Kevin Anggara: Don't Waste your Life

Don't Waste your Life

Alasan untuk hidup.

Ada warna hitam, ada warna putih. Ada kabar baik, ada kabar buruk. Belum lama ini, gue baru aja dapet kabar buruk. Atau lebih tepatnya kabar duka. Kabar ini menimpa salah satu teman SMP gue. Nggak begitu akrab, tapi gue kenal orangnya. Pertama kali mendengar kabar ini, gue agak kaget. Terlebih pas gue tanya sebabnya. Kenapa meninggal? Bunuh diri. 

"Gila!" pikir gue dalem hati.  

Gue tanya penyebab bunuh dirinya. Kenapa? Gara-gara nggak dikasih uang. Buat beli softlens. Yang pertama gue pikirin adalah, apakah hidup itu seharga dengan softlens? Gimana perasaan orang tua yang ditinggal anaknya bunuh diri? Sebagian bakal sedih, karena anak yang udah susah payah dibesarkan pergi meninggalkannya. Sebagian lagi bakal lega, karena nggak usah membiayai hidup anaknya yang (sebut saja) bodoh. 

Kenapa gue bilang bodoh? Karena dengan masalah sepele kayak gitu, mereka malah memilih jalan bunuh diri ketimbang berusaha sendiri. Okelah kalo sebelumnya sedang ditimpa masalah yang sangat berat, lalu stress sampe nggak tau harus ngapain. Tapi, bunuh diri nggak bisa dijadikan solusi. Gue sendiri bingung, apa yang ada di pikiran orang-orang yang memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri. Sebodoh itukah mereka? 

Dalam kasus teman gue, orang tua nggak bisa sepenuhnya disalahkan kalo nggak ngasih anak uang jajan. Itu udah biasa. Tapi masa solusinya bunuh diri? Coba bayangin perasaan orang tua, terutama ibu, yang udah melahirkan, udah memberi kehidupan. Eh, hidupnya malah diakhiri sendiri. Karena masalah sepele pula.

Gue kasian. Bukan sama teman gue, tapi sama orang tuanya. Gue datang ke rumah duka, tempat peristirahatan terakhirnya sebelum dikremasi. Sayang, gue nggak sempet ngeliat dia. Kata orang-orang yang hadir, jasadnya masih diotopsi. Karena hari udah terlalu malam, gue memutuskan pulang. Gue pulang dengan pertanyaan yang masih terngiang-ngiang di kepala. 

Apa yang ada di pikiran orang yang memutuskan hidupnya sendiri? 
Ini bukan (hanya) masalah ideologi agama mengenai bunuh diri. Ini masalah moral masyarakat muda yang semakin menyepelekan sebuah nyawa. Hamil, aborsi. Putus cinta, bunuh diri.
Di postingan kali ini, gue pengin ngajak kalian semua menyadari bahwa hidup itu berharga. Hidup itu indah. Putus cinta, bunuh diri? Cari yang lain! Masih banyak orang di dunia. Nggak dikasih uang, bunuh diri? Kerja! Lalu cari uang yang banyak. Nggak usah bunuh diri, karena pada waktunya nanti, kita semua pasti akan dipanggil. Hidup adalah pemberian Tuhan yang harus kita jaga. Bunuh diri itu ya berarti kalian menyia-nyiakan pemberian Tuhan. 

Beberapa waktu yang lalu, gue lagi asik ngaskus. Terus, nemuin satu thread yang menarik buat dibahas. Yap, daripada "mati sia-sia" dengan cara bunuh diri, mending coba sesuatu yang lebih bermanfaat. Berikut hal-hal bermanfaat yang bisa dilakukan setelah meninggal:

1. Menjadi pohon. Ini beneran. Perusahaan Bios Urn menerima DNA untuk digabungkan dengan benih pohon. Dan pohon tersebut akan diberi nama kalian juga. Cocok buat yang cinta lingkungan. 

