Karya

Akhir-akhir ini, dunia YouTube Indonesia lagi penuh drama. Nggak perlu gue kasih tau, gue yakin kalian udah pada tau. Karena itu juga, kata-kata “vlog” pun tiba-tiba menjadi sensitif dan sakral. Lalu, banyak yang bertanya-tanya: apakah vlog itu termasuk karya? Tergantung.
Menurut KBBI, karya adalah pekerjaan, hasil perbuatan; buatan; ciptaan.
Sampe di sini, kita harus setuju bahwa secara harfiah, lo masak indomie itu juga termasuk karya. Lo bikin tugas laporan di Microsoft Word, itu karya. Lo bikin slide buat presentasi, itu karya. Lo bikin tulisan di blog, itu karya. Lo bikin video di YouTube, itu karya. Lo hamilin anak orang… itu kurang ajar, nying.
Sekarang, kita harus tau apa itu vlog. Vlog adalah singkatan dari video blog: a video blog or video log, usually shortened to vlog /ˈvlɒɡ/, is a form of blog for which the medium is video, and is a form of web television (Wikipedia). Gampangnya, vlog adalah “postingan blog” dalam bentuk video, bukan tulisan. Visualisasi vlog dikomunikasikan dalam bentuk verbal maupun non verbal.
Verbal bisa secara lisan maupun tertulis (ada teks dalam video kalo males ngomong). Non verbal (biasanya jadi pendukung komunikasi verbal) bisa secara ekspresi wajah atau cara bicara.
Menurut gue sendiri, vlog itu ada BANYAK jenisnya. Nggak melulu musti ngomong terus di depan kamera, kita juga bisa memainkan visualiasi maupun memasukkan lagu-lagu untuk mendukung mood yang sedang dibangun. Yang penting, pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh orang-orang yang nonton. Gampangnya, orang-orang pas nonton nggak bingung, “Ini video apaan, sih?”
Karya
Kebanyakan orang menganggap bahwa: vlog adalah video lo ngomong depan kamera dari awal sampai akhir. Padahal, vlog itu luas: video review, video jalan-jalan, video lo curhat terus pengin cepet-cepet kawin karena PR matematika banyak banget, dan masih banyak lagi. Yang membedakan blog dan vlog HANYA medianya. Blog itu tulisan, vlog itu video. Sesimpel itu.
Daily vlog. Sesuai namanya, daily vlog adalah video keseharian dari orang yang membuatnya. Biasanya dibuat rutin sehari atau dua hari sekali. Isi videonya kurang lebih mengikuti keseharian dari bangun tidur sampai tidur lagi. Bangun tidur, mau mandi, mau makan, mau jalan, pokoknya semua aktivitas yang dilakukan sehari-sehari. Apakah salah orang membuat konten daily vlog? Nggak sama sekali. Toh, dia lagi mendokumentasikan hidupnya dalam bentuk video. Sama aja kayak orang yang bikin daily blog. Hanya beda medianya. Yang satu video, yang satu tulisan.
Konten daily vlog laku karena menurut gue, orang-orang itu kepo dengan hidup seseorang. Gue sendiri suka nontonin daily vlog orang lain, bukan cuma karena kepo (kadang iya dan pengin tau aja), tapi karena kesehariannya menarik untuk diikuti.
Lalu, apakah vlog termasuk karya? Tergantung.
Secara harfiah, iya. Secara esensi (the most basic and important quality of something), penonton yang menilai. Cara gue menilai vlog itu termasuk karya atau bukan: selama gue ngerti dan menikmati video yang gue tonton (apapun itu), gue menyebutnya sebagai sebuah karya. Memang subjektif, namanya juga cara gue. =P

67 Comments

Leave a Reply