Kevin Anggara: Bangun

Bangun - Kevin Anggara

Bangun

Ada satu pelengkap tidur (selain kasur, bantal, dan guling) yang biasa kita sebut dengan mimpi. Kata orang, mimpi itu indah. Iya, kita boleh mimpi setinggi-tingginya tanpa harus takut jatuh. Kecuali kalo tidur di jalan raya, kita harus takut mimpi setinggi-tingginya. Karena kalo jatuh, bukan hanya sakit, tapi bisa-bisa ditabrak mobil yang sedang lewat. 

Bukan. Gue bukan sedang ingin membahas mimpi yang gue alami saat tidur. Apalagi membahas arti dari mimpi-mimpi tersebut. Seperti mimpi melihat seseorang yang pingsan, berarti gue akan cepat bertemu dengan jodoh. Mimpi melihat seseorang yang sedang bergosip, berarti gue akan terseret dalam kasus cinta segitiga. Mimpi melihat seseorang yang masuk ke rumah gue malam-malam, berarti gue harus segera bangun. Ada maling. 

Tapi, gue ingin membahas mimpi yang menjadi harapan gue. Mimpi yang harus tercapai. Karena semua orang pasti punya mimpi. Pasti pernah berharap. Pasti ingin mencapainya. Begitu juga dengan gue. Dengan mimpi, gue bisa memperjuangkan sesuatu dalam hidup ini. Gue bisa berandai-andai mendapatkan sesuatu yang gue impikan itu. 

Gue punya mimpi, untuk jadi penulis.


Gue lalu berusaha untuk memulainya dari blog. Selain untuk berbagi, blog juga berguna sebagai tempat latihan menulis. Arsip adalah bagian yang gue suka dari blog. Dengan menelusuri arsip, gue bisa melihat perkembangan tulisan gue. Yang awalnya nulis kaY4k gIN1, berubah jadi kayak gini. Yang awalnya nulis tanpa titik koma, sekarang udah berubah menjadi lebih baik. Yang dalam sebulan hanya publish satu postingan, sekarang minimal seminggu sekali publish satu postingan. Perjalanan gue nge-blog dari awal sampai sekarang (sampai akhirnya menerbitkan buku), selengkapnya bisa dibaca di sini

Siapa sangka, dari sekedar twit gue tahun 2012 itu, gue beneran jadi penulis di Bukune. Walaupun 'diajak', tapi gue berhasil mencapainya. Nggak pernah kepikiran sebelumnya oleh gue, ini akan benar-benar jadi kenyataan. 

Sebelum menjadi penulis, gue adalah seorang pembaca buku (sampai sekarang pun masih). Dari membaca buku, gue coba untuk berinteraksi dengan para penulisnya. Kadang lewat Twitter, kadang lewat email, kadang sekedar ikutan grup chatting yang mereka buat. Ambil contoh, penulis buku Lontang-Lantung, Roy Saputra. Gue mengenalnya pertama kali dari buku Setahun Berkisah. Saat itu, gue benar-benar kagum dengan cerita yang dia tulis di buku tersebut. Gue sempet mikir, "Kapan gue bisa jadi penulis kayak dia?" 

Semua terjadi begitu saja, nggak kepikiran. Sekarang, kita malah saling kenal. Penulis yang gue kagumi ceritanya, yang membuat gue ketagihan untuk membaca tulisan-tulisan lainnya lewat buku maupun blog. Gue sempet ketemu langsung (tunggu, kami normal!), ngobrol, dapat ilmu menulis, sampai mewawancarainya di blog ini. 

Ada lagi, Adis. Backpacker gembel yang gue kenal dari blognya yang unik. Gue sempet nanya-nanya tentang blog dan konsultasi tulisan via email. Sekarang, kita malah saling kenal. Sempet ngerjain project bareng dan diskusi tentang blog juga. Terus, Benakribo. Inspirator anak-anak muda sekarang dalam dunia nge-blog. Gue yang awalnya cuman bisa ngeliat tulisan-tulisannya dari blog atau videonya di YouTube, akhirnya bisa ketemu langsung di salah satu acara blogger gathering yang dia buat. Acara dengan nama #NgeblogYuk yang sangat seru. Selain dapat ilmu baru, gue juga dapat teman baru. 

Gue, Adis, dan Bena, bahkan sempet talkshow bareng dalam satu ruangan. 

Talkshow

Nggak kepikiran. Siapa sangka?

Dari yang awalnya dia-nggak-ngenal-gue, malah akhirnya sempet ketemu langsung, saling sharing ilmu, bahkan talkshow bareng. Menurut gue, ini salah satu pencapaian yang keren dalam hidup gue. Bisa saling kenal dengan orang-orang yang dulu hanya gue lihat karyanya. Yeah, Tuhan selalu mempunyai cara yang nggak terduga untuk mewujudkan mimpi seseorang. 

