Kevin Anggara: Bagaimana Caranya Menjadi Penulis?

Bagaimana Caranya Menjadi Penulis?

Sebenarnya, membaca adalah latihan menulis. Bagi gue, penulis adalah pembaca yang rakus. Seperti yang kalian tau, gue adalah penulis yang mengawali karir dari blog. Jadi, ilmu menulis gue boleh dibilang masih belum terlalu matang. Gue masih terus belajar dan belajar bagaimana caranya biar bisa menulis lebih baik lagi. Kebetulan, kali ini blog gue kedatangan seorang penulis fiksi ternama dari Indonesia. Yang baru-baru ini menerbitkan buku #cintadengantitik. Namanya Bernard Batubara (@benzbara_).

Dalam rangka #virtualbooktour-nya bersama Bukune, Bara bakalan bagi-bagi ilmu nih tentang dunia tulis menulis. Sekalian, kita belajar bareng dari Bara, bagaimana sih caranya menjadi penulis? Susah nggak jadi penulis? Gimana caranya biar bisa dapet ide nulis? 

Yuk, langsung simak aja tulisan dari Bara ini:

Bagaimana Caranya Menjadi Penulis?

Bagaimana caranya menjadi penulis?

Saya selalu bingung menjawab pertanyaan itu. Pertanyaan, yang, entah mengapa masih juga sering saya terima. "Bagaimana caranya menjadi penulis?" Untuk pertanyaan itu, saya lagi dan lagi, dan selalu menjawab: "Ya, menulis lah." Saya katakan dengan tegas kepadamu, tak ada cara lain untuk menjadi penulis, selain: menulis.

Ada dua “K” yang penting dalam menulis, yaitu komitmen dan konsisten. Mau menjadikan menulis kegiatan yang (terasa) mudah? Jadikanlah kebiasaan. Menulislah dengan rutin. Kamu bertanya, mengapa sih terasa susah mewujudkan ide di kepala menjadi tulisan? Itu karena tidak membiasakan diri menghubungkan kepala dengan jari tangan. Menulis, sama halnya seperti orang bermain gitar. Apa yang ingin dimainkan, kunci-kunci dan nada-nada di kepala, harus terhubung dengan jari-jari tangan. Bagaimana caranya? Ya, biasakan dan rutin berlatih. Rutinitas akan membuat kegiatan yang kita lakukan terasa mudah, karena kita sudah terbiasa. Begitu pula dengan menulis.

Menulis adalah keterampilan. Dan, seperti halnya keterampilan lain, kamu hanya akan terampil jika rajin berlatih. Tak ada orang yang tadinya tak bisa menulis kemudian tiba-tiba menjadi penulis besar dalam semalam. Ada proses yang harus dilewati. Proses inilah yang tak semua orang tahan menekuninya. Ada yang tumbang sejak awal. Ada yang menyerah di pertengahan. Kamu akan mendapatkan hasil yang setara dengan proses yang telah kamu jalani. Malas berproses? Kamu takkan jadi apa-apa.

Banyak juga yang bertanya, bagaimana saya bisa terlihat begitu cepat menyelesaikan naskah buku-buku saya? Baiklah, akan saya jawab.

Satu metode yang selalu saya pegang dan terapkan setiap menulis adalah: "Menulis cepat. Menulis buruk.". Menulislah dengan cepat. Menulislah dengan buruk. Baru kemudian naskah yang buruk tersebut diperbaiki dengan menyunting. Kamu tak bisa menyunting naskah yang tak ada. Menulislah dengan cepat dan buruk. Jangan dulu khawatirkan bagusnya. Jangan bebankan kepalamu dengan keharusan menulis bagus pada tahap pertama. Menulislah dengan cepat dan bebas, meskipun hasilnya (sudah pasti) buruk.

Kebanyakan penulis pemula (saya juga) kesulitan menyelesaikan tulisannya karena mereka menulis sambil menyunting/mengedit.  saya katakan kepadamu, jangan menulis sambil menyensor. Tulislah apapun yang kamu pikirkan. Tak masalah kalaupun jelek. Itulah yang saya lakukan pada naskah-naskah cerpen maupun novel saya. Saya menulis cepat, dan saya menulis buruk sekali. Berikutnya yang saya lakukan adalah menyunting naskah buruk tersebut, menjadi naskah yang baik. Ingat, "writing is rewriting". Naskah, draf pertama adalah sampah. Tak mungkin kau menghasilkan naskah yang sempurna pada tahap pertama. You need to rewrite your draft.

