Write about the three most important people you’ve ever met

Dari survei singkat, ternyata banyak yang nungguin gue nulis tentang topik di hari ini: tiga orang paling penting yang pernah gue temui. Gue nggak akan memasukkan anggota keluarga karena jatuhnya dari lahir udah ketemu, jadinya malah orang dalam. Mereka yang gue tulis di sini adalah tiga orang pertama yang langsung muncul di kepala ketika membaca topik hari ini. Mari gue mulai dengan:

 

Ry (bukan nama asli), si Editor

Dia adalah orang paling berjasa dan paling pertama yang menemukan gue lewat tulisan di blog.

 

Pertemuan pertama kami pernah gue abadikan lewat tulisan di blog ini. Kalo nggak ketemu Ry, gue mungkin sekarang sedang menjadi joki skripsi karena gue ngetiknya cepet banget. Banyak es kopi susu, pisang goreng, dan kombucha yang menemani obrolan dan perjalanan kami selama ini. Bisa cek @dariteh_ karena di sela-sela kegiatannya ngedit dan membaca buku, Ry juga bikin usaha kombucha tanpa pewarna, perisa, dan pengawet yang rasanya enak banget.

 

Semenjak buku kedua, gue belum mulai menulis buku lagi, tapi itu nggak menghambat kami untuk ketemu sekadar menanyakan kabar dan temu kangen editor-penulisnya, dan sebagai manusia biasa. Bisa dibilang, Ry adalah saksi-tidak-bisu yang menyaksikan perkembangan gue dari nulis di blog, sampe seperti sekarang ini (yha, masih nulis juga di blog). Gue lebih cocok jadi anak atau adiknya, ya?

 

Faza Meonk (Meonk-nya bukan nama asli), si Manajer

Pertama kali ketemu bang Faza itu di acara Popcon tahun 2013. Gue datang bareng komunitas blogger, terus minta foto bareng sama dia karena katanya itu yang bikin si Juki.

 

Singkat cerita, pas udah mulai bikin video YouTube, bang Faza approach gue buat dimanajerin (sampe sekarang masih, tapi contact person-nya ke Succi hehe), bantu-bantu tim si Juki, dan sekarang jadi temen main juga, deh. Bang Faza adalah orang yang gue percayai untuk mengadaptasi kedua buku gue jadi naskah film Generasi Micin vs. Kevin.

 

Kami berdua suka Jepang. Tahun 2019, gue nyamperin bang Faza yang kebetulan lagi di Jepang selama sebulan. Cukup random, bukan? Nyobain fire ramen, ke lokasi anime Kimi No Na Wa, sampe tiba-tiba ada di Miyagi menjadi highlight dari perjalanan itu. Kapan nih Jepang lagi?

 

Gladys (nah, ini nama asli), si Pacar

Kenal pas pertengahan kuliah, sekitar semester 5 kalo nggak salah. Aduh, gue takut banget salah.

 

Jadian udah 4 tahun lebih, tahun depan 5, tahun depannya lagi 6 (yuk belajar berhitung). Sosok yang menjadi “rem” gue ketika mau posting sesuatu di internet. Dalam arti, menjadi filter dan memastikan sekali lagi sesuatu yang gue upload akan aman, tapi tidak termasuk tulisan ini hehehe.

 

Dia ekstrovert, gue kebalikannya. Love language tertingginya words of affirmation, gue justru paling rendah di situ. Dia aktif dan anak organisasi banget, gue cuman mau rebahan dan menjauhi kerumunan. Diskusi dan debat panjang terakhir kami adalah seputar biaya nikah, dia semangat ngumpulin banyak duit buat nikahan, gue mau bawa kabur duitnya untuk traveling ke Jepang.

 

Kami berbeda, tapi justru menjadi lebih kuat. FU-SION!

Tulisan ini adalah bagian dari 30 Day Writing Challenge, di mana gue akan menantang diri sendiri untuk menulis dari topik-topik yang sudah disiapkan selama 30 hari penuh.

Mau dapet email setiap ada postingan baru?


This Post Has 4 Comments

  1. Juanna

    Wahhh Kak Gladys, sukaa banget sama hasil gambarnya. Apalagi yang untuk Album Amateur Kak Mikha 🤩🙌

  2. Shella

    Wkwkkw beneran mau kabur ke jepang vin?

  3. faxx

    Request bikin blogger yg paling sering dibaca/ youtuber favorit?

  4. Penghapus

    Yang satu film banget, satunya grafik banget. Fusion yang mantap, nanti kalian bisa bikin film dikasih animasi yang grafiknya lebih bagus daripada video Kevin lagi ngereview bakso sama Edho Zell tapi gak beli dan cuma bayar minum buat nonton konser blackpink sebelum unboxing paket mobil barunya Raditya Dika.

Leave a Reply