Fanatisme Jaman Sekarang
sumber foto: sijuki.com
 
Ngomong-ngomong soal fanatisme, ada baiknya kita harus tau dulu artinya. Fanatisme itu adalah sebuah keadaan di mana seseorang atau kelompok yang menganut sebuah paham, baik politik, agama, kebudayaan atau apapun saja dengan cara berlebihan (membabi buta) sehingga berakibat kurang baik, bahkan cenderung menimbulkan perseteruan dan konflik serius. – Wikipedia. Cukup jelas, kan?
 
Pasti udah pada tau, ya. Fanatisme jaman sekarang ini berkaitan dengan olahraga, maupun musik (katanya sih boyband, girlband, atau idol group). Menurut pengamatan si Juki , fans-fans fanatik itu rata-rata mudah tersinggung. Idolanya dijadiin bahan lelucuan sedikit marah, dituduh haters. Gue sangat setuju. Mungkin habis baca postingan ini, kalian bisa lanjutin baca postingan si Juki tentang: 4 Hal Bodoh yang sering dilakukan Fans Fanatik

 



Mulai dari olahraga, atau lebih spesifiknya sih ke sepakbola. Banyak yang ngaku fans fanatik, padahal cuman penonton layar kaca. Beli jersey tim kesayangan, ganti avatar twitter dengan logo tim kesayangan, dan tiap tim kesayangan main pasti ditonton. Jujur, gue juga melakukan hal di atas. Tapi, gue nggak nyebut diri gue dengan fans fanatik. Karena gue cuman penonton layar kaca. 
 
Coba lu bandingin sama fans-fans fanatik di Eropa sana. Mereka nggak cuman beli jersey tim kesayangan dan ganti avatar twitter dengan logo tim kesayangan. Tapi mereka nonton langsung saat tim bermain, di kandang maupun tandang. Mereka selalu nge-chant tanpa henti. Mereka selalu ada saat tim kesayangan bermain.
 
Yap, mungkin itu baru bisa disebut fanatik. Tapi, kalo sepakbola udah berkaitan dengan timnas, apapun lawannya, pasti gue dukung timnas. Karena di sini (Indonesia) adalah tempat lahir gue. Darah ini merah, dan tulang ini putih, bung. 
 
Fanatisme
 
Bebas, lu pada mau ngidolain tim apapun. Nggak ada yang larang, itu hak kalian. Mau sebut diri lu dengan fans fanatik juga gue nggak larang. Toh, semua orang punya hak, kan? 
 
Lanjut lagi, ke topik yang lagi panas akhir-akhir ini. Sebelumnya, gue sempet beradu pendapat sama seorang fans (yang katanya) fanatik, gara-gara gue nyindir Ka-pop. You know, lah. Gue nyindir dikit, marah. 
 
Nggak cukup sampai di situ, ada lagi fans (yang katanya) fanatik, ngidolain idol group yang lagi nge-tren di jaman sekarang ini. Bener, JKT50. Menurut gue, kebanyakan atau rata-rata fans JKT50 ini ngefans karena “penampilan” para membernya. “Musik” dinomorduakan. Gue nggak mau munafik, kalo ditanya suka apa nggak, gue pasti jawab suka. Sebagai seorang cowok, siapa sih yang nggak suka “penampilan” cakep? Nah, setelah tersihir oleh penampilan itu, pasti sebagian besar ngelak kalo dibilang, “Lu pasti ngefans karena dia cakep, kan?” Jawaban mereka biasanya, “Nggak kok. Gue support dia blablabla, dia jago nyanyi blablabla, dia jago ini blablabla.” Padahal, awalnya juga ngefans karena penampilan dulu. Pasti. Setelah itu, biasanya dia mencari-cari informasi lebih dalam sebagai pembelaan kalo ditanya kayak gitu lagi. 
 
Mungkin suatu saat nanti, saking banyaknya member JKT50, kalo perform bakalan tukeran tempat sama penontonnya. Iya, penontonnya di atas panggung, JKT50 di bawah panggung. 
 
Tunggu, jangan banting komputer dulu. Ini MENURUT GUE, ya. 
 