Semua orang bisa mewujudkan mimpinya. Bahkan, mimpi yang dulu dianggap nggak mungkin. Memang, mimpi-mimpi yang ingin dicapai itu nggak mudah untuk diusahakan. Gimana seseorang mau mengusahakan apa yang diimpikannya, itulah yang dinamakan proses. Mimpi akan tetap jadi mimpi kalo kita nggak berusaha mewujudkannya. Seperti tanaman. Nggak akan bertumbuh kalo nggak disiram. Gimana seseorang mau menyiram tanaman itu, itulah yang dinamakan proses. 

Nggak pernah disiram, yang ada tanaman itu akan mati. Seperti mimpi. Kalo nggak diwujudkan, lama-kelamaan mimpi itu akan mati. Hanya terkubur dalam hati, dan tetap menjadi mimpi. Ini bukan tentang seberapa besar mimpi yang ingin dicapai, ini tentang seberapa besar usaha yang dilakukan untuk mewujudkan mimpi itu. 

Sekarang tinggal memilih, 

Tetap tidur untuk melanjutkan mimpi, atau bangun untuk mewujudkan mimpi?

Kevin Anggara. Seorang blogger yang merangkap sebagai pelajar tanpa tanda jasa. Sedang sibuk kuliah dengan tujuan lulus secepatnya. Banyak dikenal karena video "Alasan Izin ke WC" dan "Dora the Ngeselin" di Instagram, yang entah lucunya di mana.

64 komentar:

  1. semua memang berawal dari mimpi, tinggal kita berusaha dan berdoa saja untuk mewujudkannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, yang penting seberapa besar usaha dan niat kita untuk mewujudkannya.

      Hapus
  2. Hampir sama ceritanya kayak gue. Di taun 2010 gue nulis cerita notes di fb (tentunya dengan tulisan alay). Di notes itu gue balas2an komen sama temen gue dan iseng nulis "10 taun lagi novel gue terbit." padahal gue lebih terkenal pinter gambar daripada nulis. Eh 2013 gue beneran nerbitin buku.. :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, ada yang bilang, "Omongan itu adalah doa." ternyata terbukti ya. Coba buat postingannya Yog di blog. Apa udah ada?

      Hapus
  3. Bener banget, VIn. Sebenarnya, mimpi yang besar itu dilihat dari proses yang besar, bukan mimpi yang besar :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoyoi. Percuma mimpi setinggi langit kalo nggak diwujudkan.

      Hapus
  4. Naksir sama postingan ini nih, keren vin :D (y)

    BalasHapus
  5. Keren..

    Gue suka dengan kata2 yang ini "Dengan mimpi, gue bisa memperjuangkan sesuatu dalam hidup ini"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi. Kayaknya, berkaitan ya dengan postingan gue yang "Don't Waste your Life" Membahas alasan untuk hidup gitu, biar hidup nggak sia-sia.

      Hapus
  6. Mimpi tuh mengawali segalanya. Keren.. Dengan bermimpi kota bisa lebih percaya diri apa yang kita mimpikan #lagibener

    BalasHapus
  7. Ini bijak banget kak:D

    BalasHapus
  8. Terimakasih buat postingan yang sangat menginspirasi :). Jadi inget kata pepatah vin, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian :)

    BalasHapus
  9. "Ini bukan tentang seberapa besar mimpi yang ingin dicapai, ini tentang seberapa besar usaha yang dilakukan untuk mewujudkan mimpi itu."

    amboi, bukan main boi, keren! makan apa sih vin?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih makan layaknya manusia normal kok heheh.

      Hapus
  10. Hmm, akhirnya Kevin kembali kepenulisannya seperti semula, ngak berapi-api..
    Tahun ini (2013) semoga gue bisa nerbitin buku....Amin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh, salah...2014 maksudnya, xixi

      Hapus
    2. Masih belajar nulis. Nanti pengin coba menulis sesuatu yang "berapi-api" dengan cara yang kalem kayak gini. Hoho.

      Hapus
  11. Jadi keinget perkembangan tulisan gue dari dulu sampe sekarang. Walaupun belum bagus2 bgt, tapi seenggaknya bisa lebih baik.

    BalasHapus
  12. Tulisan lo semakin dewasa ya Vin. Kenal pertama tulisan lo gara-gara lo menang lomba blog dari Daihatsu. Keren :)

    Salam Kenal
    W I R A

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wizzz, postingan tahun lalu :))

      Salam kenal juga, Wira.

      Hapus
  13. Gue terpengaruh sama tulisan lo vin. Sampe-sampe gue nahan buat nelen ludah. Agak #jleb juga sih, gue masih santai-santai aja kayak gini. Jadi pengen buru-buru bangun dan bergerak nih. thx vin!

