah, namanya juga hidup.. Nggak bakalan ada habisnya kalo dibahas terus. Nikmatin aja...

Apa kata mereka?

1.
Fanatisme Jaman Sekarang

2.
Fanatisme Jaman Sekarang

3. 
Fanatisme Jaman Sekarang

4.
Fanatisme Jaman Sekarang

5.
Fanatisme Jaman Sekarang

6. Jangan terlalu bangga atau fanatik dengan negara luar, nanti pas tau bobroknya malah sakit loh. Biasa aja, cukup mengagumi aja lah ya. - @irvinalioni

7. Ngefans itu lumrah, lu bakal keren kalau lu ngefans secara objektif bukan subjektif. Ngaku aja deh, idola itu ada kan untuk hiburan. Hiburan itu untuk selingan, bukan prioritas. - @JukiHoki

Yah, pasti lu pada bakal bertanya juga, apa sih yang dibanggain dari Indonesia? Gue jawab: BANYAAAAAAAAAAK. Batik, hasil bumi, tarian, seni, patung, pokoknya semuaaaaa kekayaan alamnya. Nggak bisa gue sebutin satu-satu karena BANYAAAAAAAK banget. Indonesia itu kaya, men! Jadi.... yakin masih fanatik dengan budaya luar? Bitch please.

Akhir kata, sekian~

Kevin Anggara. Seorang blogger yang merangkap sebagai pelajar tanpa tanda jasa. Sedang sibuk kuliah dengan tujuan lulus secepatnya. Banyak dikenal karena video "Alasan Izin ke WC" dan "Dora the Ngeselin" di Instagram, yang entah lucunya di mana.

99 komentar:

  1. gue fans JKT48 nih, tp gak terlalu fanatik sih

    BalasHapus
  2. setuju2 aja deh, soalnya gue ga suka liat fans fanatik dtwttr. nyampah.

    BalasHapus
  3. Berlebihan dalam mengidolakan, takutnya jatohnya malah jadi 'menuhankan'

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, itu efek sampingnya kalo terlalu berlebihan..

      Hapus
  4. ngefans itu kayak jatuh cintalah. logika mati. orang ngomong apa juga salah.

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. hahah twitnya keren dan menurut gue bener, fakta...
      follow lah hahaha

      Hapus
  6. Ngefans sih boleh ya.. asal jangan berlebihan, apalagi men-Tuhankan idola :D

    BalasHapus
  7. Hukum fans fanatik yang kedua itu malah lebih sering membuat si 'fans fanatik' ini jadi bahan bully-an para fans fanatik yang 'menyerah' terhadap fakta nyata.

    Lagipula mereka kebanyakan seperti orang awam yang terlalu excited karena tahu suatu hal, seperti anak SD yang baru bisa perkalian/pembagian matematika dasar dan sok pamer depan anak kuliahan (bahkan yang mereka pamerkan pun masih mungkin salah).

    *bentar, ini gue ngomong apa?

    BalasHapus
  8. Gue dulu sering nih beginian(?) makanya gue sekarang udah tobat, yaa dikurangin lah kadar fanatiknya, cuman sekedar suka-suka alias kagum gitu aja. Karna gue sadar kalo sesuatu yang berlebihan pasti bakal gak baik hasilnya.

    Setuju deh sama nih postingan :D

    BalasHapus
  9. segala yang berlebihan memang nggak baik. gue sih biasa-biasa aja hehe :D

    BalasHapus
  10. ketawa baca ini :D , dulu sempet suka k-pop sampe fanatik, sekarang juga udah bosen, haha :), biasanya sih orang jadi fans soalnya temen yang lain juga pada suka, biar dikira gaul mungkin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah ini, sekarang banyak kejadian kayak gitu.. ikut2 an biar dibilang gaul..

      Hapus
  11. yg suka jkt mah cuma liat pahanya doang... wkwk

    BalasHapus
  12. Bro... Mau tanya nih, gambar satu sampai lima itu ngambil dimana? Bagus tuh kayaknya topiknya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. di forum Jamban Blogger. kebetulan gue yang bikin topiknya, dan itu jawaban temen2 forum :))
      coba main2 aja ke JB, di sub-forum Tanya-tanya itu..