Bios Urn

2. Mendonorkan organ tubuh. Sekarang, kayaknya udah banyak ya lembaga yang siap menerima donor organ tubuh. Ini adalah salah satu hal mulia yang bisa dilakukan setelah meninggal. Organ-organ ini nantinya akan didonasikan kepada orang yang membutuhkan. Bermanfaat, kan?

3. Menjadi pensil. Kedengerannya absurd memang. Nadine Jarvis mengadakan proyek yang menggabungkan abu kremasi dengan karbon pensil. Lumayan, bisa jadi souvenir buat keluarga. Asal pensilnya jangan dihilangin aja.

4. Menjadi berlian. Iya, ini nggak kalah absurd. Perusahaan Life Gem siap menerima dan merubah tubuh yang telah meninggal menjadi berlian. Gimana, tertarik?

Masih banyak hal-hal yang bisa dilakukan setelah meninggal, seperti menjadi wine (minuman anggur), menjadi lukisan, menjadi vitamin, dan sebagainya. Tentunya, meninggal nggak sia-sia. Daripada bunuh diri, kan? Cintai hidup sendiri seperti Tuhan mencintai diri kalian. Kita harus menyadari bahwa hidup ini berharga. Setelah itu? Kita harus bersyukur.

Bersyukur karena bisa menjalani hidup yang indah ini.

In the end of the post, tulisan ini gue ikuti dalam giveaway "Alasan untuk Hidupyang diadakan oleh Aci, salah satu teman yang gue kenal dari Kaskus. Gue tergerak buat ikutan karena pengin membuat orang-orang sadar, bahwa hidup itu berharga. Seperti yang udah gue bahas di atas. Kasus yang menimpa teman gue semoga bisa dijadikan pembelajaran biar kita nggak ikutan kayak gitu. So, mari #CintaiHidup. Don't waste your life. 

90 komen absurd

Anonim Author

Keren vin. jadi motivator aja lu.

Reply

Very very keren so much!! Wouldn't expect it to this extend but this is cool!
Even I get inspired!
Thank you ya vin!

Reply

setuju vin sama "Don't waste your life", masih banyak hal berharga di hidup kita terutama ga bikin ortu kecewa

Reply

Masih banyak hal keren yang bisa kita lakukan selagi hidup ^^

Reply

demi siapa kamu hidup vin?:D

pada absurd semua tuh:D, cuma no.2 doang yang dapat diterima otak gue tapi pastiinya semua bermanfaat
semoga postingan ini bisa menekan angka bunuh diri di negara ini

Reply

Sip. Makasih, neng Aci. \o/

Reply

Ya, itu salah satunya. Makanya, postingan kali ini "agak bener" heheh.

Reply

Yoi, bener banget nih..

Reply

Absurd yang bermanfaat ya kayak gitu. Awalnya gue kira itu cuman ngada-ngada aja, eh beneran :))

Reply

Iya vin, kaya lagunya d'masive. Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah. Hehe

Reply

kalo masih mudah mah mending berkarya aja deh.. Nyari aktifitas yang bisa bikin kita sibuk dan bisa ngelupain masalah.. Habis perkara :)

Reply

ada temen gue bang, waktu masih SMP dia udah 4x ngegugurin kandungannya grgr dihamilin sama pacarnya, dan akhirnya sekarang dia udah nikah sama cowok yang beda dan mau bertanggung jawab. padahal harusnya temen gue itu sekarang sama kaya gue, masih kelas 3 SMA.

Reply

itu seriusan bunuh diri karenaa ga dikasih uang?? astagfirullah... speechless gue...

Reply

Gue juga gak ngerti kenapa bisa semudah itu nyawa diputuskan.

produk merk mahal sekarang udah seharga nyawa.

