Naskah buku kedua gue udah lumayan banyak perkembangan. Selagi postingan ini gue tulis, tersisa 4 bab lagi yang gue perkirakan (kalo nggak ada halangan), awal bulan Februari akan selesai gue ketik. Karena buku pertama juga udah susah banget dicari di toko buku, nantinya buku pertama gue akan cetak ulang dan terbit bareng buku kedua. Jadi, menabunglah dari sekarang teman-teman.
 
Dan setelah naskah buku kedua kelar, gue akan fokus bikin video lagi di YouTube. Sekarang lagi nabung buat beli kamera. Kasian si Boy, dipaksa bikin video mulu sama bosnya.
 
 
Beberapa hari lalu gue nonton film PK. Film komedi dari India dengan satir agama yang dalem menurut gue. Kalo itu film garapan Indonesia, mungkin bakal didemo di mana-mana karena persoalan yang dibahas agak sensitif. Sebenarnya, yang menjadi masalah utama bukan agama. Tapi tentang manusia yang sering menuhankan manusia atas dasar agama. Di film ini, kita nggak diajak buat menghakimi atau menjelekkan agama tertentu. Kita malah diajak buat menertawakan tingkah laku seorang “alien” yang mencari-cari Tuhan. Pada intinya, film ini mengandung banyak sindiran, terutama dalam hal pola pikir manusia dalam beribadah kepada Tuhannya. Dan mungkin, film ini akan membuat kita merenung sejenak. Gue terdiam saat PK, tokoh utamanya, bilang begini: “Ada dua Tuhan. Pertama, yang menciptakan kita semua. Dan yang kedua, yang diciptakan oleh manusia.”
 
Agama mengajarkan kebaikan, tujuannya sama-sama menuntun manusia ke jalan yang benar. Yang menjadi pertanyaan adalah, jika Tuhan itu satu, kenapa ada banyak agama di dunia ini? Agama-agama tersebut pun mempunyai konsep ketuhanan dan tata cara ibadah yang berbeda-beda. Lalu, Tuhan siapa yang paling benar di antara agama-agama tadi? Pertanyaan-pertanyaan itu terjawab dengan sangat baik lewat film ini. Ceritanya, komedinya, joget-joget India-nya, semua seimbang.
 
PK
 
Gue salut sama sutradara (Rajkumar Hirani) dan tokoh utamanya (Aamir Khan). Sang sutradara berani ngangkat isu yang penting, yang salah sedikit bisa fatal akibatnya, dengan sangat menarik. Aamir Khan yang berperan jadi sang “alien” juga totalitasnya nggak usah diragukan lagi. Gue takjub, sepanjang film, dia melotot terus. Kebayang, itu susah banget. Mata gue bisa perih. :))
 
So far, ini film terbaik sepanjang tahun 2014 menurut gue. Emang nggak sebagus 3 Idiots, karena yang dibahas juga jauh berbeda. Film ini bisa bikin gue mikir, merenung, dan tertawa sekaligus. Sebelum nonton film ini, kita harus open-minded dulu. Beneran.
 
 
Setelah taping dan menyebarkan berita gue akan masuk The Comment, saat-saat yang ditunggu pun akhirnya tiba. 19 Januari 2015, The Comment episode yang ada gue-nya tayang di segmen kedua. Satu episode sama Raditya Dika. Tab mention gue bener-bener rame, bahkan sebelum episode itu tayang. Mungkin udah ratusan orang yang nanya, “Kapan tayang?” ke gue. Ini dia videonya:
  
Yah, memang cuman satu segmen. Tapi gue rasa, yang nonton juga nggak kalah banyak sama segmennya Raditya Dika. Di situ, gue emang keliatan pendiem. Bukannya nggak mau ngomong, tapi emang susah aja konsepnya “belajar bareng” gitu. Beda ceritanya kalo di segmen itu konsepnya kayak talkshow. Jadi ditanya-tanya, dan gue pasti akan lebih banyak ngomong daripada diemnya.
 
Banyak yang kecewa, kenapa cuma satu segmen, kenapa cuma sebentar, kenapa gue di-shoot-nya dikit, kenapa nggak bareng Raditya Dika, dan kenapa-kenapa lainnya. Menurut gue, itu udah bagus. Sangat bagus, mengingat itu pertama kali gue masuk TV. Gue sama sekali nggak grogi, karena udah biasa juga di depan kamera. Mungkin kalo ada kesempatan yang lain, gue bisa lebih baik. Yeah.
 
Selamat malam minggu…. bagi yang merayakan!

Mau dapet email setiap ada postingan baru?


This Post Has 69 Comments

  1. Unknown

    Keren menurut gw dan ga hanya humor tapi sindiran dibalik film ini yang bikin gw melek !! salut

  2. mamad

    wew.. aku ae blm dapat buku kesatu..sekarang udah ada buku kedua..
    semangat trus vin.. 🙂

  3. wakidry

    wew.. salah satu tontonan yang wajib di lihat nih 😀

  4. Shofiifi.Me

    Gw udah pernah nonton yg satu ini vin. Keren gila. Pemerannya udah tua, tapi masih aja bisa akting kayak orang bego :v Salut deh sama film ini…

  5. zahra

    semoga bisa kekejar nih buat nonton film ini , heheh

Leave a Reply to Unknown Cancel reply