      Hapus
  13. temen gue juga ada yang "katanya" ngefans sama JKT50, dia rela ngeluarin uang ratusan ribu cuman buat handshake 20detik, konyol!

    BalasHapus
  14. Inget, jangan nyusahin orang lain. *teguh pendirian*

    BalasHapus
  15. Kelar juga dah postingan ini. Pemikiran lo sama aja tuh sama gue dan pastinya, semua orang 'waras' lainnya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan pemikiran kita beda sama para fans (yang katanya) fanatik.

      Hapus
  16. keren vin tulisannya, eh ketikannya. lo diatas bilang kalo lo negara Indonesia lo pasti tetep akan jadi fansnya timnas negara lo, apa pun lawannya? kemarin Belanda baru aja lawan Indonesia. ironisnya wakti Ajen Robben (apalah itu ejaan namanya, gue lupa) ngebobol gawang Indonesia, banyak suporter timnas yang bersorak ria. mereka senang, padahal gawang timnya kebobolan. menurut lo gimana? kalo masih ada hubungannya sama postingan lo diatas bolehlah dijawab ya.. nggak juga nggak apa-apa, gue nggak terlalu berharap :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha yoi. walaupun gue fans klub-nya RvP, tapi gue tetep dukung timnas kok. nih ya: Logo di dada itu lebih penting daripada nomor di punggung. :))

      nasionalisme-nya patut ditanyain tuh, yah walaupun misalnya si Robben ini pemain kesukaan lo, tapi yang dibobol gawang negara sendiri.. seneng boleh, tapi nggak usah ikutan ngerayain juga. yah, walaupun cuman pertandingan friendly, ya.

      Hapus
  17. Sebenarnya fanatik menuntun ketololan. Membenarkan yang salah. Menyalahkan yang bener....

    BalasHapus
  18. gue bukan fansnya jkt48, gue juga nggak ngefans fanatik sampe kejang2 dan berbusa lihat yang disuka. Contoh, gue suka fatin, tapi biasa aja, memang kalo ada infotaiment yang bahas dia bakalan nonton, bahkan cari2 info di youtube,


    eh, btw perasaan jadi pemenang utama teknologi hijau ya? perasaan aja, soalnya tadi malam searching pemenang lomba blog secara acak, kayaknya terdampar kesini :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoih, gue juga suka Maudy Ayunda.. ngefans maksudnya..
      suka sih cari2 gambar sama liat videonya di YouTube, tapi yah biasa aja..

      iya, yang dapet iPhone 5 :p

      salam kenal, dan makasih udah terdampar di sini hahaha

      Hapus
  19. ya gitu kalo udah fanatik. sampe yg dalam2 mesti mirip dg idolanya. ini mesti dicamkan juga ama yg fanatik ama drama korea, artis2 korea, artis k-pop, yg wajahnya udah pada gak asli. mending fanatik ama produk dalam negeri. yup: JKT48. sama aja ya.

    BalasHapus
  20. idola itu cukup untuk di puji. gak harus di puja, ngapain kita muja sesama kalo muja sang pencipta aja kadang lupa...*asikk

    BalasHapus
  21. setuju banget sama postingan ini.
    teman aku juga ada yg ngefans secara fanatik sama kpop. semua timeline penuh dengan retweetan kpop dia.
    kalo disinggung eh malah dibilang "haters kelaut aja"
    bingung deh -__-"

    BalasHapus
  22. gue setuju ama lo sob , emang gue lihat rata" fans jkt50 yang fanatik itu , mudah banget tersinggung sob , malah mau bawak golok-golokan lagi , masih banyak yang harus kita banggakan terhadap indonesia bukan cuma idol grup atau boyband apalah , sebenarnya mereka itulah perusak bangsa , miris juga lihat anak muda jaman sekarang yang lebih bangga terhadap idolanya dibanding budaya negaranya .

    udah gitu aja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo para pahlawan masih hidup, pasti sedih lah mereka..

      capek2 berjuang demi negara, eh anak muda nya sekarang kayak begini :|

      Hapus
  23. aku fans kpop tapi ga fanatik. malah ngeri sendiri liat fans fanatik yg ngetweet "nikahin gue s*won" "perawanin gue m*nho" <<< serius ada.

    sama kyk kak pina, cukup kagum sama karya ajalah. orang kan gada yg sempurna ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, itu fans nya udah "gila" mungkin -__-

      bener :))

      Hapus
  24. yah, orang emang klo udeh fanatik, smua hinaan yg ditimpain ke idolanya psti di bilang, kentut.