    BalasHapus
    Balasan
    1. The power of writing ternyata kuat hahaha. Kembali :D

      Hapus
  14. Menginspirasi banget kak. Oke, saatnya bangun buat mewujudkan mimpi :v

    BalasHapus
  15. Nice post vin! Ya bisa untuk memotivasi bagi siapa saja yang masih berleha-leha untuk mengejar mimpinya.

    BalasHapus
  16. bener banget. Kita tinggal memilih mau jadi apa dan mau ngapain. Kalo mau tidur buat bermimpi silakan, kalo mau bangun buat mewujudkan mimpi juga terserah, terserah kemauan sendiri.

    Pasti surga banget, bisa ketemu sama idola-idola apalagi sampai bisa talkshow bareng gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, nggak nyangka. Wujudin satu mimpi, tapi pasti banyak kejutan yang akan datang nanti.

      Hapus
  17. Pilih bangun, buat mewujudkan mimpi :)

    BalasHapus
  18. Bangun untuk mewujudkan mimpi dong!

    BalasHapus
  19. Keren, vin! Mimpi gue masih banyak banget nih. Semoga gue bisa ngikutin jejak-jejak penulis hebat macam lo dan lain-lain juga ya! Keren! :))

    BalasHapus
  20. Semenjak gue tau ada penulis muda berbakat kayak lo, gue jadi kepengen juga nerbitin buku. Tiap hari gue kepikiran terus, kapan gue bisa kayak lo vin. Gue juga berdoa sama Tuhan supaya gue bisa nerbitin buku. Tuhan memang maha mendengar, alhamdulillah, tahun ini tulisan kita ada di dalam buku yang sama. Bermimpi itu penting banget, vin. :')

    BalasHapus
  21. kalimat yang ini "Tetap tidur untuk melanjutkan mimpi, atau bangun untuk mewujudkan mimpi?"
    enak banget dengernya, bisa diinget terus buat penyemangat hidup....

    BalasHapus
  22. Gue selalu bermimpi. :D
    iya mimpi emang kayak taneman vin. :'))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, tinggal pilih mau didiemin atau disirem tanemannya..

      Hapus
  23. gara-gara lo vin gue jadi mau nulis dan buat blog :D

    BalasHapus
  24. cerita lo keren vin, bisa mengisi tenaga yang habis untuk mengejar mimpi :)

    BalasHapus
  25. "kamu bisa bukan karena mampu, kamu bisa karena kamu melakukannya" gitu sih. terusin pin, wujudkan mimpi loe yang lainnya juga :))

    BalasHapus
  26. Percuma bermimpi tinggi tapi niat untuk menggapainya ngak ada. Bermimpi boleh asal dengan niat yang tinggi juga untuk menggapainya biar bisa sukses. :))

    BalasHapus
  27. Dan sejak gue dpt temen banyak lewat komunitas blogger, gue bangun. Gue mulai berlatih mewujudkan mimpi gue. Latian jadi ilustrator kece, vin. Suatu saat, sebuah buku dan full ilustrasi cerita, bikinan gue. Wake up! :)

    BalasHapus
  28. mimpi memang menggiurkan, rasa males yang membuat mimpi itu hanya bisa menggiurkan. hehe

    BalasHapus
  29. keren postingannya jadi termotivasi nih :) harus dibiasain ngeblog nih

    BalasHapus
  30. Mimpi emang motivasi nomor satu buat gua, ditambah doa dan usaha yang sepadaan dengan mimpi tersebut. :)

    BalasHapus
  31. ane maksud sob, jangn cm mimpi aja berarti juga harus bertindak kalau mau mencapai sesuatu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, harus bertindak dong. Makanya, bangun! :D

      Hapus
  32. Kenapa bukan tulisan kek gini vin yang lo masukin di buku lo. Gue lebih suka tulisan lo yang kek gini. Tapi, buku lo menurut gue, tetep keren kok..

    Atau mungkin di buku selanjutnya..? :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maklum, tulisan gue di buku pertama masih gitu. Awal-awal nulis, belum terlalu bagus hahaha. Sekarang udah berkembang lah paling nggak hehe. Next, buat buku kedua, gue pake gaya bahasa gini kok hehe :D

      Hapus
  33. Gue sih lebih milih keduanya continue. Karena gue orangnya suka gak puasan. Jadi ya, mimpi-bangun. Mimpi-bangun. tapi kadang-kadang suka terlena sama mimpi, jadi lupa bangun.

    BalasHapus
  34. Gue maniak baca... banyak bgt maunya. Contohnya hari ini mau belajar buat mata kuliah, mau post blog. .. banyak banget pokoknya di otak ini. Cm ada aja rasa males itu. Klo udah baca atau nonton film semua itu hilang.. hilang sampai gue ketiduran biasanya.

    BalasHapus

Terima kasih atas waktunya. Kevin Anggara (@kevinchoc).