Jadi:

1. Menulislah buruk, menulislah cepat.
2. Jangan menulis sambil menyensor.
3. Write first, edit later.

Lalu, pertanyaan berikutnya yang sering datang kepada saya adalah, "Ide tulisan sudah nyangkut di otak, tapi pas mau nulis malah hilang. Bagaimana?" Ya, saat nyangkut di otak, langsung catat, tuliskan. Beres.  "Kapan waktu yang tepat untuk menulis?" Waktu yang tepat adalah waktu kamu merasa ingin menulis. Dan jika kamu betul-betul cinta menuils, kamu akan selalu merasa ingin menulis. Satu hal yang perlu juga diperhatikan adalah, temukan waktu yang paling enak untuk kamu menulis. Beberapa penulis lebih enak menulis saat pagi hari setelah bangun tidur. Beberapa yang lain pada tengah malam sebelum tidur. Terserah. Yang penting kamu selalu menyediakan waktumu untuk hal yang kamu cinta. Untuk menulis.

Tentang inspirasi? Inspirasi bisa didapat lewat dua cara: (1) Ditunggu saja (datangnya tiba-tiba), dan (2) dipancing. Jangan manjakan dirimu dengan hanya menunggu. "Bagaimana caranya memancing inspirasi?" Oh, banyak sekali cara yang bisa kamu lakukan untuk memancing datangnya ide tulisan. Observasi, baca buku, bermain lempar kata, dan lain-lain. "Bagaimana kalau kehabisan ide?" Saya katakan, mustahil kita kehabisan ide. Kamu hanya malas berpikir dan tidak peka. Ide selalu bertebaran di sekelilingmu. "Di tengah menulis kehilangan ide. Bagaimana?" Itu bukan kehilangan ide. Dugaan saya, kemungkinan kamu tak pernah membuat kerangka cerita/outline. "Sedang menulis sesuatu, tapi datang ide baru." Catat idemu dulu, lalu kembali fokus pada tulisan yang sedang dikerjakan. Jangan kabur dari naskah yang setengah selesai hanya demi ide baru. Terus berlari kepada ide baru yang tampak lebih menarik dengan meninggalkan naskah separuh jadi hanya menunjukkan ketidakmampuanmu menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai.

Biasakan menulis. Kamu tak bisa mengharapkan naskah yang bagus, jika kamu hanya menulis sekali dalam seminggu, atau sekali dalam sebulan. Menulislah yang banyak. Kuantitas menuju kualitas. Seiring kamu semakin banyak menulis, koneksi otak ke jari-jarimu semakin baik. Ketika koneksi otak ke jari-jarimu semakin baik, mengeluarkan kata-kata untuk menjadi sebuah tulisan tak jadi sulit lagi.

Yang terpenting juga dalam menulis, pasang target/deadline. Mustahil kamu menyelesaikan novelmu dengan segera jika kamu tak memasang deadline untuk dirimu sendiri. Tidak memasang deadline membuatmu malas-malasan, dan kamu jadi mengulur-ulur waktu menulismu. Target dan deadline membuatmu bisa mengukur seberapa banyak yang harus kamu tulis setiap harinya. Memberimu tanggungjawab dan "keharusan". Misal: saya ingin menulis novel 100 halaman. saya pasang target 2 bulan (60 hari). Berarti, setiap harinya saya harus menulis minimal 2 halaman.

Bukan hal yang begitu berat, bukan?

Kira-kira begitulah, jawaban yang bisa saya berikan untuk beberapa pertanyaan yang paling sering muncul terkait menulis. Semoga mencerahkan. Dan yang terpenting, segeralah mulai menulis!

- Bara

74 komen absurd

Sangat informatif sekali postingannya bro kevin.
Bara adalah salah satu penulis yang gue kagumin. Produktif banget. Bukunya juga ya tau sendiri kerennya gimana.

Inspiratif.

Reply

1. Menulislah buruk, menulislah cepat.
2. Jangan menulis sambil menyensor.
3. Write first, edit later.

Ini nih... *tendang diri sendiri

Reply

sangat membantu banget bro... thanks ya..!! sukses dengan buku loe.. begitu juga dengan mbak Bernard.. Pipis Love N Gaull

Reply

terimakasih kakak

Reply

Postingan mantep banget vin! Berguna banget untuk gue yang bercita-cita sebagai penulis, kayak elo juga.. Salam sama bang Bara yaa!