    BalasHapus
  25. gue fanatik jkt38, gue fanatik bola.

    BalasHapus
  26. Fanatisme bentuk ke alay-an dalam emosi bro... menurut gue sih gitu.

    BalasHapus
  27. gue fanatik sama gebetan gue ~~~

    btw gue ga bakalan bisa berteman sama orang fanatik

    BalasHapus
    Balasan
    1. heihooo, ada vina komen disini :))

      kalo gue, agak menjauh sama orang kayak gitu..

      Hapus
  28. temen gue banyak tuh yang fanatik ama kpop maupun ipop
    gue juga suka JKT48 tapi gak fanatik2 amat


    BalasHapus
  29. suka JKT48 tapi cuma sekedar suka doang, kaya kalo ada di tipi ya nonton, kalo ga keburu nonton ya udah biasa aja ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harusnya ya sekedar suka atau kagum aja, nggak usah berlebihan. Sip, sob.

      Hapus
  30. pemujaan yang berlebihan itu tidak sehat :p

    BalasHapus
  31. jujur ini pengalaman pribadi.
    gue directioner (fans 1D), dulunya emang fanatik, soalnya di smp banyak temen directioner. biar dibilang gaul gue mulai ikut-ikutan ngefans gitu, sampe akhirnya jadi fanatik, masang2 poster sampe dinding kamar penuh bahkan di kamar mandi juga ada satu (parah ya gue? .-.), trus beli2 merchandise yg berhubungan sm 1D. bahkan gue juga inget, selama kefanatikan gue berjalan, gue udah kek ga punya tuhan. jarang solat, yg harusnya terawih jd ga terawih, atau kl terawih pun pulangnya lebih cepet (biasanya jam setengah 9 jadi jam 8an gitu). itu cuma buat bela-belain on twitter demi update ttg idola soalnya kl sedetik aja ga update dibilang kudet, directionator, haters, dan sekawan-kawannya itu. poster bruno yg cuma 4 atau 5 udah dilepas, dikasihin sm kakak yg juga suka sm bruno. yg dulunya juga hooligan (fans bruno mars), akhirnya udah mulai ketinggalan 'berita' ttg bruno mars. malah lebih update soal 1D, emang sih sampe skrg masih update. tp gak terlalu update soalnya skrg udah SMA, udah sadar baik dan buruk. udah sadar kl duit gue, yg sebenernya bisa gue pake buat kegiatan amal atau beli yg lebih berguna, udah abis kepake grgr terlalu fanatik. gue jg udah sadar kl gue jg punya kehidupan sendiri, nggak selalu bergantung sm idola.

    bener sih, idola itu bukan Tuhan, jd ga boleh diagung-agungkan. ga boleh terlalu 'menyembah'-lah istilahnya. kiblat gue jg bukan kearah mana mereka berada. jadi gue rasa postingan ini udah berhasil ngerubah cara pandang gue terhadap idola. makasih banget udah nyadari gue :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sharing pengalamannya. Sekarang, udah sadar dan bisa ngebedain mana yang bener kan? Hehe.

      Semoga semua fans yang katanya fanatik cepet sadar.

