Mungkin, kemarin adalah hari yang sial buat gue. Pertama, 50 komentar di blog gue terhapus karena kepencet. Yang terhapus adalah komentar dari tanggal 5 Februari 2014 sampai 14 Februari 2014. Jadi, kalo ada yang merasa udah komentar di blog ini tapi komennya nggak ada, berarti kehapus ya. Maafkan kelalaian gue. Kedua, postingan ini yang udah gue siapin dari minggu lalu juga ikut terhapus. Lagi-lagi karena kepencet.
Kemarin, postingan ini gue ketik ulang dari awal. Untung aja gue masih inget materinya. Walaupun nggak sama persis dengan yang sebelumnya. Tapi, kurang lebih isinya masih sama. Gue harus ngetik ulang plus bikin ulang ilustrasi yang udah disiapin. Kelalaian gue yang kedua. Iya, namanya risiko. Ini salah gue, jadi gue juga harus bertanggung jawab.
Rasanya nggak lengkap kalo gue nggak ngasih tau kabar baru buat pembaca blog ini. Beberapa waktu lalu, gue baru rilis blog kedua gue. Tujuannya, sebagai tempat latihan menulis. Isinya juga khusus tentang keseharian gue. Lengkapnya bisa dibaca di sini. Dengan nama yang sama dengan blog ini dan tagline “Digital Storyteller”, gue berharap bisa rutin update postingan juga di sana. Gue memilih tagline itu karena menurut gue, bloggers are digital storyteller. Simpel, ya.
Oiya, kalo di blog ini belum ada postingan baru, jangan lupa cek blog sebelah. Begitu juga sebaliknya. Kalo dua-duanya belum ada postingan baru, ya berarti selamat menunggu. Hehe. Anyway… this is it, “Gue Heran Sama…” edisi kedua
Gue Heran Sama edisi kedua
11. Gue heran sama orang-orang yang keheranan dengan postingan “Gue Heran Sama…” edisi pertama. Pada keheranan, nggak tau ngeheranin apa. Mungkin pada belum baca sampe selesai, tapi gara-gara ngeliat isi kalimatnya yang hampir sama, langsung pada ikutan heran. Padahal kalo dicermati, keheranan gue bukan asal heran. Sama kayak postingan ini nanti. Gimana, udah mulai heran? Yaudah, lanjutin aja bacanya.
12. Gue heran sama iPhone yang gue punya. Kapasitas baterenya kecil, makanya gue harus sering nge-charge biar bisa make lagi. Kabel datanya cepet rusak, makanya gue harus beli baru biar bisa nge-charge lagi. Total, gue udah menghabiskan hampir 10 kabel data hanya untuk iPhone. Kombinasi yang bagus sekali, wahai Apple.
Beda pas gue make Nokia dulu. Bateranya awet, kabelnya juga bagus. Kalo jatuh ke lantai juga gue nggak usah takut layarnya retak. Yang ada juga lantainya yang retak.
iPhone vs Nokia
13. Gue heran sama smartphone, termasuk iPhone gue sendiri. Katanya smartphone, masa nggak bisa nge-charge sendiri?
14. Gue heran sama beberapa blogger kalo lagi blogwalking. Kebanyakan, pasti berharap dikunjungin balik, kan. Tapi pas komen di blog orang, ada yang malah nggak sesuai dengan isi postingan atau sekedar ninggalin jejak aja biar dikunjungin balik. Gue sering nemu komen-komen semacam ini di blog. Biasanya, gue diemin aja. Isinya kurang lebih kayak gini, “Kunjungi balik yah, sob!” atau “Pertamax, gan!” Ini blog keleus, bukan Kaskus.
Gue termasuk blogger yang rajin bales-balesin komentar yang masuk di blog. Iya, menurut gue, itu termasuk salah satu apresiasi terhadap pembaca yang udah bela-belain baca dan komen di blog gue. Oiya, jangan lupa sering-sering komen di blog ini, ya. Karena setiap bulannya, komentator terbanyak bakal dapet hadiah istimewa dari gue. Hehe.
Bercanda.
15. Gue heran sama Farhat Abbas. Apa tujuannya diciptakan ke dunia? Pada dasarnya, setiap makhluk hidup itu diciptakan dengan tujuannya masing-masing. Polisi, diciptakan untuk membantu masyarakat. Walaupun nggak semua. Dokter, diciptakan untuk menyembuhkan penyakit. Walaupun butuh duit. Guru, diciptakan untuk mengajar. Walaupun tugas yang dikasih nggak kelar-kelar. Nah, akhirnya setelah gue teliti lagi, ternyata ada tujuannya juga Farhat Abbas diciptakan.
