Kevin Anggara: Semoga Menjadi Kenyataan

Semoga Menjadi Kenyataan

Imlek adalah saat di mana gue benar-benar percaya dengan pepatah "Don't judge the book by the cover." Pada saat Imlek, 'cover' belum tentu mencerminkan isi di dalamnya. Ada banyak hal-hal yang bisa dilakukan pada saat tahun baru Imlek.


Imlek

Seperti tahun baru Imlek sebelum-sebelumnya, keluarga besar gue turut serta merayakannya sesuai dengan tradisi yang ada. Tradisi yang mengharuskan kami melakukan sembahyang untuk menyambut datangnya tahun baru Imlek. Yang dilakukan saat tengah malam menjelang Imlek. Sembahyang kepada para leluhur. 

Lalu, tradisi yang mengharuskan kami berkunjung ke rumah sanak saudara untuk berkumpul bersama. Kemudian, secara bergantian, menjadi saling mengunjungi. Selain tradisi ini, masih banyak tradisi-tradisi lain yang dijalankan oleh keluarga gue. 

Misalnya, pintu dan jendela yang harus dibuka pada saat tengah malam. Katanya, biar rezeki banyak yang masuk. Tapi, gue kok malah takut yang masuk malah maling. Soalnya udah tengah malam, bukannya menutup pintu dan jendela, kami malah seakan mempersilahkan mereka masuk. Rezeki nggak datang, yang ada justru hilang.


Imlek

Tradisi lainnya adalah membersihkan rumah sebelum tahun baru Imlek. Beberapa hari sebelum tahun baru Imlek, kami sekeluarga membersihkan rumah sampai benar-benar bersih. Sampai isinya nggak ada. Besoknya, kami nggak jadi Imlek-an.

Ada lagi tradisi yang bertentangan dengan tradisi di atas. Yaitu, tradisi yang tidak memperbolehkan kami membersihkan rumah pada saat Imlek. Dalam kondisi apapun dan sekotor apapun, kami tidak boleh membersihkannya. Soalnya, membersihkan rumah pada saat tahun baru Imlek dianggap membuang rezeki. Karena tradisi ini, rumah kami jadi kotor.

Makanan yang harus disediakan juga menjadi salah satu tradisi yang dipercayai keluarga gue. Agak berbeda dengan keluarga lain yang mengadakan perjamuan malam, keluarga gue justru melakukan dua kali perjamuan pada malam dan pagi harinya. Makanan yang dihidangkan juga sedikit berbeda. Kalo keluarga lain menghidangkan ikan bandeng sebagai simbol rezeki, keluarga gue menghidangkan ayam goreng sebagai simbol "Ayam lebih enak daripada ikan." Lihat, nggak ada ikan bandeng pada foto di bawah ini: 


Imlek

Kalo keluarga lain menghidangkan jeruk Bali sebagai simbol kemakmuran, keluarga gue menghidangkan jeruk Mandarin sebagai simbol bahwa nenek gue bisa bahasa Mandarin. Nggak nyambung memang. Kalo keluarga lain menghidangkan kue keranjang, keluarga gue terpaksa menghidangkan kue keranjang juga karena gue udah kehabisan ide. Tapi biasanya, kue keranjang ini dihidangkan saat Cap Go Meh, yang melambangkan hari ke-15 sekaligus hari terakhir setelah tahun baru Imlek. Cap = sepuluh, Go = lima, Meh = malam.

Bukan, bukan Cap = di-stempel, Kaki = alat gerak, Tiga = angka. Itu mah, minuman.

Tahun baru Imlek identik dengan hal-hal yang baru dan beberapa ornamen yang bernuansa merah. Warna merah ini sendiri melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan. Katanya sih bawa hoki juga. Di rumah gue, ornamen bernuansa merah seperti lampion selalu ada. Iya, soalnya gue yang bantuin nyokap memasangnya.
  Imlek
  
Dan dari semua tradisi yang udah gue sebutin di atas, ini yang nggak boleh dilewatin. Iya, pemberian angpao. Merupakan salah satu tradisi agar si penerima angpao bisa mendapatkan keberuntungan dan nasib yang baik. Karena angpao berwarna merah, bukan berarti isi di dalamnya juga berwarna merah. Seperti yang gue bilang tadi, pada tahun baru Imlek ini, gue percaya dengan pepatah "Don't judge the book by the cover." Karena bisa aja, isinya malah berwarna biru, hijau, atau bahkan abu-abu. Atau yang lebih parah, kosong.

