Kevin Anggara: Kami Bukan Selebtwit

Kami Bukan Selebtwit

Twitter adalah sosial media yang spread-nya sangat cepat. Orang-orang nggak akan ketinggalan update-an terkini setiap refresh timeline twitter. Selalu ada aja twit baru setiap detiknya. Twit berita, twit galau, twit promosi, twit lucu (padahal garing), sampai twit-twit yang di-update dari sosial media lainnya. Via Instagram, via Path, via Gra. Ehm

Spread-nya cepat. Satu twit yang biasa aja kalo di-retweet oleh akun berfollowers banyak, pasti langsung rame. Tab interaction si pemilik twit udah dipastikan akan banjir oleh mention, retweet, RT-an, dan sebagainya. Makanya, banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan followers banyak dengan harapan bisa terkenal. Yah, sebut saja selebtwit. Sebutan untuk akun twitter dengan followers yang lebih banyak dari jumlah twitnya sendiri. 

Atau definisi lainnya, akun twitter yang menjadi selebriti karena twitnya banyak diomongin orang-orang. Tapi, nggak semua akun twitter yang rame diomongin semua orang itu udah pasti selebtwit. Belum tentu. Menurut pandangan gue sendiri, seseorang bisa disebut selebtwit jika punya followers banyak, tapi nggak punya karya. Misalkan si Hantu Timeline atau Dwitasari itu. 

"Tapi, Dwitasari kan punya karya?"

Iya, tapi copas. Buat apa juga coba. Sebenarnya, banyak selebtwit yang dulunya belum punya karya, tapi gara-gara followers-nya banyak, diajak (atau coba-coba?) bikin karya deh.

Selebtwit

Gue juga suka kesel sama beberapa akun publik yang mempromosikan karya si adminnya sendiri. Misalkan (ini misalkan) admin TwitFakta, yang tiap hari ngebahas seputar fakta unik, tiba-tiba dipakai adminnya promosi karya sendiri yang nggak berhubungan dengan twitnya selama ini. Rasanya, curang aja. Kalo kayak gitu caranya mah, banyak orang-orang yang membuat akun publik dengan followers banyak, untuk kemudian dipakai sebagai lahan promosi karyanya. Kalo gini, persaingan jadi nggak sehat. 

Tapi tunggu, gue nggak mau bahas itu. Biarlah itu menjadi misteri, dan para pemakai sosial media lainnya bisa lebih bijak dengan nggak ikut-ikutan follow akun-akun curang kayak gitu. Follow akun twitter menurut gue hak seseorang. Hak lu kalo mau ngegalau ria ngeliat twit galau, hak lu kalo mau beli karya si admin akun publik, hak lu kalo mau retweet twit si selebtwit setiap detik, hak lu kalo mau bilang "Dia idola gue, lu tau apa!?" Hak lu, men

Seperti yang gue bilang di atas, seseorang (menurut pandangan gue) bisa disebut selebtwit jika punya followers banyak, tapi nggak punya karya. Nah, kalo akun berfollowers banyak yang punya karya, menurut gue mereka bukan selebtwit. Mereka adalah artist (penulis, penyanyi, pelukis, dll). Artist ya, bukan artis. Menurut gue, walaupun orang yang berkarya dan artis mempunyai bahasa inggris yang sama (artist), konotasinya di Indonesia itu berbeda. Sama seperti mati listrik, yang lebih dikenal dengan sebutan mati lampu. Sama seperti lampu lalu lintas, yang lebih dikenal dengan sebutan lampu merah. Sama dengan Transjakarta, yang lebih dikenal dengan sebutan busway. Begitu juga dengan artis.

Di Indonesia, artis lebih kepada orang yang eksis di layar kaca. Sedangkan artist (terdiri dari kata art yang artinya seni) adalah orang yang berkarya.

Dan ingat satu hal ini, 

Followers artist datang bukan dari twit-twit setiap hari, tapi dari karya mereka. 

Gue bukanlah seorang selebtwit, karena gue punya karya. Gue udah nge-blog duluan sebelum main twitter. Kerjaan gue setiap hari bukan ngetwit doang, tapi gue musti nge-blog, sekolah, dan melakukan aktivitas layaknya manusia normal. Followers gue juga kebanyakan datang dari karya yang udah gue buat. Banyak followers yang awalnya mengenal gue dari tulisan di blog, dari buku yang gue buat, dari forum Kaskus, dan masih banyak lagi. Sedangkan selebtwit, followersnya datang dari twit-twit setiap hari, bukan dari karya. Iya, karena mereka nggak punya karya. Kalo mereka punya karya? 