Miris

Reply

Ini alesannya nggak ada yang lebih keren? Minta dibeliin monas, atau dua kilo berlian, gitu? Kasihan orang tuanya. Udah capek-capek ngurusin anaknya, terus ditinggali demi soflents. :'''')

Reply

Mungkin karena org tuanya gak ngasih pengertian makanya anaknya sampe nekat bunuh diri. Ah miris bacanya.
Mending nikmatin hidup dengan terus berkarya \o/

Reply

masak cuma gak dibeliin gitu aja sih, nekad bunuh diri,,
aku gak dibeliin mobil aj biasa vin, nangis aj gak (sadar gak mampu) :v
masih muda itu lakukan aktivitas yang bermanfaat dan positif itu lebih baik :)

Reply

aaaaa setuju banget vin. terharu nih hiks hiks *lap ingus* :D

Reply

Kalo temen gue, anaknya yang minta eh mamahnya bunuh diri.

Reply

Apa dia berfikir hidup itu kayak di game, yang kalo mati bisa di restart -_- btw, gue setuju vin sama postingan ini "Dont waste your life" (y) mantap!

Reply

Kevin makin kece. :')

Aku bangga padamu! :D

Reply

Kasian orang tuanya, ditinggal anaknya dengan cara dan alasan yang nggak masuk akal.
itu keren yang nomor dua, udah meninggal tapi masih bisa bermanfaat untuk orang yang masih hidup :)

Reply

So sad, apa artinya hidup tanpa ngasih apa - apa ke orang tua.?! Semoga kita semua masih sempet ngebahagiain mereka. Amin.. :')

Reply

Yoyoi. Salah satu lagu yang multifungsi tuh. Bisa dibaca juga jadi puisi.

Reply

Iya, daripada mengakhiri hidupnya sendiri..

Reply

Buset, masih SMP, udah 4x ngegugurin kandungan.

Itulah akibatnya coba-coba karena iseng, bukannya nahan nafsu sampe cukup umur. :|

Reply

Ya, begitulah, Cup. Pertama denger juga agak kaget. Tapi ya, udah terjadi.

Reply

mungkin dia mikir dengan bunuh diri, dia bisa dapat softlens di alam lain, sayangnya mungkin aja dia salah....
hidupnya gitu amat yakkk

Reply

Miris banget. Makanya Indonesia belum maju2 ya gara-gara ini salah satunya. Putus asa dikit, bunuh diri.

Reply

Nggak elegan banget, ya. :|

Reply

Anak yang satu ini emang agak badung, dan sebelumnya katanya sempet berantem dulu sama ibunya. Mungkin udah stress banget dan nggak tau mau ngapain, dia milih jalan bunuh diri. Lebih miris pas gue liat beritanya di salah satu media yang kayaknya asal2an banget beritainnya. :|

Reply

Separah-parahnya gue kalo ngambek nggak dibeliin sesuatu, paling cuman diem aja di dalem kamar. Besoknya juga udah baikan lagi. Yoi, harusnya melakukan hal yang positif atau berkarya aja..

Reply

Tapi dia belum tau, nggak semua game bisa di-restart. Makasih, bro!

Reply

Ah, Acen bisa aja hahaha. Makasih, ya! :D

Reply

Mau coba jadi pohon nggak nanti? Bermanfaat juga hahaha.

Reply

Padahal salah satu tujuan hidup seorang anak itu ya harus membahagiakan orang tua. Amin..

Reply

Yak, pola pikirnya gitu kali.. Miris, ya.

Reply

Pantesan aja kematian di Indonesia tinggi, banyak yang begitu ternyata -_-

Reply

Ngurangin orang bodoh diindonesia gitu caranya.

Reply

Nangis gw bacanya vin . Keren keren

Reply

Astagfirullah itu umurnya berapa tahun? ga mikir panjang langsung main ambil keputusan aja..

Reply

Gile, 18 tahun. Kepengaruh gaya hidup juga kali yak. Gue si hsuk komennya Yoga. Intinya gini: Kalo ngaku punya agama, berarti harus menghargai Tuhan dan ciptaan-Nya. Dan manusia, adalah ciptaanNya.

