Udah lama nggak nulis di blog, jadi gue akan pemanasan dulu dengan melakukan 30 Day Writing Challenge. Per harinya ada topik/prompt berbeda yang men-trigger gue untuk berpikir dan menulis tentang itu. Gue nggak tau jelas rules-nya kayak gimana seperti apakah ada minimal kata atau paragraf pada setiap tulisan? Tapi yaudahlah, esensinya adalah menulis dengan konsisten.


List three things you are grateful for and why?

Tiga hal yang membuat gue bersyukur dalam hidup ini adalah:


1. Buku

 

Semua orang tau kalo buku adalah jendela dunia. Gue bersyukur ada buku di dunia ini karena kalo dulu nggak membaca buku, gue nggak bisa jadi penulis (lebih tepatnya, gue nggak akan suka menulis). Kesukaan gue terhadap menulis lahir dari membaca buku. Gue ingat di ulang tahun ke-9, bokap gue ngasih hadiah buku Harry Potter and the Philosopher’s Stone. Anak bocah umur segitu kayaknya lebih demen main lego ketimbang baca buku, tapi karena bokap gue jarang ngasih sesuatu, gue coba buat mulai membuka halaman pertama buku itu.


Halaman demi halaman, gue masuk lebih dalam sampai tau-tau buku itu selesai gue baca. Damn. Kok seru?

Dengan membaca buku, gue jadi tertarik untuk menulis. Setelah menemukan asiknya menulis, pelajaran bahasa Indonesia jadi pelajaran favorit gue di sekolah (tentunya setelah pelajaran kosong dan olahraga). Gue merasa ketika membaca buku, gue jadi tau isi pemikiran dari orang yang bahkan sebelumnya gue nggak kenal. Jarak yang mungkin jauh sekarang hanya sebatas jari dan tinta pada setiap halaman. Gue jadi tau isi pemikiran orang-orang yang sudah dikenal di dunia dan bersyukur dengan adanya buku, gue bisa “nyolong” hal-hal yang bagus untuk diaplikasikan di kehidupan sendiri.


2. Internet

 

Yes, tulisan ini bisa kalian baca berkat internet. Setelah pikiran gue terbuka dengan pemikiran-pemikiran orang lain yang gue baca lewat buku, masih banyak hal lain di dunia ini yang pasti nggak tercatat di buku. Untuk mengaksesnya, gue bersyukur ada internet di dunia ini. Gue bisa menemukan jawaban dari kekepoan seperti: siapa pemain Manchester United dengan nomor punggung 19 sebelum Danny Welbeck? Umur anjing 3 tahun sama dengan umur manusia saat berapa tahun? Mengapa vokalis Payung Teduh mengundurkan diri?


Dengan internet, gue bisa terkoneksi dengan banyak orang yang sebelumnya gue nggak kenal juga. Gue bisa melihat langsung karya apa yang di-upload, tweet apa yang bikin rame satu timeline, dan apa ya isi IG story yang tadi siang sempet dia hapus?


Gue bersyukur karena internet membuka banyak peluang dan jalan menuju Roma, tapi Roma kejauhan buat gue. Jepang aja cukup lah. *menyetel video 2 Hour Study with Me / Tokyo Shibuya Crossing di YouTube*

 

3. Air Dingin


Mungkin terdengar sepele, tapi kalo nggak ada air dingin, setiap hari gue pasti uring-uringan. Kok bisa ya habis minum air dingin tenggorokan dan badan gue jadi adem? Sensasi apa ini? Kok gue jadi kayak mau maafin orang yang padahal nggak punya salah apa pun sama gue? Kok badan gue berasa enteng pas jalan? Kok gue jadi berasa enteng juga ya pas nulis bagian ini? Ah, apa pun alasannya, gue bersyukur ada air dingin di dunia ini.


Hehe.

Tulisan ini adalah bagian dari 30 Day Writing Challenge, di mana gue akan menantang diri sendiri untuk menulis dari topik-topik yang sudah disiapkan selama 30 hari penuh.

Mau dapet email setiap ada postingan baru?


This Post Has 28 Comments

  1. Anasszz

    Wihhh, si Kevin nulis lagi nih. Bacaannya ningkatin mood 😂😀😄😄

  2. Ope

    Beber emang. Habis minum air dingin kok rasanya jadi adem ya?

  3. Aznver

    Air dingin seger banget pas abis makan indomie.

  4. Nanana

    Pas baca auto kebawa nada kevin gimana biasanya dia ngomong. Asik jugaa

  5. Rizky Indra

    Air dingin, terdengar sepele namun jawaban aslinya masih tidak dapat di ketahui

Leave a Reply to Anasszz Cancel reply