Berarti mereka artist. Orang yang berkarya. Simpel.

Yah, walaupun ada beberapa yang karyanya tercipta setelah dia dikenal karena twit-twitnya setiap hari. But hey, mereka punya karya kan. Hargai karya orang. 

Semoga dengan membaca tulisan singkat ini, orang-orang yang suka nuduh akun berfollowers banyak adalah selebtwit bisa membedakan. Mana selebtwit dan orang yang berkarya. Bayangin perasaan kami (orang yang berkarya) dibilang selebtwit cuman karena followersnya banyak. Padahal, followers kami juga datang gara-gara karya yang telah kami buat. Jangan menilai seseorang, seakan kamu tahu kehidupan orang tersebut. 

Dan, untuk yang kesekian kali, gue harus bilang... kami bukan selebtwit. 

PS: Gue menulis postingan ini untuk mewakili dan menjawab keresahan kami (yang disebut selebtwit, padahal bukan). Postingan ini gue buat tanpa menghina pihak mana pun. Ya, inilah pendapat gue. Kalo nggak setuju, bukan masalah. Gue menghargai pendapat kalian yang mungkin berbeda dengan pendapat gue sendiri. Karena semua orang, punya pendapat masing-masing, kan. 

98 komen absurd

Nice post! '-'b yang sabar, Vin. Gue ga nganggep lo selebtwit kok. x)

Reply

Ah iya, bener tuh vin!. Gue juga agak aneh gitu sama selebtwit. emang apa bagusnya sih? cuma terkenal dengan kata-katanya. Udah gitu copas lagi. Hadeehhh.

Gue lebih suka ngefollow orang yang mempunyai karya 'yang menurut gue bagus'. baik itu dari blog ataupun buku. Hidup orang yang berkarya! ( 'O')9

Reply
Anonim Author

Vin, Lo penulis kan? harusnya nggak harus nyindir semua followers lo. Mereka punya hak dong buat muji atau panggil nama lo selama itu bukan nama binatang dan sebagainya. mereka juga berhak mengatakan apapun yang mereka mau. jangan jadi penulis yang suka nyindir followers, atau penggemar. Gapenting seberapa hebat lo nulis, toh tanpa mereka yang selalu membaca dan berkomentar lo gadikenal kan? lo juga bukan siapa siapa. Belum jadi lebih terkenal aja udah pedes banget postingannya, Raditya Dika yang udah terkenal aja ga gitu-gitu juga ngomongnya. :))

Reply

Bagian mana coba boy yang nyindir followers? :))

Reply

Gaya tulisannya engga Kevin banget hehehe

Reply
Anonim Author

Bukan postingan ini, tapi postingan followers. sengaja gue komen nya disini.

Reply

bener sih vin, tapi liat hasil dari postingan ini, ada anonim yang ngomen nggak enak. saran gue, nggak usah terlalu dibahas, antepin aja, let it flow. semangat kawan!

Reply

Postingan follow back? Apa mungkin lu pernah minta folbek, terus gara-gara gue kacangin terus kesel? Coba bagian mana yang nyindir? Kalo ada bagian yang nyindir mah, dari awal followers gue udah menghujat gue habis2an. Lagian, kalo lu merasa kesindir, berarti bener dong?

Dan, bersikap seperti penulis cerdas itu gimana? Berarti lu bisa dong? Hehe.

God bless you.

Reply

Iya, makasih ya :D

Reply

Postingan ini didasarkan atas keresahan gue, untuk mewakili orang-orang yang berkarya yang disebut selebtwit. Padahal, kami bukan selebtwit.

Reply

Iya, anonimnya kesindir itu :))

Reply

Cacad banget emang, gak guna. Dwitasari tuh emang gue setuju sama lo vin, sumpah tulisan lo cacad benar, mencerahkan pikiran gue. Kadang akun2 kek gitu banyak curangnya, yang gue heran nih vin, teman2 gue yg gue follow apalagi yg cewek, ya allaaaaah suka banget retweet kata2 Dwitasari, emang dari nenek moyangnya kali ya dia galau, banjir retweet ini timeline. Gue juga mau bikin artikel gini ah di blog gue xD

Reply

Err.. yang cacad apanya nih? :|

Reply

Iya iya, aku percaya kok sama kamu, aku percaya kamu bukan selebtwit selama ini *peluk* :)