But hey, jangan menilai angpao dari isinya. Karena yang terpenting adalah doa yang diberikan pemberinya kepada kita. Walaupun sebenarnya, kita juga berharap doanya didukung oleh isinya. Ya, manusia emang nggak pernah puas. Maunya yang enak aja. Dikasih yang nggak enak, protes. Dikasih yang enak, jadi nggak enakan. AVADA KEDAVRA! ~~\o/

Semakin tua seseorang, maka angpao yang didapatkan dari tahun ke tahun akan semakin sedikit. Itu siklus ekonomi. Kayaknya. Gue juga ragu sih. Angpao yang gue dapet tahun ini lebih sedikit dari yang tahun lalu. Begitu juga nanti tahun-tahun ke depan. Pasti semakin sedikit. Tapi, memang harus kayak gini. Namanya juga perubahan. Perubahan ini nggak bisa dihindari. Jadi, tinggal lalui aja. 

Dari yang dikasih angpao, nanti gue bakal jadi yang ngasih angpao. Dari yang ikut-ikutan sembahyang, nanti gue yang harus memimpin sembahyang. Dari yang takut rumahnya kemalingan gara-gara buka pintu dan jendela saat tengah malam, nanti gue yang jadi malingnya. Dari yang bantuin nyokap masang lampion, nanti gue yang jadi lampionnya. 

Lah.

Tradisi-tradisi yang keluarga gue lakukan pada setiap tahun baru Imlek merupakan simbol pengharapan agar kami selalu diikuti oleh kebahagiaan. Diberi kemakmuran, rezeki berlimpah, dan juga kesehatan. Tradisi yang secara nggak langsung mengajarkan gue tentang indahnya perbedaan. Perbedaan etnis yang bukan menjadi masalah, mengingat kami sekeluarga merayakan Imlek di Indonesia. Negara kita tercinta dengan banyak suku dan budayanya. Perbedaan makanan yang dihidangkan dan isi angpao yang juga bukan menjadi masalah, mengingat nenek gue yang lebih suka jeruk Mandarin daripada jeruk Bali. Karena nenek gue bisa bahasa Mandarin tentunya.

Dan dengan simbol-simbol dalam tradisi Imlek ini, semoga bisa menjadi motivasi bagi gue untuk selalu berusaha. Sehingga apa yang disimbolkan ini, dapat menjadi kenyataan. 

Selamat tahun baru Imlek ke-2565!

49 komen absurd

Anonim Author

Dari gue yang awalnya cuma iseng-iseng baca, sekarah malah gabisa baca. Dari awalnya gue ngikut ngikut sembahyang jadinya gue yang disembahyangin, dari awalnya gue ngikut ngikut makan akhirnya gue yang dimakan keluarga gue.

Reply

gong xi fat cai koh kevin :D

warna merah jadi khasnya imlek, apa itu juga yang mempengaruhi warna merah di blog lo vin??
semoga segala pengharapan di tahun kuda kayu ini bisa tercpai.. ehh bener ga sih kuda kayu haha

kalo berkenan mamfir ke blo ga jelas punya ane vin :) hehe

Reply

selamat tahun baru imlek, Vin!
Ayam emang lebih enak daripada ikan, apalagi ayam kampus. #dikeplak #PakeAngpao

Reply

Baru tau gue kalo Cap Go Meh artinya malam ke lima belas. Btw selamat tahun baru imlek Kevin. Lempar kue keranjangnya kesini dong.. Hehehe

Reply

Gong xi fa cai vin. Tapi kok, rumah lu bersih tuh vin.. Ga kotor.

Reply

Wah elu ngerayain ya, Vin/ Selamat imlek yaa! Gue baru tahu kalo ada tradisi buka-buka pintu dan jendela, selama ini tahunya cuman ampau sama kue keranjang doang. :))

Reply

Itu seriusan pintu ama jendela malem2 dibiarin terbuka?
but nice postingan bro,selamat tahun baru imlek ya..
Main-main juga ke blog gue ya :)

Reply

Selamat Tahun Baru Imlek vin..

Reply

Di pembahasan ini yang menarik cuma 1, ngebahas Angpao :)

Reply

gue imlek kerumah temen, tapi nggak dikasih rendang sama ketupat :(

Reply

Wah, lo ngerayain ye? dari semua tradisi yang paling ngebingungin adalah buka pintu dan jendela pas malem hari. Kalo gue begituan bukannya rezeki banyak yang masuk, yang ada nyamuk yang banyak masuk :|

Reply

wah sharingnya berguna nih buat yg pengen lebih tau tentang imlek, btw saya baru tau kalo isi angpao semakin tua umur seseorang isinya juga makin sedikit. Kalo THR lebaran sih kebalikannya, tapi kalo udah punya kerja tetep aja jadi yg ngasih.

