Review: Satu Per Tiga – Ryandi Rachman



Selama bertahun-tahun gue sekolah, gue mengenal dan mempunyai banyak teman-teman. Ada yang gue kenal dari pas perkenalan diri di depan kelas, ada yang gue kenal dari keunikannya saat ngupil, ada yang gue kenal dari mukanya yang mirip temen SD gue, ada yang gue kenal karena dikenalin temennya temen gue yang ternyata temen gue sendiri. Macem-macem, deh. 

 
Menurut gue, teman itu ada di saat kita menang doang, tapi saat kita kalah, cuma sahabat yang ada di sebelah kita. Teman dan sahabat itu beda, sob. Pertemanan itu kayak berkendara, harus jaga jarak biar aman. Tapi kalo persahabatan, harus baca buku Satu Per Tiga-nya @kundilisme dulu, deh. 
 

 

Satu Per Tiga ini adalah buku kedua si Kundil. Buku pertamanya berjudul Boys Will be Boys. Sebagai anak gaul, gue udah punya buku keduanya. Buku pertamanya belum. Gue beli buku Satu Per Tiga si Kundil di salah satu Gramedia di Jakarta Barat. Awalnya, gue pengin pre-order bukunya karena diiming-imingi oleh tanda tangan penulis. Tapi nggak jadi, karena satu paket dengan cap bibirnya. Gue takut kalo saat gue tidur, tiba-tiba cap bibir di bukunya hidup, lalu mencium gue. Beneran, gue takut. Makanya, gue beli langsung aja di Gramedia. 

Penulis: Ryandi Rachman
Judul: Satu Per Tiga
Genre: Novel Komedi
Tebal: 258 hal
Penerbit: Bukune
Deskripsi:
 
Satu untuk bertiga dan bertiga untuk satu.
 
Itu slogan persahabatan Sambas, Baim, dan Kundil—tiga bocah yang lebih lengket daripada upil. Bersama, mereka menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dan menceburkan diri ke dalam masalah. Mulai dari nongkrong sambil gitar-gitaran, godain cewek-cewek sekolah, keluar-masuk ruang BP, sampai berurusan dengan polisi lalu lintas karena jail.
 
Setelah tiga tahun masa SMA, persahabatan itu memasuki babak baru. Kini, mereka dituntut untuk mandiri dan bertanggung jawab. Gimana caranya Sambas yang—ngakunya—playboy dan kegantengan, Baim yang bodohnya polosnya keterlaluan, dan Kundil yang selalu mencari perkara ini saling mendukung dalam berbagai kesulitan?
 

 

Yang pasti—dalam suka dan susah yang dihadapi bersama—mereka makin merasakan indahnya persahabatan.
***

 

Satu Per Tiga adalah novel fiksi komedi, yang menceritakan persahabatan antara Kundil, Sambas, dan Baim. Mereka bertiga bersahabat sejak SMA, lalu setelah 3 tahun di SMA, persahabatan mereka pun mulai memasuki babak baru.

 

Diceritakan, Sambas adalah seorang — playboy  yang agak lumayan di antara mereka bertiga. Dan yang paling menjadi ciri khas Sambas adalah: cadel. Kundil, si kribo brekele yang terjebak diantara kebodohan dua orang sahabatnya. Kundil lah yang paling bisa menenangkan Sambas dan Baim saat berselisih paham. Baim, adalah anak yang paling polos di antara mereka bertiga. Saking polosnya, gue dibuat ngakak saat Baim kebingungan saat sedang tarik tiga. Lampu merah belok kiri… Lampu merah belok kiri… Lampu merah belok kiri… Alhasil, mereka bertiga pun ditilang polisi. Tapi, bukan mereka namanya kalo nggak bisa menghadapi ini semua. Harusnya rugi, mereka malah untung. 

 

Ada lagi bab tentang liburan mereka ke Karimunjawa. Adegan badai saat mereka akan menyebrang ke pulau Karimunjawa, sampai adegan Kundil dan Sambas yang menyeburkan Baim ke kolam berisi ikan hiu, semuanya absurd dan kocak.

 

Di dunia ini, tidak ada sepatah kata pun yang mampu melukiskan indahnya alam dan indahnya persahabatan – Life is Wonderful.  

 

Cerita di Satu Per Tiga ditutup oleh Sambas yang meraih medali perak saat mengikuti PON XVIII yang digelar di Pekanbaru, Riau. Hangatnya persahabatan mereka terlihat sangat jelas. Dari buku ini, gue tau bahwa: Teman itu, harus bicara dulu baru lo tau dia mau bicara apa. Kalo sahabat, cukup tatap matanya, lo udah tau dia mau bicara apa. Dan ini adalah quote yang paling gue suka:
Untuk apa kita hidup? Untuk menemukan jawaban dari pertanyaan itu. – Satu Per Tiga.
Indahnya persahabatan mereka ditulis dengan manis di buku Satu Per Tiga ini. Sedih, senang, kecewa, semangat, persahabatan, semuanya ada di buku Satu Per Tiga. Jadi, buku ini sangat gue sarankan bagi kalian yang ingin mengetahui apa makna persahabatan yang sebenarnya. Salam tutuy!

 

Mau dapet email setiap ada postingan baru?


This Post Has 25 Comments

  1. Mamba Hitam

    Saya juga lagi nyelesain buku ini bang, baru sampe liburan dari Karimun Jawa kelar.. Sialnya dia lupa minta nomer Pevi.. Haduhhh nyesel banget bang.. Saya suka sifat mereka 3 sahabat yang polos dan bahasanya kocak..

  2. Dewi andarbeni

    Masih ada nggak buku satu pertiganya
    Di gramedia sekarang. Gue ketinggalan ni soalnya wkwkwk

  3. Dewi andarbeni

    Masih ada nggak buku satu pertiganya
    Di gramedia sekarang. Gue ketinggalan ni soalnya wkwkwk

  4. Unknown

    Apakah novel ini novel mendidik atau novel terjemahan?

Leave a Reply