Reply

Kabur dari naskah lama tanpa nyelesain? Kesindir abis deeh X)
Kaget sih sama judul postingan ini. "Bagaimana Caranya Menulis" itu menurut saya pertanyaan paling ekstra basi. Nulis ya nulis.

Tapi ternyata cuma judulnya doang X) postingan keren! Salut, salut!

Reply

Yongs. Kata Hemmingway juga 'The first draft of anything is shit' Jadi, tulis aja dulu, mikir belakangan. Tapi gue masih suka mikir dulu baru nulis sih, jadinnya masih jelek dan harus belajar banyak. :)

Reply

Wah ini nih, ini dia tipsnya :)))

Reply

Iya, Bara produktif banget. Rahasianya menulis cepat udah tau kan setelah baca postingan ini? :D

Reply

Sama-sama, bro. Amin.. Bara cowok oi, kok dipanggil mbak. :|

Reply

Makasih, semoga bermanfaat.

*cc-in salamnya ke Bara*

Reply

Bermanfaat banget nih, sebagai pencerahan buat gue. gue selalu nulis sambil ngedit pantes aja gak selesai-selesai hadeeehhh...

Reply

Iya, sebenernya jawaban dari pertanyaan itu ya cuman: mulai nulis. :D

Reply

Gue juga suka mikir dulu, kira-kira kata-kata apa yang pengin gue pake di kalimat berikutnya. Makanya nulisnya lama.

Reply

Semoga bermanfaat. :D

Reply

Yoi, semoga bermanfaat ya! :D

Reply

Thanks vin, untuk postingan lo kali ini.
Bener-bener kasih pencerahan dalam menulis :)

Reply

Yey, semoga bermanfaat, nyol! :D

Reply

Tips di atas udah saya coba, hasilnya memang megagumkan. Dalam 5 bulan saya bisa menyelesaikan 3 naskah. Walau dua naskah ditolak penerbit, tapi tetep nulis. Semoga naskah yang satu lagi bisa diterbitkan. trims infonya.
Keep writing, dan jangan menunggu waktu yang tepat untuk menulis. Mulai saja...! :)

Reply

Wow, produktif juga tuh! Keren keren.. Amin, semoga bisa diterbitkan :D

Reply

Semoga bermanfaat :D

Reply

"Jangan kabur dari naskah yang setengah selesai hanya demi ide baru"

kenyataan nya di gue, emang kebanyakan postingan yg di draft, di banding yang di publish.... *speechless* T_T

Reply

Yap, bener banget tuh. Kita harus menyelesaikan dulu apa yang udah kita mulai :D

Reply

Wih, keren tulisan lo yang ini vin. Insipiratif banget. Apalagi, tentang caranya menjadi penulis. Ini bisa gue jadiin sebagai pembelajaran + nambah wawasan juga. Eniwei, kok lo berubah ganti pake "saya" dan "kamu" gitu ? Hahaha.

Reply

Yap, semoga bermanfaat. Coba baca lagi, deh. Ini tulisan dari Bara kok.

Reply

wasekk bener nih :D kadang kalau males ngedt ya amburadul.. TYPO salah santu cintihnya :D

Reply

yang sulit itu nyari waktu luang buat nulis

Reply

Writing is rewriting. :D

Reply

Ya harus jadiin menulis itu kebiasaan, rutinitas :D

Reply

Ilmu baru yg aku dapet itu, jangan nulis sambil nyensor. Itu yg sering banget aku lakuin, nulis sambil nyensor. Mudah2an kedepannya nggak lagi

Reply

Itu yang buat lama. Kalo mau cepet ya menulis buruk, menulislah cepat.

Reply

Postingan yang keren.. Thanks kevin,,, thanks bang bara... Sukses buat kaliann.. Do'akan gue bisa nyusul kalian jugaa yaa.. Aminnn :)

Reply

Thanks, infonya sangat ngebantu :) Pantes naskahku nggak siap-siap, wong kerjaannya disensor sana-sini mulu :x

Reply

Semua yg pengen gue tanyai sekarang terjawab banh benzbara :)

Reply

Nemu postingan bagus nih, kebetulan gue lag kehabisan topik dan mood buat menulis. Thanks vin !

Reply

Tiba tiba kepengen jadi penulis:))

Reply

caranya udah tahu, tinggal actionnya yg belum terlaksana...

