Kevin Anggara: Menulis Adalah Kerja Untuk Keabadian

Menulis Adalah Kerja Untuk Keabadian

Menulis

Beberapa hari yang lalu, dalam rangka #virtualbooktour, gue dapet kesempatan untuk ngobrol-ngobrol bareng Bernard Batubara (@benzbara_) tentang dunia kepenulisan di Twitter. Gue pun membuat pertanyaan-pertanyaan beberapa jam sebelum twittalk itu dimulai. Sebenarnya, ada juga beberapa pertanyaan yang spontan langsung gue tulis tanpa persiapan dulu. Tapi, untung aja twittalk sore itu berjalan lancar. 

Menurut gue, hal yang paling sulit dalam menulis itu adalah memulainya. Bagi penulis, halaman kosong itu adalah musuh yang harus diisi dengan tulisan-tulisan. Gue jadi dapet banyak ilmu seputar dunia kepenulisan dari Bara. Gue jadi tau gimana caranya membuat plot yang menarik, membuat deskripsi yang baik, disiplin menulis dan masih banyak lagi. Beberapa udah pernah dibahas di postingan yang INI (Bagaimana Caranya Menjadi Penulis?) Karena merasa info itu berguna, nggak hanya buat orang-orang di Twitter, gue pun menulis ulang ngobrol-ngobrol itu di blog ini. Biar yang baca banyak. Dan semoga bermanfaat. Berikut obrolan gue dengan Bara sore itu:

Ngobrol-ngobrol bareng Bara seputar dunia kepenulisan

Gue: Halo, selamat sore Bara. Apa kabar, nih? :D

Bara: Baek alhamdullilah. Kalo ditransfer duit lebih baek lagi, sih.

Gue: Wah, bisa aja Bara.. :)) Oh iya, boleh ceritain sedikit nggak tentang buku "Cinta."-nya? 

Bara: Tentang apanya? Proses apa isinya? Kalo tentang isinya, kata kunci "Cinta." cuman satu: PERSELINGKUHAN.

Gue: Selama proses nulis "Cinta.", ada kesulitan nggak? Oh iya, kenapa milih isinya PERSELINGKUHAN?

Bara: Nggak ada kesulitan yang berarti selama proses menulis "Cinta." Bahkan cenderung mudah banget. Cuma 3 minggu draf pertama kelar. Palingan kesulitan adalah saat saya harus berpikir, bersikap, dan bereaksi seperti cewek. Karena tokoh utama "Cinta." cewek. Kenapa PERSELINGKUHAN? Karena masih banyak saya liat orang-orang buru-buru menghakimi, tanpa melihat dasar masalah. Orang-orang itu perlu tahu dan paham, bahwa dalam PERSELINGKUHAN, SEMUA PIHAK bisa disalahkan. Lewat "Cinta.", saya ingin berkata, bahwa dalam perselingkuhan, tak ada yang sepenuhnya salah dan tak ada yang sepenuhnya benar. 

Gue: Wow, cepat sekali ya proses menulisnya. Btw, saya juga pernah diselingkuhin, loh *curhat* Apa rahasianya bisa menulis cepat begitu? 

Bara: Rahasia menulis cepat: jangan menulis sambil menyensor. Keluarkan semua lewat jari, apa yang ada di dalam kepala. Tentukan deadline + target. Misal: saya memasang target setiap hari menulis minimal 1000 kata. 50 hari sudah 50 ribu = 1 novel. Dan yang paling dasar, tentunya adalah tekad dan komitmen. Tanpa itu, mustahil menyelesaikan naskah dengan tepat waktu. 

Gue: Terkadang, banyak penulis yang tiba-tiba stuck dan bingung mau nulis apa. Gimana cara ngatasinnya? Apakah disini outline berperan penting?

Bara: Macet menulis itu bisa beberapa sebab. Bisa karena kehilangan arah menulis, atau kehilangan semangat menulis. Macet karena kehilangan arah menulis, tentu dicek dulu apakah sudah membuat outline? Kalau sudah, mungkin kurang "asupan". Kurang "asupan" itu artinya kurang baca. Merasa kering inspirasi. Tutuplah laptop dulu. Baca-baca buku. Kalau macet karena kehilangan semangat menulis, ini perkara psikologis. Tutup laptop. Rekreasilah. Piknik. Lakukan hal lain. Jadi yang perlu dilakukan saat macet menulis adalah: kenali penyebab macetmu dan lakukan solusi yang sesuai. 