Udah? Coba bawa twit dan follow akun ini:
 
Fanatisme Jaman Sekarang
Fanatisme Jaman Sekarang
Fanatisme Jaman Sekarang
 
Dan yang perlu kalian tau, hukum fans fanatik:
1. Idola selalu benar.
2. Jika idola salah atau ada yang mengkritik meskipun itu fakta, lihat no 1.
 
Kalo kata akun @negativisme sih, nggak ada larangan buat menyukai atau mengidolain siapapun, tapi jika berlebihan, ya resiko “bodoh”-nya juga berlebih. Mengidolai secara berlebih itu sama aja dengan fasis. Menganggap idolanya selalu benar, paling hebat, anti kritik, dan marah kalo dikritik. 
 
Tapi para fans (yang katanya) fanatik itu pasti akan ngebales kayak gini:
 
“Suka-suka gue dong, kan gue yang ngefans, masalah buat lu?”
“Apapun yang terjadi, gue tetep ngefans! Bodo amat!”
“Dasar haters! Nggak suka diem aja deh!”
“Sini ribut sama gue!”
“Kepo!”
 
Begitu?
Fanatisme Jaman Sekarang
 
Menurut gue (lagi), kalo lu dibayar untuk jadi fans, nggak apa-apa lu fanatik. Nah ini, lu nggak dibayar, kan? Sampe ada yang bela-belain beli barang buat idola, padahal mereka mampu loh beli sendiri. Percaya deh, itu nggak akan terlalu ditanggepin. Hadiah-hadiah yang terlalu banyak kayak gitu cuman nyempit-nyempitin rumahnya doang. Mending juga ngasih sesuatu yang lebih berarti, yang dibuat oleh tangan kita sendiri dan dari hati. Gambar kek, artwork kek, dan lain-lain. 


Yah… pasti diputer-puter lagi.
 
“Suka-suka gue dong, kan gue yang ngefans, masalah buat lu?”
“Apapun yang terjadi, gue tetep ngefans! Bodo amat!”
“Dasar haters! Nggak suka diem aja deh!”
“Sini ribut sama gue!”
“Kepo!”

Agak kesel juga gue ngetik dan lanjutin postingan ini. Tapi, gue luruskan aja. Gue nggak suka dan nggak benci sama boyband, girlband (belom dibahas, tapi taulah), atau idol group yang gue maksud di atas. Gue netral. Dan gue cuman saranin aja, jangan mengidolai sesuatu secara berlebih. Apalagi dengan negara luar. Cukup sebatas kagum aja. Balik lagi, ngefans itu urusan lu, mau ngefans ama siapa juga nggak ada yang ngelarang, kan? 

Kok lu kepo sih? Kan gue yang ngefans! 

Gue nggak kepo, ngulas fakta yang ada doang. Semua orang punya kebebasan dan hak, bukan? Yah, namanya juga hidup.. Nggak bakalan ada habisnya kalo dibahas terus. Nikmatin aja…
 
Apa kata mereka?
 
1.
Fanatisme Jaman Sekarang
 
2.
Fanatisme Jaman Sekarang
 
3. 
Fanatisme Jaman Sekarang
 
4.
Fanatisme Jaman Sekarang
 
5.
Fanatisme Jaman Sekarang
 
6. Jangan terlalu bangga atau fanatik dengan negara luar, nanti pas tau bobroknya malah sakit loh. Biasa aja, cukup mengagumi aja lah ya. – @irvinalioni


7. Ngefans itu lumrah, lu bakal keren kalau lu ngefans secara objektif bukan subjektif. Ngaku aja deh, idola itu ada kan untuk hiburan. Hiburan itu untuk selingan, bukan prioritas. – @JukiHoki

Yah, pasti lu pada bakal bertanya juga, apa sih yang dibanggain dari Indonesia? Gue jawab: BANYAAAAAAAAAAK. Batik, hasil bumi, tarian, seni, patung, pokoknya semuaaaaa kekayaan alamnya. Nggak bisa gue sebutin satu-satu karena BANYAAAAAAAK banget. Indonesia itu kaya, men! Jadi…. yakin masih fanatik dengan budaya luar? Bitch please.
Akhir kata, sekian~

Mau dapet email setiap ada postingan baru?


Leave a Reply