Reply

Yap, dia nggak bisa menghargai pemberian Tuhan.

Reply

Woh, udah 44 aja komentarnya

Selain malu orang tuanya, malu juga sama tetangga, sama keluarga besar
malu-maluin sekolah juga, bukannya gue ngerendahin dia cuman dia ga berfikir panjang aja sih :|

Reply

Komen balesan gue juga diitung, makanya banyak hahaha. Yoi, gue malah kasian sama orangtuanya.

Reply

Hahaha, iya sih

Eh Vin coba aja yang bunuh diri itu orang yang pernah malakin lu
"Serebu dong!"
"Ga ada, bang."
"Serius lo ga ada?" nada tukang palaknya mulai nyolot
"Iya ga ada."
*Kemudian dia bunuh diri
\o/

Reply

Bagi yang frustasi, jangan deh bunuh diri. Nanti di akhirat mau jadi apa?

Reply

Gue pernah frustasi saat nilai gue drop, gue kehilangan harapan utk masuk universitas yang gue impikan, saat orang2 lg gak ada di rumah, gue ke dapur dan ngambil pisau. Trus lagi duduk di kursi dan termenung, tiba2 tablet ponselnya bunyi. Kebetulan nada deringnya Lorde - Team karena teringat dengan makna lagu, gue gak jadi ambil niat deh wkwk bodoh amat ya kayak di sinetron sinetron

Reply

Untung aja nggak jadi. :))

Reply

Duh itu pikirannya pendek banget. Parah..

Reply

bunuh diri itu sama aja kayak nambah dosa. udah syukur diberi kehidupan, ealaah..malah diakhiri begitu aja. dangkal banget pikiran orang yang bunuh diri gitu. huft.

Reply

Lah bunuh diri... Ngga pengin sukses apa yak, nikah, terus punya anak, kan enak, ah. (--,)

Reply

Iya, padahal hidup ini kan indah banget. Sayang, masih muda gitu..

Reply

Nggak mikir sampe situ kali :))

Reply

kak posting pengalaman kakak pas ikut lomba blog dong ... dan tips buat menang hehe makasih '-')/ atau kalo ternyata udah posting aku mau minta link.... *pengunjung baru nih kak*

Reply

itu cuma orang yang nggak sabaran sepertinya. :3
Sumpah demi softlens.
orang yang bunuh diri itu bodoh banget. :P

Reply

Menarik. Ada kecocokan jadi motivator lah vin...
No coment sm ttg 'bunuh diri' :|

Reply

Ga bijaksana dalam menjalani hidup. Mungkin ada alasan lain yang menambah keinginan dia untuk bunuh diri. Don't waste you life, Be wise in life.

Reply

Nggak bakat jadi motivator :))

Reply

Ya, mungkin. Tapi, nggak ada yang tau. Udah terlambat.

Yes, be wise in your life.

Reply

Yup, life is to damn pricey for just a thought of suicide,
tp klo denger org terdekat yg bilang mo suicide atau ngasih singnal ttg itu, kayak "hidup gw udah ancur" atau "aku udah capek sama kehidupan", jgn dianggap sepele, krn sebagian besar org yg mo suicide ngasih signal tp gak ditanggepin,
klo ada yg bgitu, konsultasikan ke org yg kompeten, psikiater, psikolor dan/atau rohaniawan, konselor dll

Reply

Btw, temen lo yang meninggal cowok apa cewek? semoga cowok ya. Karena dengan alesan semacam itu, kalo dia justru seorang cowok, itu justru jadi suatu hal yang terksesan hina. Softlens, cowok, dan bunuh diri. Oh, God...

Reply

Cowok, dan itu alasan yang nggak masuk akal banget. Jangankan keluarganya, gue aja malu. :|

Reply

Kalo sebelumnya udah ngasih signal gitu, musti buru-buru konsultasiin sebelum terlambat. Semoga abis dapet konsultasi, bisa sadar.