Gue: Nah, kalo udah nggak macet tapi nggak ada waktu nulis gimana? Banyak juga penulis yang ngeluh, nggak bisa nulis karena nggak ada waktu. 

Bara: Mengutip seorang penulis, "If you love it, you'll make time for it." Jadi kalo kalah sama 'sibuk', berarti belum cinta menulis. Saya kenal beberapa penulis yang kesibukannya sama seperti orang lain yang bukan penulis. Tapi, mereka tetap bisa menulis. Jadi, bisa atau tidak bisa menulis bukan perkara waktu. Selalu ada waktu yang kau sediakan untuk hal yang kau cintai, bukan? Istilahnya, kalau suka pasti disempet-sempetin. Kalau nggak suka, pasti banyak alasan. Gitu.

Gue: Nah, bener tuh, Bar! Lanjut lagi, ya. Gimana sih cara bikin plot cerita yang menarik? 

Bara: Plot adalah tulang punggung cerita. Penggerak cerita. Plot adalah rangkaian adegan terpilih yang memiliki hubungan sebab-akibat. Buat saya, plot yang menarik adalah plot yang tentunya harus masuk akal, sekaligus tak terduga arahnya. Bagaimana membuat plot yang seperti ini? Secara umum, ada dua cara: 1) Riset, dan 2) Latihan.

1) Riset plot: Baca buku-buku penulis luar/dalam negeri favorit kamu, pelajari plotnya, bedah, tulis dan uraikan. Bisa juga riset plot film di bioskop. Tonton film favorit kamu, perhatikan dan tulis ulang plotnya. Dari riset itu, kamu masuk ke cara 2) Latihan. Kumpulkan plot-plot itu, lalu utak-atik dan bikin cerita sendiri dari sana.

Gue: Intinya, kita harus banyak latihan ya, Bara? Lanjut, gimana sih cara membuat deskripsi yang bisa membuat pembaca terbayang-bayang sendiri? Harus detail, ya? Di buku "Cinta.", Bara kan bisa tuh mendeskripsikan suatu tempat sampai 1 paragraf panjangnya. 

Bara: Aturan dasar deskripsi adalah: show, don't tell. Jangan katakan bahwa "dia marah." Tunjukkan bagaimana orang yang sedang marah. Deskripsi yang baik, katanya, adalah deskripsi yang menggunakan setidaknya lebih dari satu panca indera: tidak hanya visual. Jangan pula terjebak pada deskripsi yang kepanjangan. Nanti jadinya bertele-tele dan berlebihan. Saya kadang begini. Hehehe. Dan bagaimana membuat deskripsi yang baik? Lagi-lagi perbanyak latihan. Berlatih mendeskripsikan emosi, tokoh, dan lokasi. 

Gue: Tapi deskripsi dalam buku "Cinta." keren, loh. Oh iya, ada pesan/tips buat penulis-penulis baru nggak kayak saya? 

Bara: Mengutip dari penulis lagi, "Finish what you're writing. Whatever you have to do to finish, finish it." — Neil Gaiman. Pesan pertama adalah: selesaikan naskahmu. Selesaikan tulisanmu. Kau belajar banyak hal dari menyelesaikan apa yang sudah kau mulai. Banyak baca buku. Jangan hanya dari satu penulis, tapi dari banyak penulis. Baca buku-buku bagus dari penulis besar. Disiplin. Jangan menggantungkan dirimu pada "mood". Kamu harus menguasai "mood", bukan "mood" yang menguasai kamu. 

Gue: Ngomong-ngomong, udah ada rencana untuk buku berikutnya? Apa jangan-jangan udah mulai nulis lagi?

Bara: Saat ini, ada 3 draf novel yang antre saya kerjakan. Saat ini sudah mulai menulis satu. Dua yang lain baru sampai tahap outline. Ada satu naskah yang sudah masuk penerbit. Sedang menunggu tahap revisi. Sambil menunggu, saya menulis draf lain. Jadi, kalau lancar, tahun 2014 ada minimal dua novel baru yang akan terbit. Doakan saja tak banyak halangan. 

Gue: Amin. Produktif banget, ya. Nggak kerasa, udah lebih dari sejam kita ngobrol. Terakhir, menurut Bara, MENULIS itu apa sih?

Bara: Menulis adalah, seperti kata Goenawan Mohamad dalam sajaknya, "Sesuatu yang kelak retak, dan kita membikinnya abadi." Yang kelak retak itu adalah kehidupan kita. Dengan menulis, kita membikinnya abadi. "Menulis adalah kerja untuk keabadian."