Reply

Bukan aku aja, KAMI semua (orang yang berkarya) \o/

Reply

Yeiss. Selebtwit dan orang yg berkarya itu beda kelas. Suka ngenes kl disama2in. Selebtwit terkenal cm karena kata2 (dan banyak yg copas) disamain sm orang yg berkarya dg usaha&kerja keras. Duh..
Gue tunggu karya lo yg lain nya bang ^^

Reply

Yap, itu bedanya. Makanya gue resah, kalo ada yang nyebut akun berfollowers banyak itu udah pasti selebtwit. Padahal, followers juga datang dari karya, bukan twit. :D

Reply

Hahaha setuju Vin. Akhirnya muncul (lagi) tulisan kayak gini. :D

Sekarang, cuma modal followers aja, bisa nerbitin buku. Kadang malah nggak peduli seberapa baik isi buku-nya, yang penting yang beli banyak. -__-

Reply

Biar kalo masih ada yang bilang selebtwit, tinggal kasih link postingan ini.

Nah iya, itu udah dibahas lebih lengkap kan sama Alitt. \o/

Reply

Berarti gue beruntung dong karena gue punya karya dan gue gak disebut selebtwit. Huehehe :))

Reply

Tapi vin... Aku pengen jadi selebtwit :(((

Reply

Jadi selebtwit itu menyenangkan tapi susah dijalanin

Reply

Jelas beda, Vin! Kalo menurut gue juga akun yang berfollowers banyak berkat karyanya sendiri, lebih indah difollow ketimbang selebtwit yang cuma cuap-cuap tanpa karya.

Reply

Ya bebas sih. Tapi kalo gue, nggak mau disebut selebtwit.

Reply

Jadi orang yang berkarya juga menyenangkan, tapi susah dijalanin kalo punya followers banyak, karena bisa aja disangkanya selebtwit. Padahal followersnya datang dari karya yang dihasilkan.

Reply

Yup. Tapi, ada sih beberapa selebtwit yang menarik buat di-follow karena twitnya asik. Yah, pinter2 aja lah dalam menggunakan sosial media. Intinya gitu hehe.

Reply

Dwitasari dulu sempat bikin heboh di Kompasiana karena hits (pageview) yang tinggi di setiap posting.. Entah ada hubungannya atau tidak..
Dan salah satu dari seseorang yang ngaku-ngaku sastrawan (padahal dia akademisi), sekarang punya akun berfollower 1 jutaan, dan followernya suka nyepam nawarin aipet, itu akunnya adalah transisi dari akun tanya cinta/soal cinta (detailnya gue lupa). Jadi, akun yg laku pun bisa aja bertransformasi, entah dijual apa nggak..

Nah, lo jual akun lo berapa, vin? Uwuwuwuwuw~~~~

Reply

Akun gue nggak dijual.

Reply

Iya..

bener nih. Apalagi akun - akun yang suka minta foto bidadari kalo udah malam. Ngeganggu banget. Pengguna twitter keknya udah dihuni sama pengguna facebook yang alay juga nih.

Reply

"Artist (terdiri dari kata art yang artinya seni) adalah orang yang berkarya, sedangkan artis yang adalah orang yang cuman ngeksis di lacar kaca."

Koreksi saya ya vin kalo saya salah, mmm... artis itu kan kata serapan dari bahasa Inggris yang ada di kamus besar bahasa Indonesia dan mempunyai arti [n] ahli seni; seniman, seniwati (spt penyanyi, pemain film, pelukis, pemain drama)

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/artis#ixzz2sTFtFvMu

Jadi kalo menurut saya sih ya vin, yang biasanya nongol numpang eksis di layar kaca itu kebanyakan bukan artis (sesuai dengan artinya sendiri pada kamus besar bahasa Indonesia) tapi selebritis tukang numpang eksis. Jadi rasanya statemen-mu yang di atas itu kayaknya kok kurang tepat ya? atau saya yang bodoh ya brader? hehehe, maklum cuman tukang mungut sampah :) Anyway, good job for you Vin :)

Reply

Take it easy, broh. Gue juga nganggep lo blogger yang suka emyu kayak gue juga kok.

Gue juga sependapat sama yang lo bahas ini. Kita punya karya. Bahkan gue sendiri ngerasa gue artist, walaupun followers gue nggak banyak. Let it flow aja. Biarin pemikiran publik belajar dewasa lewat semua ini. :)

Reply

Yap, artis yang gue maksud emang yang eksis di layar kaca itu, soalnya di Indonesia kan udah tertanam: artis = orang yang sering muncul di TV (di luar arti sebenarnya menurut KBBI). Sama kayak mati listrik, orang kebanyakan mengucapkannya mati lampu, padahal beda, kan.