Ketika channel TV dipenuhi oleh goyang-goyang absurd atau hipnotis yang udah mainstream, munculah Farhat Abbas di layar TV kita. Di channel A, ada Farhat Abbas. Di channel B, ada Farhat Abbas. Di channel C, ada Farhat Abbas. TV-nya gue matiin, tetep ada Farhat Abbas. Sampe bosen sendiri.
Kehabisan tontonan? Inget, ada Farhat Abbas. Kehabisan ide ngetwit? Inget, ada Farhat Abbas. Bosen hidup? Inget, masih ada Farhat Abbas. Dan, kalo nanti Farhat Abbas jadi presiden, berarti udah saatnya untuk kita pindah ke Mars.
78 Ribu Orang Telah Terdaftar untuk Pindah ke Mars
Ayo, tunggu apalagi!
16. Gue heran sama fans yang ngaku-ngaku hooligan, padahal cuman penonton layar kaca. Arti hooligan sendiri disalahartikan menjadi fans fanatik. Padahal, hooligan sendiri artinya adalah seseorang yang membuat rusuh, brutal, dan anarkis. Hooligan adalah fans yang identik dengan kekerasan. Status ini bukanlah sesuatu yang harus dibangga-banggakan, teman. Gue fans Manchester United. Tapi kalo ada yang ngejek, ya ngapain marah.
17. Gue heran sama penjual yang menjajakan dagangannya di jalan raya. Bukan, bukan heran sama penjualnya, tapi sama barang yang dijualnya. Pas macet, gue pernah nemu penjual yang menjual patung kuda, balon yang gede banget, dan buku atlas. Pertanyaan gue adalah, siapa yang butuh barang-barang tersebut di jalan raya?
Kalo jual minuman sih, masih masuk akal. Karena bisa aja ada pengendara yang kelelahan dan butuh minum untuk pelepas dahaga. Nah, kalo patung kuda, balon yang gede banget (sampe masuk mobil aja nggak muat), dan buku atlas? Siapa yang butuh coba. Kalo butuh barang-barang tersebut juga kita nggak nyari di jalan raya kali.
18. Gue heran sama orang-orang yang kalo konser malah teriak manggil nama penyanyinya pas lagi nyanyi. Misalnya, Ariel Noah. Kan nggak mungkin pas dia lagi nyanyi di atas panggung, ada yang teriak manggil, “ARIEEEL!!” si Ariel langsung nengok, terus nyaut, “Apa?” Lagunya nanti kacau. Nggak, nggak lucu jadinya. Kalo gue rasa sih, buat meriah doang.
19. Gue heran sama orang-orang yang bilang foto makanan itu alay. Menurut gue, itu termasuk seni loh. Banyak akun-akun chef atau fotografer yang gue follow di Instagram. Foto-foto makanan yang mereka post, sukses bikin gue ngiler dan bilang “WOW!” (tentunya tanpa harus koprol setelahnya). Salah satunya, akun dengan username idafrosk. Makanan-makanannya ditata dengan rapih dan unik sebelum difoto. Nih, coba liat aja:
Idafrosk Instagram
Ada lagi akun dengan username ahlamalnajdi. Foto-foto makananya membuat gue yakin bahwa kreatif itu nggak ada matinya. Gue jadi pengin punya kue ulang tahun kayak gini:
Ahlamalnajdi Instagram
20. Gue heran sama orang-orang yang kalo banjir, malah nyalahin pemerintah. Padahal, penyebabnya ya kita sendiri. Itu sama aja kayak dapet nilai ulangan jelek, malah nyalahin buku pelajaran. Emang dengan nyalahin pemerintah, banjir bisa langsung surut? Emang dengan nyalahin buku pelajaran, nilai ulangan bisa jadi bagus? Nggak. Makanya, usaha.
Dan.. gue juga heran sama orang-orang yang ngaku cinta lingkungan, tapi malah nebang banyak pohon. Pohonnya dijadiin kertas, ditulisin “MARI SELAMATKAN POHON!” Pret.

Mau dapet email setiap ada postingan baru?


Leave a Reply