Gue: Akhir kata, makasih ya, Bara, atas waktunya ngobrol-ngobrol seputar dunia kepenulisan dan buku "Cinta.". Sukses terus! 

Bara: Terimakasih, Kevin, untuk obrol-obrolnya. Kapan-kapan berbincang-bincang lagi. Saya pamit dulu mau siap-siap belanja buku. Ciao!

35 komen absurd

Hoki banget lo vin bisa ngobrol bareng kak Bernard Batubara. semoga lu bisa produktif kayak dia ya vin :)

Reply

Postingan SANGAT AMAT bermanfaat ;)

Good Luck Vin

ekienglandmuse.blogspot.com

Reply

Bara itu keren ya, Vin..... Ketauan banget orangnya suka baca buku. Iya, cocok banget dijadiin inspirator yang penulis awam kayak gue ini. Kenapa gue bilang "cocok"? menurut gue tulisannya mudah dimengerti, enak juga dibacanya. :)

Reply

kayaknya pribadi yang menarik, jadi penasaran baca karyanya :)))

Reply

Iya. Penulis harus sering2 baca buku, biar ide nulisnya makin banyak hahah.

Reply

Baca buku aku juga, dong. :))

Reply

Wahh.. Pencerahan. Kereenn... Gue juga suka nulis tapi ya gitu, tiba2 ditengah langsung kehilangan arah, dan akhirnya mood gue juga ilang. Haha... Bahkan buat nulis 1 postingan blog aja bisa sampe 2 minggu, nunggu moodnya dtang lagi. Haha..

Reply

ayo vin lo ngeluarin buku baru lagi dong ngahaha.. abis bawa ini semangat gue buat nulis makin membara-bara kayak bang bara haha

Reply

*cuma bisa nangis*

Reply

Haha, jangan biarkan mood yang mengalahkan kita :D

Reply

menarik dan inspiratif broh..

Reply

Amin, doakan, ya :D

Reply

Kevin, thanks banget nih postingan tentang bincang-bincangnya bersama Bara.. Gue juga suka banget nulis, tp lagi kehenti gitu.. Dan gue jadi semangat lagi buat nulis! :D dan jd tertarik buat beli buku "Cinta" juga nih :)

Reply

Yoi, makasih, dy! :))

Reply

Hehe, sama-sama. Yuk, menulis! :D

Reply

Wih, ini yang di twitter dulu gue kepo-in nih. Bermanfaat banget nih buat gue yang masih cemen. Dan kalo diliat-liat, kayaknya kalian berdua cocok. :|

Reply

Wah, kalian berdua adalah inspirasi!

Reply

Cocok sebagai apa, nih? :|

Reply

Perlu dicontohhh....

ayo menulis,
untuk keabadian

salam romantis,
@wignyaharsono
www.wignyaharsono.blogspot.com

Reply

Inspiratif. Cool. Awesome ^^
thanks kevin.. eh kak Kevin :)

Reply

Makasih, Kevin :)
Postingannya menarik dan sangat inspiratif...

Reply

Yeah, sama-sama. Jadi ikutan seneng kalo banyak yg suka :D

Reply

Waaah gaul juga yah, nambah ilmu banget nih ...

Bara sangar, novel lainnya udah antri lagi, salut gue.

Reply

Iya, Bara produktif banget ya hahah..

Reply

Ilmu baru!!
Jejak kak Bara patut dicontoh, dalam kedisiplinan menulisnya.

Makasi postingan ini bermanfaat lho kak..
Salam literasi :-)

Reply

Yoi, sama-sama :))

Reply

Bagus ini vin, sampe gue simpen bookmark :)
Manfaat banget, terkadang problem gue nulis yaitu tadi "mood" gue belum bisa ngendaliin mood ternyata :) . Salam kenal *salaman *pelukan *kecu*** (gak, gak, gak)

Reply

luar biasa! bermanfaat banget nih, bukan cuma bikin buku.. buat ngelarin skripsi jugak :))

Reply

Ahaha, thanks for komen~

Reply

Poskan Komentar

Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar yang sopan. Nggak perlu promosi link blog, kalo sering-sering mampir, pasti dapet feedback kok. Tanpa para pembaca, blog ini bukan apa-apa. Hehe. Salam, Kevin Anggara (@kevinchoc).