      Hapus
    2. lu masih Directioner? gue masih sih ... tapi kaga fanatik cuma nyengir2 bahagia kalo liat 1D... gue ngoleksi stuff nya sih, tapi dikit... karna nyari nya susah dan MAHALL -_-

      Hapus
  32. Dulu pas smp gue juga fanatik sama Justin Bieber dan kpop gitulah. Tapi lala-lama juga jadi bosen dan cape sendiri, wkwk. Gue juga suka sama jkt48 tapi ga fanatik tuh. Inti nya ya fanatik itu berlebihan dan jadi lupa diri

    BalasHapus
  33. Ya, emang bener sih..Gue juga ngefans sama JKT48, tapi gue punya alasan
    http://blogsooganda.blogspot.com/2013/08/alasan-gue-ngefans-jkt48.html
    http://blogsooganda.blogspot.com/2013/08/nabilah-and-luffy-is-my-inspiration-and.html
    itu 2 postingan yang ngejelasin kenapa gue ngefans jeketi portieg dan mungkin banyak juga fans JKT48 yang punya alasan yang sama ama alasan gue.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap orang punya alasan dan berhak milih sih ngefans ama siapa aja.

      Hapus
    2. Yang penting jangan terlalu fanatik kan bro, sep! (y)

      Hapus
  34. Hmm, setuju abis nih sama postingan ini, tapi. gue sih bukan masalahin nasionalis atau fanatik tim bola ya, gue sih mau ngomongin fanatik fans nya JKT48. gue malah kasian sama kondisi mental mereka loh.. ya kasian aja. Fanatik itukan jatuh cinta.. dan bayangin kalo itu fans-fans JKT48 suatu saat nanti harus liat idola nya pacaran sama seseorang. beuh, parah itu sih. mana udah sempet ngeluarin uang banyak waaahhh kacau, bisa sakit jiwa tuh nanti nya.

    Tapi kalo kita liat dari sisi nasionalis, hmm. gakpapa lah suka sama JKT48 dulu (yang mayoritas cewek nya cewek indonesia) daripada suka sama cewek-cewek Kpop. pelan-pelan ah pelan-pelan :D. *mudah-mudah-an di visit balik blog nya haha*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gue sebenernya nggak benci sama JKT48. Gue benci sama fansnya yang fanatik doang. Kalo fansnya bisa bersikap dewasa dan bisa menerima kritik, baguslah. Be a good fans, not fanatic. :|

      Hapus
  35. Nyah.. namanya diganti JKT50, iya sih.. tapi itu semua tergantung dari diri macing-macing,,!

    BalasHapus
  36. Gue bingung, kenapa ya mereka2 mau nonton konser2 yang harganya selangit. 2 juta cuma untuk nonton konser 2 jam -_- Mending buat beli tablet baru T.T sayang bangetttt. Buang2 duit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan mereka fans, selalu ada saat idolanya konser.

      Hapus
  37. satu paham yang sampai sekarang gua pakai dan semoga bisa gua terapin, yaitu "KITA BOLEH PUNYA PRINSIP TAPI JANGAN FANATIK KARENA FANATIK ADALAH CIRI ORANG BODOH.". setidaknya dari kata-kata tersebut gua bisa di ajarkan untuk tidak terlalu fanatik terhadap golongan, bukankah negara kita ini bineka tunggal ika. *belajar serius*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi, bener banget. Tapi terkadang yang fanatik pada bilang: "bodo amet, yang ngefans juga gue. masalah buat lo?" Ahahah x))

      Hapus
  38. Bener juga tuh! gue setuju. gue paling gak suka fans yang berlebihan. najis gue liatnya hoeeeekkk...
    nge-fans sih nge-fans tapi jangan berlebihan juga kan?

    BalasHapus
  39. Wah bagus nih.. ikut share pendapat pribadi ya. :)
    Kalo untuk fans yang berlebihan memang saya sangat prihatin. Banyak anak2 yang ngefans terhadap suatu idola hanya untuk gaya2an atau show off.

