Nggak Ada yang Tau

Gila. Udah lebih dari sebulan gue nggak nulis di blog ini. Jadi, langsung aja, di postingan kali ini, gue akan rekap hal-hal yang terlewat dan belum sempat gue tulis. Mari kita mulai.
1. Sebulan terakhir gue disibukkan oleh UAS di kampus. Kebanyakan UAS-nya itu bersifat take home dan harus gue kerjain di rumah. Gue tetap bikin konten video di YouTube, tapi tugas UAS ini gue jadikan prioritas. Makanya nggak sempat nulis. Dan kalo ada waktu luang, gue memilih untuk beristirahat karena capek. Kepala gue terasa berat karena kebanyakan mikirin ide-ide yang harus dieksekusi jadi sebuah karya.
2. Nggak hanya kuliah dan bikin video, gue juga masih nyempetin diri untuk ikutan shooting film Koala Kumal dan Ada Cinta di Sekolah (yang ini cameo satu scene doang). Jadwal shooting film ini gue selipkan di weekend-yang-harusnya-gue-istirahat-karena-udah-lima-hari-pergi-kuliah. Ini turut menjadikan Koala Kumal dan Ada Cinta di Sekolah sebagai film kedua dan ketiga bagi perjalanan karir gue di perfilman Indonesia.
Totalnya, gue udah main di tiga film lokal. Sebuah prestasi luar biasa bagi gue yang lima tahun lalu kerjaannya cuman nulis di blog doang. Nggak ada yang mengira, bahkan gue sendiri juga nggak kepikiran.
3. Dari film pertama gue, Ngenest, gue mendapatkan dua penghargaan. Yang pertama, Pendatang Baru Pria Terbaik dari acara Indonesian Box Office Movie Awards 2016. Yang kedua, Pendatang Baru Terfavorit dari acara Indonesian Movie Actor Awards 2016. Wow… Gue cuman bisa bengong.
Awards
Kiri-kanan: IBOMA 2016 – IMAA 2016
Gue nggak nyangka bisa memenangkan penghargaan yang sangat bergengsi itu, bisa masuk nominasi aja gue udah kaget banget. Ditambah saingan-saingan gue juga bukan orang biasa, tapi mereka yang aktingnya sangat bagus dan beberapa udah punya nama besar di perfilman Indonesia. Dulu, gue cuman nontonin video stand up comedy Ernest Prakasa dan Raditya Dika di YouTube, sekarang gue bisa main di film yang disutradrai mereka. Dulu, gue cuman nontonin Reza Rahadian di bioskop, sekarang gue bisa masuk nominasi bareng (walaupun berbeda kategori). Mungkin suatu saat main film bareng juga? Nggak ada yang tau.
4. Sedikit cerita yang menurut gue sangat menarik, mungkin ada yang sempet mikirin ini juga. Salah satu kontribusi pertama gue untuk perfilman Indonesia adalah membuat parodi dari trailer film Magic Hour. Gue nggak main di filmnya, tapi gue ikut serta dalam membantu promosi film ini. Bekerja sama dengan production house yang memproduksi filmnya sendiri ini mempertemukan gue dengan pemeran utama dari film Magic Hour, Michelle Ziudith dan Dimas Anggara. Buat yang belum tau, mungkin bisa nonton dulu:

Klik ini kalo videonya nggak bisa di-play.


Di video itu, gue menggantikan semua peran Dimas Anggara karena gue memiliki kesamaan nama belakang dengannya. Bukan, kami sama sekali bukan kakak beradik yang tertukar lalu kisahnya dijadikan sinetron. Dimas Anggara adalah seorang aktor yang sangat hebat, sedangkan gue waktu itu cuman anak sekolah yang kerjaannya bikin video-video nggak jelas. Dimas Anggara keren, gue biasa aja. Waktu pun berjalan.

Gue sedang duduk di kursi yang disediakan sambil menunggu pengumuman pemenang nominasi Pendatang Baru Pria Terbaik. Grogi bercampur deg-degan. Sesekali gue mengancingkan jas hitam yang baru dibeli kemarin. Kemudian, Michelle Ziudith dan Dimas Anggara datang dari belakang panggung. Ternyata, mereka yang akan membacakan nominasinya. DEG. Dalam hati gue, “Ini bakal sweet banget kalo ternyata gue yang menang dan mereka yang bacain nama gue.” Singkat cerita, gue menang, lalu berjalan ke arah panggung.

Masih dalam hati, gue senang bercampur perasaan yang agak aneh, “Mereka main film, gue bikin parodi dari trailer filmnya,” Gue semakin dekat dengan podium. “Sekarang, mereka bacain nominasi penghargaan yang dimenangkan oleh gue yang udah merusak trailer filmnya.” Walaupun gue juga masuk nominasi untuk film Ngenest, bukan Magic Hour. Rasanya lucu. Mereka pasti berpikiran yang sama. Waktu pun berjalan.


Gue sedang duduk di kursi yang disediakan sambil menunggu pengumuman pemenang nominasi Pendatang Baru Terbaik. Masih grogi bercampur deg-degan, tapi udah nggak separah yang pertama. Sesekali gue mengancingkan jas hitam yang sama dengan yang gue pakai di acara sebelumnya. Saat pembacaan pemenang, bukan nama gue yang disebut. Nggak apa-apa, masih ada satu nominasi lagi pikir gue.

Tanpa harus menunggu iklan, Prisia Nasution dan Dimas Anggara datang dari belakang panggung untuk membacakan pemenang nominasi berikutnya, Pendatang Baru Terfavorit. Entah ada hubungan spesial apa selain kesamaan nama belakang, gue merasa gue akan memenangkan nominasi ini. Iya, nominasi yang dibacakan oleh Dimas Anggara lagi. Singkat cerita, gue menang, lalu berjalan ke arah panggung. “Gue memenangkan nominasi yang dibacakan oleh Dimas Anggara lagi,” kata gue dalam hati. Kebetulan?

Nggak ada yang tau.

5. Sekarang, gue lagi libur kuliah (akhirnya). Gue udah punya beberapa rencana untuk liburan dan mengistirahatkan otak sejenak. Nggak cuman liburan, gue juga akan mengisi beberapa acara YouTube di Indonesia dalam dua bulan ke depan. Buat yang mau memulai channel YouTube atau pengin channel YouTube-nya berkembang (semoga), ditunggu aja informasinya.

6. Terakhir, gue punya rencana untuk mengubah template blog gue dalam waktu dekat (atau jauh), agar terlihat lebih update dan membuat gue semakin semangat nulisnya. Mungkin, ya. Kalo menurut kalian?

Sekian. BRRCIKEPEHH~

107 Comments

Leave a Reply