Faktor yang Membuat Blog Menarik

Beberapa waktu lalu saat main ke jambanblogger.com, gue mampir ke salah satu topik berjudul, “Faktor apakah yang membuat blog menarik?” Pertanyaan itu diajukan oleh salah satu temen blogger gue, Fadhli. Setelah lumayan lama nge-blog, gue pikir ada baiknya juga kalo gue coba bantu jawab. Siapa tau jawaban gue ini bisa bermanfaat bagi nusa dan bangsa.  


Ada lima faktor yang disediakan, lalu gue urutkan dari yang terpenting. Gue memikirkan alasan yang cocok kenapa gue bisa mengurutkan seperti itu. Sampai akhirnya kopi sachetan hadir dan membantu kinerja otak gue mencari jawabannya. Dari kelima faktor yang membuat blog menarik itu, gue menanalogikan blog sebagai rumah kita di dunia maya. 
 
Ketika sosial media seperti Friendster tergantikan oleh Facebook dan kemudian digusur lagi oleh Twitter, gue menyimpulkan bahwa hanya blog yang nggak akan pernah basi. Blog yang gue analogikan sebagai rumah itu lengkap karena semuanya ada. Mulai dari tulisan, foto, video, bahkan widget berupa sosial media itu sendiri ada di blog. Nah, buat yang udah bosen main sosial media karena ketemu orangnya itu-itu aja, gue saranin mending nge-blog aja.
 
Terus, apa aja faktor yang membuat blog menarik? Here we go: 
Blog
1. Tampilan
 
Anggaplah blog itu rumah. Pembaca adalah tamu yang mampir ke rumah kita. Tentunya, kita harus membuat tamu nyaman dong? Sama halnya kayak blog. Mau konten atau isinya sebagus apapun, kalo tampilannya bikin sakit mata dan nggak nyaman, siapa coba yang betah? Misalnya aja, Raditya Dika yang tulisannya nggak usah diragukan lagi. Kalo tampilan blognya bikin sakit mata, siapa yang betah? Gue pribadi, nggak betah. Hehehe.
 
Karena setiap mampir ke sebuah rumah, otomatis yang kita lihat pasti tampilannya duluan. Sama halnya kayak blog. Setiap mampir ke sebuah blog, otomatis yang kita lihat pasti tampilannya duluan. Bikin nyaman? Bacanya pun jadi enak. Bikin sakit mata? Ya selamat tinggal pembaca. Minimal, tampilan yang simpel atau minimalis udah cukuplah. 
 
Nggak usah pake widget lagu, karena selera musik orang beda-beda. Nggak usah pake widget jam atau kalender, karena teknologi udah canggih, tinggal lihat gadget aja. Nggak usah pake widget semut-semutan, karena berbahaya jika nanti ada berita, “Seorang Blogger Menonjok Layar Komputer Karena Kesal Ada Semut di Layar” di media massa.
 
2. Konten
 
Setelah tampilan udah membuat pembaca nyaman, baru kita ngisi kontennya. Anggaplah blog itu rumah. Setelah pembaca melihat tampilan rumah kita yang asik, pasti nggak sabar mau masuk dong? Nah, isi dalam rumah itu adalah postingan-postingan kita. Konten ini yang menentukan, setelah masuk ke dalam rumah, pembaca betah atau mau cepat-cepat keluar? 
 
Sebisa mungkin, isi kontennya yang menarik dan informatif. Walaupun blog personal, siapa yang betah dicurhatin mulu? Apalagi yang isinya galau-galauan. Kecuali, pembaca kalian adalah tipe pendengar yang baik, yang bisa dijadikan tempat curhat. Tapi, percayalah bahwa hidup terlalu indah untuk dipake galau-galauan. Mending juga nge-blog. Selain bermanfaat, hati juga jadi lega. Isi blognya? Curhat. Sama aja. Sekali-sekali, buatlah postingan-postingan dengan tema yang berbeda. Jangan yang itu-itu aja. Kita sebagai tuan rumah harus membuat tamu berpikir, “Wah, minggu ini dia curhat, minggu depan apa ya? Mampir, ah!” 
 