    Kalo untuk postingan #negativisme tentang handshake, sebenarnya handshake itu adalah suatu "bonus" yang didapat oleh para pembeli CD original JKT48 (menurut saya loh.). Dengan membeli 1 CD kita memperoleh kesempatan berjabat tangan dan ngobrol dengan idola selama 5-10 dtk (kalo ga salah ya). Jadi kalo mau ngobrol lama dengan idolanya, ya beli deh tuh CD 1 kardus. Yang saya ga habis pikir, buat apa kita beli CD banyak2. Trus CD yang lain mau diapain ya? :))

    Kalo saya sih cukup beli 1 CD aja. Ya itung2 mendukung dunia musik Indonesia untuk tidak membeli CD bajakan. :)

    Sekali lagi ini hanya pendapat pribadi saja. :)

    NB : artikel "4 hal bodoh yang dilakukan fans fanatik" lucu banget. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener tuh, bro. Kadang, para fans itu malah ngeliat penjualan CD = handshake. Jadi ada yang rela beli banyak-banyak. Katanya sih CDnya buat dijual lagi :)) Thanks komennya, bro.

      Hapus
  40. Gue fans jeketi juga, tapi cuma kagum, dan pasti nya sebelum handshake gue ga kejang-kejang kaya orang bego-_-

    BalasHapus
  41. Keren juga bro postinganya.

    KEPADA FANS FANATIK : ELOH, GUE, END.

    SEKALI LAGI, ELOH, GUE, END.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena sesuatu yang berlebihan itu nggak baik. :)

      Hapus
  42. Gua juga ngefans JKT48 , bahkan dulu gua pernah mengikuti event handshake , dan gua sangat bangga , sampe-sampe gua pamerin foto jepretan gua saat handshake di socmed dan teman2 gua , dan gua sering mention member dan retweet tweet member .. Wkwk dan belakangan ini gua udah sadar kalo hal yang gua lakukan itu benar-benar Bodoh dan sia-sia , dan inti nya sekarang "idola itu hanya hiburan selingan bukan pioritas"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho oh. Intinya sih jangan terlalu fanatik, biasa aja lah. Sekedar kagum gitu hehe.

      Hapus
  43. oh yeah,aku aja gamers,jadi kalau suka artis nggak usat terlalu berlebihan lah,secukupnya aja

    BalasHapus
  44. Setuju gan, iya seperti yg dibilang tadi FANS JKT50 cuman ngicer paha, muka, dan dada :v

    BalasHapus
  45. gue ngefans, tapi ga sampe kejang2 ga jelas kaya orang stroke.. ngefans sewajarnya, jangan terlalu muji2 idolanya, dia bukan Tuhan, dia manusia biasa, yang menampilkan talenta nya! jadi jangan menuhankan idola!!!
    ~greetpeace!

    BalasHapus
  46. ~last : orang lain juga punya hak, jadi hormati hak orang lain juga, jangan fanatik!
    ok it's last message from me, bye....

    BalasHapus
  47. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  48. Gue juga ngefans sama elu vin tapi gw gak ngaku kalo gue fans vanatik elu

    BalasHapus
  49. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  50. Bantu lurusin deh yah vin, biar up lgii dan jadiin bhn pelajaran :) perumpama nya itu keak gni sbnarnya. kayak takar obat sih, klo minum trlalu byk obatnya kan jdinya overdosis (kelebihan) nah klo soal fanatik intinya jgn berlebihan jg deh yah :)

    BalasHapus
  51. Ngatain JKT48 Girlband :
    Gua ;JKT48 Girlband
    Para Fanatik : Woi JKT48 Idolgroup bukan girlband Tawuran sini
    Gua : Yaudah Lu pake lightstick gua pake lightsaber

    BalasHapus
  52. dr komentar2 di sini kbnykn yg pd fans JKT48 itu ialah org2 yg biasa aja. Bagus deh klo gtu. Tp yg fans fanatik pd kmn ya? Biasany klo ada yg ngritik ttg inti fanatisme itu pd ngamuk2 di sini, min?.

    Klo ane sih ngefans cuma ya itu, buat melepas lelah dan cari2 kegiatan bru utk isi jam kosong (masak di rmh trus?). Selain itu jg mendukung slh satu yg ane fans (favoritkan) utk mencapai impiannya dgn cara yg sehat dan waras.

    ingat jgn melampaui batas ya klo ngefans. bisa2 hati akan terkunci rapat dr hidayah.

    BalasHapus

Terima kasih atas waktunya. Kevin Anggara (@kevinchoc).