Reply

Ini keren! Cara ini sudah saya lakukan dalam pembuatan cerpen. Alhasil, memuaskan, setidaknya untuk diri sendiri ketika menjadi seorang pembaca.

Reply

Mantep niiih artikelnya...

Ayo jadi penulis

Untuk INDONESIA lebih baik

@wignyaharsono
www.romantisnyaindonesia.blogspot.com

Reply

Sama-sama, semoga bermanfaat :D

Reply

Yoi, semoga bermanfaat :D

Reply

Wow! Mau baca dong cerpennya :D

Reply

Saya tadi barusan aja nulis tentang gimana caranya supaya bisa konsisten menulis di blog..
Ternyata tips yang saya buat ada sedikit kenak juga dengan yang disampaikan di tulisan ini.. ^_^

Mudah2an saya juga bisa jadi seorang penulis di dunia nyata deh..
Seperti Mas Kevin.. heheh.. :-D

Reply

Thx Vin....
Gw ga suka nulis sih, tapi gw rasa postingan ini ga hanya buat orang yang pengen jadi penulis...
Quote "Malas berproses? Kamu takkan jadi apa-apa." emang harus dijalanin semua orang...
Sekali lagi thx Vin, Thx Mas Bara...

Reply

Hehe, iya. Gue jadi seneng kalo postingan ini bermanfaat bagi orang-orang. :D

Reply

Berkali-kali coba bikin novel, akhirnya emang novel itu selalu 'nggantung' ditengah-tengah cerita. Ya gara2 selalu mikir, "ini tulisan gue salah deh", "ini harusnya gini", "ini harusnya gitu", yaps, selalu mensensor tulisan! Ah, ketampar :) Bantu tamparin dong vin..

Reply

Yoi, harusnya menulis cepat. Nyensor belakangan. *nampar*

Reply

Keren vin :) bermanfaat banget. thanks yaa

Reply

Yey, sama-sama! :D

Reply

Wih mampir gan ane juga blogger ^_^
Keep posting baru mampir kesini takjub dengan tulisan ente :D

Reply

Makasih, semoga bermanfaat. Btw, ini tulisan dari Bara dalam rangka mengunjungi blog gue. :))

Reply

terimakasih infonya.
Salam Jebret :D

Reply

Sama-sama, semoga bermanfaat :))

Reply
Anonim Author

jangan menulis sambil nyensor (#kesindir banget)...:D
tipsnya oke banget...thanks...:)

Reply

Haha, semoga bermanfaat, bro! :D

Reply

menggugah semangat banget :)
terimakasih kakak :)

Reply

Yap, sama-sama :D

Reply

artikelnya oke nih. Punya kebiasan malas menulis karna mood #alasan. ternyata!

Reply

Ternyata masih ada artikel keren yang nyempil,

Komitmen dan Konsisten
Menulis cepat menulis Jelek

Tinggal motivasi menulis,
Motivasi menulis lu apa sih Vin?

Reply

Motivasinya berbagi dong. Karena berbagi nggak pernah rugi. Bagi pulsa dong! :))

Reply

Hahaha kampreeettt xD

Gue tuh lagi nyoba mempelajari estetika tulisan lu sih Vin, komposisinya loh ya, bukan absurdnya aja,

salah satunya, Kalimat-kalimat awal lo (intro) asik, bikin pembaca hanyut nyampe box komentar, ga bikin otak mikir berat di awal

Eh vin, kira2 belahan otak dominan lu kiri apa kanan? (ini gue nanya serius loh ya) wkwkwk

Reply

brasa ditampar ama tulisan ini,

write first edit later.
terimakasih bro kevin atas ilmunya.

Reply

Vin Gw lagi buat naskah buku :| :D,gw sering banget hilang ingatan ehh inspirasi dan gw bingung gw harus apa!!!! Saran broo??

Btw buku lu itu yang edit ilustrasi nya elu apa penerbit *maklum newbie sukses terus vin buat lu :-)

Reply
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Wow banyak banget yang bisa aku dapet dari tulisan ini. Makasih banget buat inspirasinya.

Tapi emang bener, aku suka nelantarin naskahku setengah jadi. Semoga bisa makin semangat dan rajin nulis.

Reply

Poskan Komentar

Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar yang sopan. Nggak perlu promosi link blog, kalo sering-sering mampir, pasti dapet feedback kok. Tanpa para pembaca, blog ini bukan apa-apa. Hehe. Salam, Kevin Anggara (@kevinchoc).