Buat pembaca penasaran dan ketagihan untuk mampir lagi. 
 
Gue juga lebih menghargai mereka yang membuat postingan tutorial, berita dan semacamnya ketimbang yang postingannya copas. Anggaplah blog itu rumah. Emang mau dibilang sama tamu, “Isi rumah elu kok sama kayak rumah sebelah?” Kalo kalian mencuri tulisan milik orang lain, cepat atau lambat rumah kalian bakalan dikepung sama “polisi” 

Inget, 


“Blogging isn’t about publishing as much as you can. It’s about publishing as smart as you can.” ― Jon Morrow
 
3. Loading Blog
 
Ini hanya pendukung. Anggaplah blog itu rumah. Mau masuk ke dalam, tapi pintunya susah dibuka. Harus digedor-gedor atau didorong dulu dengan keras. Pembaca pasti sabar menunggu, kalo isi di dalam rumah itu menarik. Bagaimana caranya tamu tau isi rumah itu menarik? Anggaplah pemilik rumah itu Raditya Dika. Mau pintunya susah dibuka juga, pembaca bakalan sabar nungguin. Darimana pembaca tau itu rumah Raditya Dika? 
 
Judul dan header bloglah jawabannya. Kedua hal itu harus mewakili sang pemilik blog atau tema blog itu sendiri. Contohnya judul blog gue: Kevin Anggara. Header blog gue menggambarkan tema dan ilustrasi diri gue. Dari header itu, tamu juga jadi bisa tau bahwa, “Ooo, si Kevin suka warna merah. Si Kevin pendukung Manchester United. Si Kevin pake kacamata. Si Kevin suka minum kopi sambil main laptop.” Kurang lebih gitu. 
 
Eh, ini bahas loading blog, kan? Anywayloading blog itu hanya pendukung sih. Yang penting tampilan dan isinya menarik, pembaca pasti bakalan sabar nunggu. Lanjut…

4. Ilustrasi
 
Ini juga hanya pendukung. Udah gue bahas sedikit juga di atas. Anggaplah blog itu rumah. Kalo di depan rumah ada halaman depan yang ditanami pepohonan rimbun, nggak usah masuk juga udah pasti betah, kan, karena adem. Sama halnya kayak blog. Tapi tergantung, kalian adalah tipe blogger yang pengin menonjolkan ilustrasi atau konten?

 

Kalo blogger yang biasa bikin artwork gitu, postingannya pasti penuh ilustrasi buatan sendiri. Saran gue sih, usahakan ada tulisannya sedikit, biar postingannya lebih berisi dan nggak berkesan kayak album foto. Bisa tulisan tentang proses pembuatan artwork, alat-alat yang digunakan, kenapa membuat artwork itu, dan sebagainya. 
 
Gue sendiri betah dan suka kalo blogwalking, terus nemuin blog yang isinya artwork.


5. Domain .com


Anggaplah blog itu rumah. Kalo tamu udah pernah mampir dan kita pindah rumah (alamat blog), pasti sebagian tamu bakalan bela-belain nyari alamat baru kita. Sama pandangannya dengan: Belum pindah domain = ngontrak. Pindah domain = beli rumah sendiri. Nggak wajib dan begitu berpengaruh untuk membuat suatu blog terlihat menarik.
 
Banyak yang udah pindah rumah, tapi belum tentu isinya bagus. Banyak yang belum pindah rumah, tapi belum tentu isinya jelek. Sebagian orang mungkin pengin praktis, karena malas ngetik alamat blog panjang-panjang. Sebagian orang mungkin menilai, dengan domain .com berarti kelihatan lebih profesional. Pindah atau nggak, itu pilihan kalian.
***