Reply

selamat tahun baru imlek kevin, :D

Reply

aduh kokoh.. itu dirumah lo ngehias lampion apa jualan lampion dah? :p

Reply

Kasihan sekali hidupmu, Nak.

Reply

Makasih :D

Mungkin. Tapi emang gue suka warna merah hahaha. Bener, kuda kayu. \o/

Reply

Makasih, Yog!

Hidup ayam (kampus)!

Reply

Kalo disebutnya hari ke-lima belas gitu aja kan nggak keren X))

Hehe, makasih! :D

Reply

Itu foto pas bersihnya doang sih. Aslinya... ah sudahlah.

Reply

Iya, Di, ngerayain. \o/
Bahaha, setiap hari raya kayaknya punya tradisi sendiri-sendiri..

Reply

Iya. Selagi sembahyang, pintu dan jendela emang dibuka. Habis sembahyang, sekeluarga nggak langsung tidur, tapi ngobrol2 dulu beberapa saat. Baru pas mau tidur, ditutup. Kalo nggak ya kemalingan beneran :|

Reply

Oke, makasih komennya. :)

Reply

Btw, rumah gue masak rendang pas Imlek :))

Reply

Begitulah, kan udah dijelasin di postingannya. Emang, gara2 itu banyak nyamuk juga yang masuk.

Reply

Hahah iya, makin gede, makin dikit juga yang ngasih.

Kalo gitu, enak dong tiap dapet THR :O

Reply

Dua-duanya mungkin X))

Reply

iya lumayan, tapi balik lagi gimana yang ngasih juga sih ga diatur

Reply

Angpao pas momen imlek nggak beda jauh sama lebaran, ya. Bener tuh, makin tua pendapatan isi angpau makin menipis. Tapi emang udah siklusnya gitu.

Btw, selamat tahun baru imlek, vin. :)

Reply

Antara kasihan dan jengkel pasti wkwkk

Reply

Makasih, Shakti! \o/

Reply

Mantap, semoga jadi kenyataan vin :)

Reply

Selamat Tahun Baru Imlek Vin !
Bagi angpao dong...
sebelum lu jadi angpaonya brohh.. :3

Reply

Makasih, De! Tunggu gue nikah nanti X))

Reply

Gua blm kehabisan angpao kan, vin? wkwk

Reply

Angpao-nya gue tabung, Jal. :D

Reply

Jadi tengah malam jagain pintu dan jendela dong, Vin?
Wah, aku dukung suatu saat kamu jadi malingnya, Vin, haha....

Reply

Dulu waktu ane masih mini, dapat angpau yang isinya lebih mahal dari amplopnya. Sekarang malah kebalik.

Reply

Iya, sambil ngobrol2 dulu. Kan habis sembahyang. Pas mau tidur, ya ditutup. Kalo nggak, kemalingan beneran X))

Reply

"Beberapa hari sebelum tahun baru Imlek, kami sekeluarga membersihkan rumah sampai benar-benar bersih. Sampai isinya nggak ada. Besoknya, kami nggak jadi Imlek-an."

BAH :)))))))

Reply

Kena nggak punchline-nya? X))

Gue yang nulis sempet ketawa sendiri ngebacanya bahaha

Reply

Kalo gue tau rumah lu dibuka lebar-lebar pas tengah malem gitu, pasti gue udah mampir, tanpa permisi.

btw, tulisan lo makin keren vin! Punchline-nya dapet banget. gue ketawa-tawa sendiri bacanya. lanjutin vin! (Semoga abis ngomong gini, gue akan dapet angpao dari Kevin. Angpao kosong juga rapopo dah.)

Reply

Klo tahun baru yg masih jomblo. Hatinya juga musti dibuka... gk bakal kemalingan kok...

Reply

Lu bs mndrin gak ko? \o/

Ni hao ma? Wkwk

Reply

Poskan Komentar

Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar yang sopan. Nggak perlu promosi link blog, kalo sering-sering mampir, pasti dapet feedback kok. Tanpa para pembaca, blog ini bukan apa-apa. Hehe. Salam, Kevin Anggara (@kevinchoc).