“Semakin tua seseorang, maka angpao yang didapatkan dari tahun ke tahun akan semakin sedikit. Itu siklus ekonomi. Kayaknya. Gue juga ragu sih. Angpao yang gue dapet tahun ini lebih sedikit dari yang tahun lalu. Begitu juga nanti tahun-tahun ke depan. Pasti semakin sedikit. Tapi, memang harus kayak gini. Namanya juga perubahan. Perubahan ini nggak bisa dihindari. Jadi, tinggal lalui aja.”
 
Ramalan gue di imlek tahun lalu ternyata benar. Angpao yang gue dapet di tahun ini lebih sedikit daripada tahun lalu. Di situ, kadang gue merasa sedih. Tapi, yah, lumayan buat nabung beli kamera.

Imlek 2015

Nggak ada lampion yang menghiasi rumah gue di tahun ini, karena tahun lalu, ada salah satu anggota keluarga yang meninggal. Kata nenek sama nyokap gue, selama 3-4 tahun ke depan, kita nggak akan masang ornamen-ornamen berwarna merah saat imlek di rumah. Tapi, tradisi lain tetap jalan seperti biasa. Makan bersama, sembahyang, dan tentunya, pemberian angpao.

Imlek tahun ini dimeriahkan oleh hujan yang turun dengan sangat deras. Sederas air mata yang turun karena tau mantan udah punya pacar baru. Pas sembahyang malam, gue pun ditemenin sama hujan. Dingin. Sedingin sikap mantan yang baru putus. Lah, kok jadi bahas ginian.
 
Entah kenapa, dari tahun ke tahun, sodara gue jadi makin banyak. Anak-anak kecilnya juga. Rumah gue jadi rame sama orang-orang yang mukanya terlihat asing. Dan setiap gue ke rumah sodara, kerjaan gue cuma makan dan bilang “kiong hi” biar dapet angpao. Tapi ya gitu, ada yang ngasih, ada juga yang nggak peka. Dasar, semua sodara sama aja. Setiap ketemu sodara, gue pasti dibilang, “Wah, Kevin udah tambah gede ya. Masih kurus aja. Nggak makan ya?” MENURUT SODARA?!

Dari komentar-komentar sodara yang bilang gue udah tambah gede, gue jadi merenung. Gue udah tambah tua sekarang. Tambah dewasa. Tambah bikin sodara merasa nggak perlu lagi ngasih gue angpao. Ya, beberapa yang nggak peka. Bulan depan, tepat tanggal 16, gue udah hidup di dunia ini selama 18 tahun. Bukan angka yang besar bagi mereka yang lahir tahun 1945.

Tapi angka yang besar bagi gue untuk menyadari arti dari Imlek yang sesungguhnya. Arti dari tradisi-tradisi yang gue jalani, berkumpul dengan keluarga, makan bersama dalam satu meja, bertemu dengan sodara, semuanya bahagia, dan bukan sekedar tentang nilai di dalam sebuah angpao yang bisa habis kapan aja. Walaupun itu juga penting, buat nabung beli kamera.

Selamat tahun baru Imlek ke-2566!

Mau dapet email setiap ada postingan baru?


This Post Has 44 Comments

  1. rahadjars

    sama kayak hari raya yang lain, waktu kecil semua om dan tante, pakde dan bude, pasti rajin ngasi thr, makin gede, seakan akan lupa kalo hari raya itu waktunya kasih thr ke keponakan :')

  2. Cornellius Axel

    18 Tahun ? Kapan nikah :v
    Klo dah nikah blg ko
    Ntar sincia wa mampir :3

Leave a Reply