Anyway, makasih koreksi dan komentarnya brader.

Reply

Yap, gue cuman pengin "orang-orang yang suka bilang akun berfollowers banyak itu udah pasti selebtwit" sadar, bahwa itu belum tentu benar.

Biarlah ini menjadi misteri, dan pemakai sosial media jadi lebih bijak.

Reply

Prinsip gue sih gini, selama dia nggak menganggu dan gue nggak biayain internet dia buat main sosial media, nggak masalah. Mau dia upload foto makanan setiap hari, upload foto skor Flappy Bird setiap hari, ya terserah dia. Akun-akun dia juga.

Kalo nggak suka sama akun twitter seseorang, tinggal unfollow aja sih. Gitu.

Reply

haha iya gue setuju sama komennya azis soal artis dan artist. kayaknya lebih tepat perbandingannya artis dan selebritis.
ah biarin aja orang mau bilang apa, yang follow kita dari jaman belum punya karya pasti tau gimana prosesnya bisa dapet followers. Kalo ada yg nyinyirin ya cuekin aje.. :))

Reply

KEVIN! GOOD POINT!

:D

Reply

ternyata dwitasari gitu ya? ckck
kevin bijak! aku suka aku sukaaaa :)

Reply

yup. ane tau lo juga dari blog dulu kok. gue lebih suka ngikutin blog lo daripada twitter lo. gapapa kan ya..

Reply

Betul banget, tapi tweetnya selebtwit itu juga bisa di sebut karya kok walau cuma 140karakter :D

Reply

followers emang bisa merubah status seseorang menjadi selebtweet ya. semua karena followers. hahahahahahaha.

Reply

oh gitu ya vin. hehehe... sip deh, paham kalo gitu. lanjutin vin karya - karya tulisanmu. tulisan segini aja bisa bawa emosi pembaca, gimana kalo tulisanmu banyak ya vin? hahaha... Two thumbs up!!

Reply

tapi dwitasari itu penulis vin sama kayak elo. itu bisa dibilang artist atau masih selebtwit?

Reply

wah baru tau kalo akun @twitfakta suka promosi pake akun sndiri -,-
btw, ternyata kamu masih sekolah ya bang? kirain udah kuliah :D

Reply

gue kira selebtwit itu twitnya para selebritis, ahaha, bukan ya? :D

Reply

Entahlah, biarkan itu menjadi misteri. Mau merasa jadi selebtwit juga sah-sah aja.

Reply

Ya ampun, padahal gue bilang pake "misalkan". Itu contoh akun publik. -__-

Reply

Tapi gue bukan selebtwit.

Reply

Kalo yang kayak gitu, terserah mau nganggepnya apa. Tapi kalo gue, nggak mau dibilang selebtwit. :)

Reply

Kalo begitu, semua yang main twitter juga berkarya dong karena ngetwit?

Reply

Kasusnya udah lama tau..

Reply

Walaupun bahasa inggris seniman dan artis itu artist, konotasinya di Indonesia beda.

Karena belum ada (kayaknya) yang membuat postingan "pembelaan" begini, gue pengin buat sadar yang nyinyirin itu :))

Reply

Yang begini yang harusnya dibaca sama mereka-mereka nih, Vin! Sering banget aku bilang begini tapi ya gitu, nggak ditanggepin -_- thank you ya karena udah mewakili perasaanku :")

Reply

Iya, menurut gue tulisan yang bagus itu bisa menggugah emosi pembaca tanpa harus menghina pihak mana pun. (((MENGGUGAH)))

Kalo tulisan kontroversial, mungkin baru dikit di blog gue. Biasanya karena gue resah aja, makanya nulis biar lega. Ada yang beda pendapat sama gue, ya nggak masalah. Semua orang kan punya pendapat masing-masing.

Thanks, brader.

Reply

wah, baru tau kalo dwitasari itu copas. haha...
btw ini post musti dibaca banyak orang...
tengkyu

Reply

bener banget, ini semua paling cuma iri dengkinya orang yang punya obsesi jadi selebtwit / followers banyak tapi ga kesampean

Reply

Hahaha. Bener nih, kita masih suka salah mengartikan mana yang Artist mana yang selebritis. Contoh artist: Slamet Rahardjo, contoh selebritis: Arya Wiguna.
Yah, apapun sebutannya, santai aja, Vin. yang penting berkarya terus :D

Reply

Wah bener vin, kemaren pas ketemu sama bang Alit (@shitlicious), beliau juga bilang kalau selebtwit itu memang orang yang terkenal dari twitnya seperti Arief Muhammad (@poconggg), tapi kalau bang bena dan bang Alit dia memang berangkat dari blogger bukan dari twitter. Jadi gak pantas disebut dengan selebtwit.