Reply

Gue aja tadi ulangan harian disekolah 4 nomor gak dijawab dapet nilai 60 gak ada niat bunuh diri tuh. Hidup itu bukan kita yang tentukan tapi takdir jadi biarin let it flow aja deh.

Reply

gila bannget sih , cuma gara-gara gituan ja ampek bunuh diri tannpa tuh barang dia juga masih bisa hidup kan wah.. kayaknya dia udah kena virus-virus hidup glamour
kayak postingan baru ku ceck it http://expresiuci.blogspot.com/

Reply

Yap, let it flow dan jalanin aja. Hidup kan nggak ada yang tau..

Reply

Nggak mikir sampe situ kali..

Reply

Keviiiiiiiin isi kepalamu kadang gak ketebak banget yaaaa :D

Nice post btw :"D

Reply

Hahaha, lagi bener ini postingannya X)

Makasih :D

Reply

Bener banget, bunuh diri tuh bukan solusi buat selesain masalah. Good post, kevin :) Inspired banget. Oia, kunjungin blog gue juga ya rahmaelbones.wordpress.com hehe :D

Reply

Sebagian besar kasus seperti itu dimulai dari hubungan yang tidak harmonis antara anak dan orangtua. Sudah menjadi kewajiban orangtua untuk melindungi anaknya baik secara lahir maupun batin. Pemikiran seorang anak yang belum cukup dewasa belum mampu mengendalikan emosi yang dimilikinya, makanya tugas orangtualah untuk mendampingi sekaligus memberikan nasihat terhadap si anak agar tidak melarat dan mempunyai jalan untuk tujuan hidupnya.

Reply

Ya, butuh kerja sama antara orang tua dan anak lah biar bisa harmonis. Anak kan disekolahin biar bisa dapet pelajaran, bisa mengendalikan emosinya.

Reply

Kucing aja yang (katanya) punya nyawa 9 ga mau mati sia - sia lah ini orang yang nyawanya cuma 1 berani bunuh diri

Reply

Kucing mau nyawanya 9 kalo ditabrak mobil juga mati X))

Reply

itu temen gue si frans dia pernah skolah di sanle kalo ga salah , trus akhirnya pindah ke skolah gue di melania 1 , doi pacaran sama anak smp sanyo yg tadinya kls 6 doi skolah di melania juga , tapi kata bonyok nya, doi bunuh diri akibatt di putusin kata bonyoknya .. cmn gue krg tau juga , gue masih bingung yg bener mana . media atau komentar ortunya .. :/

Reply

Iya, memang dia. Tapi harusnya nggak usah disebutin deh namanya.

Reply

gw pernah punya niat bunuh diri... pas temen2 gw pergi jauh dari gw...
teman adalah segalanya for me..

Reply

Syukurlah nggak jadi. Yap, lingkungan dan teman2 juga berpengaruh sih..

Reply

Moga aja yg depresi baca blog ini. Hue

Reply

Masih banyak hal yang bermanfaat yang bisa kita lakukan, jangan sia-siakan setiap hembusan nafas ini apalagi sampai mengakiri hidup sendiri. Yang sakit aja pengen sehat dan pada panjang umur bahkan rela menghabiskan harta bendanya. Bersyukur atas apa yang kita punya.

Reply

Jadi intinya, DON'T WASTE YOUR LIFE! :)))

Reply
Anonim Author

pin lopyu pin :* wkkk - SeptiAssegaf

Reply

kalau ga bunuh diri ga dosa, mungkin ane udah bunuh diri

Reply

Poskan Komentar

Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar yang sopan. Nggak perlu promosi link blog, kalo sering-sering mampir, pasti dapet feedback kok. Tanpa para pembaca, blog ini bukan apa-apa. Hehe. Salam, Kevin Anggara (@kevinchoc).