Gue mengurutkannya seperti di atas dengan penilaian pribadi gue setiap mengunjungi suatu blog. Menarik atau nggak, gue menilainya dari faktor-faktor tersebut. Jadi, kalo ada yang nggak sependapat sama gue, ya nggak masalah. Boleh juga sharing di comment-box, menurut kalian, apa faktor yang membuat blog menarik? Urutkan (tampilan, konten, loading blog, ilustrasi, domain .com), lalu beri alasannya juga. Oiya, jangan lupa baca tulisan gue di Nyunyu tentang 4 hal penting yang harus kamu tahu sebelum nge-blog
 
Like I said before, anggaplah blog itu rumah. Sekarang, tergantung gimana caranya membuat tamu nyaman dan betah. Punya blog tapi nggak pernah di-update itu kayak rumah, tapi nggak berpenghuni. Isinya kosong. Awas aja, nanti ada hantu loh. 
 
Lalu, jangan lupakan prinsip dasar sebuah blog. Iya, berbagi. Semakin banyak berbagi, semakin banyak juga yang didapat. Jangan nge-blog untuk terkenal. Jangan nge-blog untuk mencari banyak followers. Jangan nge-blog untuk menghasilkan uang. Tapi nge-bloglah karena kalian ingin berbagi. Karena berbagi nggak pernah rugi.

Cheers! o/

Mau dapet email setiap ada postingan baru?


This Post Has 120 Comments

  1. Walter Pinem

    selain rumah, blog juga bisa dijadiin sebagai investasi. bayangin aja selama blog tercipta, diselingin juga sama munculnya beragam sosial media, cuma blog doang yang makin rame dan terus rame. Nice post, bro 😀

  2. Unknown

    Private domain kan harus punya rekening bank. seandainya buat orang yang nggak punya rekening gimana? orang yang gak suka nabung di bank. Dan juga design blog yang sulit dipelajari, misalnya udah tau mau di dalam blog kita itu ada apa aja di dalam pikiran, misal slide, widget2, dll. jadi pertanyaannya gimana menurut lu vin, cara mempelajari mempercantik blog dengan widget2 sesuai yg diinginkan?

    1. Kevin Anggara

      Ya kalo rekening mah bisa diakalin, pinjem temen, orang tua atau saudara kek. Gue juga belum punya rekening sendiri tapi bisa aja. Design blog mah gampang aja asal sering-sering blogwalking. Liat-liat blog keren, cari cara mendesain blog di google, praktekin satu-satu. Soal widget, gue pernah bahas di nyunyu.com. Coba mampir ke sana aja, cari tulisan gue 😀

  3. Renggo Starr

    Bener Vin, penambahan ilustrasi emng bikin tulisan jadi lebih menarik. Tapi ini menjadi masalah tersendiri buat yg nggak bisa design. Kayak *ehm gue.

    Untuk template, gue pake 'buatan orang'. Karena belum bisa design juga. Pernah nyoba pake template standar blogger, ditambah header gambar yang ad link-nya ( yang bikinnya pake adobe dreamweaver itu, lho) tapi hasilnya mengecewakan.

    Sekarang pake punya orang. Diijinin kok sama yg bikin, asal link di footer-nya nggak diganti.

    Bagus sekali tulisannya. Salam kenal, Vin.

    1. Kevin Anggara

      Gue juga make template desain orang kok sekarang. Tapi ya asal nggak diremove aja creditnya. Sisanya, gue edit sampe jadi kayak gini sesuai selera. Beda sama aslinya :))

  4. Fandhy Achmad R

    ya udah kalo blog = rumah, kok tiap kali mampir ke "rumah" tamu nggak pernah dijamu? misal dikasih minum kopi kek hahahaaha -_-

  5. Unknown

    yoiii banget gan postingannya, visit my blog ya gan ghckonveksi.blogspot.com . baru ajar ngeblog gan

  6. Admin

    Galau pilih template yg pas jadinya

  7. yosigumala

    Thanks kevin, mulai menulis juga semoga banya memberi manfaat untuk yang membaca

  8. Unknown

    Setuju sama Tampilan n' Konten!
    sekarang gue lagi memprioritaskan hal tersebut diblog baru gue. soalnya udah merasa bosen sama blog lama, beralih ke blog baru.

    Mampir mampir ye vin!

Leave a Reply