What is the biggest lesson you learned till now?

Begitu selesai magang, gue udah nggak pernah ke kampus lagi selain minta tanda tangan dosen pembimbing. Perjalanan hidup sesungguhnya dimulai dari sini. Nunggu wisuda, kuliah gue udah selesai, terus ngapain lagi?


Masa-masa kosong itu banyak gue isi dengan berkontemplasi. Masa-masanya gue menanyakan arti kehidupan, selalu ke warkop atau sekadar ke taman komplek setiap malam buat ngobrol bareng teman-teman. Gue merasa mungkin ini quarter life crisis yang kecepetan kali, ya? Gue baru akan berumur 25 tahun depan. Semoga.


Gue menanyakan diri sendiri nanti udah lulus mau ngapain lagi? Tetap bikin video? Tetap menulis? Tetap gini-gini aja? Gue bukan orang yang mau keluar dari zona nyaman. Iya, gue suka mencoba hal baru, tapi biasanya nggak terlalu lama dan gue buru-buru balik lagi ke zona nyaman. Zona nyaman ya zona yang udah mengenal gue luar dan dalam, udah klik. Gue yakin, kita tetap bisa berkembang menjadi pribadi yang lebih baik di zona nyaman ini.


Lalu, apa aja yang gue pelajari di hidup ini?


Banyak. Salah satu yang paling gue ingat adalah quotes dari Oscar Wilde: “To live is the rarest thing in the world. Most people exist, that is all.”

 

Gue sempat bertanya-tanya, hidup ini untuk apa? Sampai akhirnya gue menemukan jawaban yang membuat gue merasa cukup puas: untuk mencari arti dan menikmati hidup itu sendiri. Caranya gimana? Dengan cara apa pun yang membuat gue bahagia: bisa nongkrong sama temen-temen, bisa jalan-jalan ke tempat yang gue suka, atau cukup dengan ngeliat ngeliat awan sambil tiduran.


Misalnya, setiap gue ngerasa udah kerja terlalu lama, gue pasti akan istirahat sebentar karena gue merasa itu penting untuk kesehatan dan mental gue. Ketika gue udah recharge, gue baru balik kerja lagi. Gue butuh hidup yang balance, kerja ya tetap kerja, tapi kalo gue lagi main ya nggak bisa diganggu. Begitu juga sebaliknya karena gue percaya semua ada waktunya sendiri. Tinggal gimana time management gue biar semua kerjaan bisa selesai pada waktunya dan gue jadi punya waktu sendiri untuk dinikmati.


Untuk ngelakuin hal-hal yang yang gue suka, dengan begitu gue jadi bahagia, dengan bahagia gue jadi merasa menikmati hidup itu sendiri.


Kalian semua yang baca ini pasti punya tujuan hidup yang berbeda. Ada yang mau kuliah di luar negeri, ada yang mau suatu saat bisa main film, atau mungkin bisa buka toko roti sendiri? Jawabannya pasti bervariasi dan nggak ada satu pun yang salah.


“Stay mediocre is an option.”


Mungkin lu pernah liat kalimat yang sempat rame itu di Twitter, tapi nggak usah terlalu dimasukkin ke hati karena nggak semua orang tujuannya pengin sukses. Ada banyak orang yang pengin hidup biasa-biasa aja dan itu bukan masalah.


Gue juga pengin jadi biasa-biasa aja di hidup ini. Lebih nyaman, nggak banyak tekanan, yang penting gue bahagia. Gue pengin ketika ada di momen menjelang mau mati (wow, kaget), gue nggak menyesali apa pun lagi karena selama hidup… gue udah ngerasa cukup.


That’s the biggest lesson I’ve learned. To live.

Tulisan ini adalah bagian dari 30 Day Writing Challenge, di mana gue akan menantang diri sendiri untuk menulis dari topik-topik yang sudah disiapkan selama 30 hari penuh.

Mau dapet email setiap ada postingan baru?


This Post Has 9 Comments

  1. Hida

    Kak, pernah denger MBTI gak? Aku penasaran banget sama tipe kepribadian Kak Kevin. Tebakan ku sih, tipe kepribadian Kak Kevin itu INTP. MBTI ini sebagian orang ada yang percaya, sebagian juga ada yang enggak sih. Tapi aku percaya karna ada perusahaan besar yang make MBTI untuk rekrut pegawai mereka. Nah, boleh kali Kak kalo Kak Kevin bikin konten tentang kepribadian Kakak di Blog atau Youtube. Biar penggemar Kakak tau, walau entah apa gunanya juga sih. Wkwk. Yang jelas aku nunggu Kak, soalnya udah dari lama aku search di google, gak nemu2. XD

    1. Hida

      Barusan ku cari lagi, dan udah ada. Dari 2020 lagi, aku waktu itu search beberapa kali kok gak ada, ya? 🥲 Hehe, mon maap. 🙏

    2. Kevin

      Pernah tes sih dapetnya INTJ.

  2. Petrichor

    Mindset-mindset lo yang keren ini dapet dari mana aja sih, Vin? Gue baca buku lo, dua-duanya, dan dari situ gue mikir, kok ada orang kayak gini, ya? Santai banget, tapi serius. Kalau boleh gue tanya, lo ini tipe orang yang pengin praktis, atau “kalau bisa ribet kenapa nggak?”, sih?

    1. Kevin

      Banyak faktor, dari lingkungan, teman-teman, buku yang gue baca, film yang gue tonton, perjalanan yang gue lewati, dsb. Gue lebih praktis kalo di kehidupan.

  3. Libravy_OL

    Ternyata ada yang sepemikiran. Banyak orang yang bilang ‘keluar dari zona nyaman itu harus’ tapi kenyataannya ya tetep aja sekuat apa pun keluar dari zona nyaman, pada akhirnya balik lagi ke zona itu.
    Well sama sih, gue enggak pengin jadi orang yang terlalu sultan. Yang penting jadi orang yang berkecukupan dan bisa bantu orang lain aja udah punya kepuasan tersendiri buat gue.

    1. Kevin

      Setiap orang tujuan hidupnya berbeda, jadi santai aja kalo nggak sama.

Leave a Reply