Btw Good Point Vin, keep it on brother !! :)

Reply
Anonim Author

Ini lebih dari KEREN kak!! :D

Reply

Aduh Vin...habis makan apa?
Kok beda ama tulisan kevin terdahulu, Berapi-api banget... biasa kalem...*

Reply

setuju sama kak Kevin! banyak memang di twitter sekarang yang kayak gitu.. Malahan,, banyak temen gue yang berlomba-lomba supaya di polbek ama selebtwit..

Reply

Bener nih! jadi gampang bedain orang yang punya karya atau nggak. dan yang emang selebtwit atau bukan

Reply

Iya. Tapi gue masih percaya, artis dan artist (pake T) itu tetep beda hehe.

Sip! :D

Reply

Nah, semoga mereka sadar ya :D

Reply

Makasih, anonim :)

Reply

Gaya tulisan gue bisa berubah-rubah sesuai kondisi.

Reply

Ya, siapa tau dengan difolbek selebtwit mereka bisa mencerdaskan kehidupan bangsa~

Reply

Yoi. Tinggal lihat, dia punya karya atau nggak.

Reply

Bantu sebarkan ehehe.

Reply

Yeah, maka dari itu, gue nggak mau disebut selebtwit karena gue berkarya.

Makasih :D

Reply

Anonimnya kemana ? Kabur ? *case closed*

KAMI BUKAN SELEBTWIT ~~~\o/~~~

Reply

Bener vin setuju. Gue juga bukan selebtwit, dan gue ngeblog lebih dulu daripada twitter haha

Eh gue baru tau dwitasari itu cops heeehh

Reply

Ini bener-bener keren vin !!! :'D
Nggak semua yang sering nongol ditelevisi itu selebtwit.
Dan nggak semua selebtwit masuk televisi. Gimana mau masuk televisi wong nggak punya karya....... :3

Reply

Aahh,i see.. suka banget sama analogi bahwa "artist == Orang yang berkarya"
How great~

Reply

Keren nih postingannya vin!

Reply

Punya karya tapi nggak harus masuk televisi kok.. Hohoh..

Reply

Boleh nih,Vin, buat orang-orang yang udah salah mengartikan selebtwit.

Reply

hahah, iy vin. tumben''an tulisan lo berapi-api gini.
hoo, gue baru tau klo dwitasari itu seleb tweet. pernah dnger'' sih. tapi baru pham skrg

Reply

Sebenernya kata 'artis' itu nggak ada, yang ada kata 'selebritis'. Tapi ya itulah, kadang udah salah kaprah duluan, haha. Setuju, Vin! Mungkin dunia gue lebih ke karya nggambar jadi temen2 gue banyak di kalangan seniman daripada blogger/penulis kayak lo haha.

Reply

Iya, resah aja sih sama fenomena gini.. Hehe..

Reply

Artist ada kok.

He eh, yang penting tetep berkarya!

Reply

Yeay! Gue suka sama post-an ini, ada benernya juga!:))

Reply

Gue #AntiSelebtwit vin. Makasi, postingan lo ini mewakili kegelisahan hati gue juga.

Reply

ne post emang bener sob, , ,
kadang" malah berubah jadi akun promosi yang menakutkan :D :D
thanks info nya . . .
maen ke blog ane yuk , , , ,

Reply

Kece nih ahaha salut vin gue sama lo

Reply

Terus si seleb tweet itu biasanya klo udah bnyk followers dipaksain bikin buku dgn skill nulis yg amat kuranggggg

Reply

iya vin, aku setuju! aku gak suka orang2 kayak kamu dibilang selebtwit :))

Reply

Gue juga nggak suka, agak risih sih, makanya nulis ini hahaha.

Reply

Kabar gemb...Sedih. vin, sekarang Dwitasari udah nulis buku!

Reply

Sebelum postingan ini gue tulis juga udah kok.

Reply

Poskan Komentar

Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar yang sopan. Nggak perlu promosi link blog, kalo sering-sering mampir, pasti dapet feedback kok. Tanpa para pembaca, blog ini bukan apa-apa. Hehe. Salam, Kevin Anggara (@kevinchoc).