Interabsurd: Super Stewardess

Selama hampir 17 tahun hidup di dunia, gue udah pernah ngerasain naik pesawat terbang. Dulu, pilot adalah profesi paling keren di mata gue. Pilot bisa menerbangkan pesawat dan memprediksikan lama perjalanan sampai ke tujuan. Bisa naik pesawat dan bertemu pilot adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Kenyataan bahwa mimpi gue ternyata norak banget. Berbeda dengan anak-anak seumuran yang punya mimpi bertemu Santa Claus.
Menurut gue, pilot adalah profesi yang sangat keren. Nggak kayak sopir truk yang bisa berhenti di rest area untuk beristirahat. Pilot nggak bisa, men. Bayangin kalo pilot capek dan harus nyari rest area di udara. Gimana nasib para penumpang?
Di balik tugas pilot yang sangat berat, masih ada profesi dengan tugas yang nggak kalah penting. Yap, pramugari. Tugasnya adalah melayani penumpang sebaik mungkin. Menjaga keselamatan dan keamanan penumpang selama dalam perjalanan. Karena pilot nggak bisa melihat ke dalam area penumpang, makanya mereka bergantung pada pramugari.
Memang, tugas pramugari itu melayani penumpang. Tapi, bukan berarti mereka bisa disuruh-suruh begitu aja. Lagian, belum ada kan penumpang yang berani seenaknya nyuruh pilot berhenti dengan teriak, “Kiri, Bang!”, lalu pintu pesawat dibuka dan dia terjun payung. Sama halnya kayak pramugari. Mereka juga harus dihargai.
Kali ini, gue berkesempatan mewawancarai seorang pramugari yang sangat super. Ya, dia adalah kak Radinna Nandakita (@NandakitaRadin). Kenapa gue bilang sangat super? Karena di tengah jadwal terbangnya yang padat, dia masih sempet nge-blog dengan rutin. Blog yang berisikan tulisan-tulisannya seputar dunia airlines pada waktu itu membuat gue tertarik. Tulisan dari sudut pandang pramugari? Jarang banget gue temui.
Dari blognya, gue jadi tahu, ternyata kerja seorang pramugari itu nggak selalu senyum-senyum doang kayak yang kita lihat di iklan penerbangan. Ada banyak hal-hal baru yang ditemui, berlika-liku, seperti gocekan Cristiano Ronaldo. Pada penasaran kan kerja pramugari itu kayak apa? Enak atau nggak sih jadi pramugari? Yuk, langsung simak obrolan gue di Interabsurd kali ini.
Interabsurd adalah interview absurd yang diadakan sebulan sekali di kevinanggara.com. Interabsurd sudah diedit sesuai dengan kebutuhan. Terima kasih.
Interabsurd
Kak, sekarang lagi sibuk apa, nih?
Sekarang kebetulan lagi gak sibuk syuting ataupun pemotretan, soalnya gak ada yang minat sama gue. Hahaha, seriously, akhir-akhir ini gue sibuk banget geret koper di bandara, siapin pernikahan, nge-blog (wajib ini mah), sama sibuk apa yah? Mm, itu aja sih.
Dulu punya cita-cita jadi pramugari?
Alhamdulillah, engga. Cita-cita gue gak semulia itu. Tapi yah dikasih jalan buat menjalani profesi ini mah, gue selalu bersyukur.
Azek. Btw, kok bisa jadi pramugari, sih? 
It was a long, long story, Son. Kalo diceritain, gue harus siapin stok tissue, karena ceritanya agak pedih gitu. Tapi berhubung sekarang gue lagi gak ngiris bawang, bisa lah cerita tanpa harus nangis-bombay.
*nyimak*
Jadi awalnya gini… Zaman SMA, gue gak punya dana buat kuliah, sementara hasil test PMDK gue semuanya keterima di universitas di luar Bali, di mana pastinya bakal nguras biaya lebih banyak. Tapi melihat kedua kakak gue yang menurut gue gak sukses meskipun sarjana di sebuah universitas favorit pun, gue juga jadi ogah-ogahan buat kuliah. Makanya, waktu dianjurin buat jadi praja IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri), gue nurut aja. Eh, gak taunya IPDN itu keras, mamen. Gak sampai tahap akhir, gue udah nyerah.
Akhirnya, di sini deh gue terdampar jadi pramugari. Berbekal ijazah SMA doang, otak rada miring, muka rada cakep dan Bahasa Inggris rada cas-cis-cus. Alhamdulillah, gue udah bisa membantu keluarga gue di rumah.
Tes jadi pramugari susah nggak sih, Kak? 
Kalo pendapat gue pribadi, tes buat jadi pramugarinya gak sulit. Asal semua syarat udah terpenuhi, gue yakin pasti bisa kok. Yang sulit justru bertahannya. Dunia airlines itu kejam, gasak sana-sini, kehilangan quality time, adu gengsi, sampai pergossipan. Belum lagi aturannya yang ketat. Masalah berat badan lah, jerawat lah, performa kerja lah, kesehatan lah. Ribet!
Pramugari tugasnya ngapain aja, sih?
Tugas utama pramugari: safety. Itulah yang ngebedain kita dengan waitress. Makanya, jadi pramugari harus seleksi ketat, sekolah cukup lama dan sebagainya. Safety di sini maksudnya memastikan keselamatan penumpangnya dalam kondisi normal ataupun abnormal.

Terus?

Tugas keduanya baru deh berkaitan dengan service. Kalau di beberapa airlines full-service seperti Garuda dan Batik, ya kita service makanan saat inflight. Untuk tugas service ini, tugas kami gak jauh beda kok sama waitress di restoran. Mungkin bedanya, kami lebih cakep, dandanan kayak artis, dan lebih beretiket aja kali yah? Anyway, gue pernah nulis postingan di blog loh tentang step by step service business class.

Wah, selain jadi pramugari, ternyata blogger juga, ya! 
Iya nih. Biar rada gaptek dan layout blog gue sederhana banget, tapi itu tetep blog kok.
Mulai nge-blog sejak kapan? 
Gue mulai nge-blog dari Juni 2013. A Blog Of Pramugalau adalah blog pertama gue. Awalnya gue sempat ingin menamai Cablak Pramunista (Catatan Blak-Blakan Pramugari Nista), tapi image pramugalau itu udah melekat di gue sebelum gue punya blog. Setelah dipikir-pikir, galau masih lebih eksklusif daripada nista.
Kenapa suka nge-blog? 


Why stewardess wants to be a blogger? Check this out!

Nama blog “Pramugalau” terinspirasi dari pekerjaan jadi pramugari?
Jadi gini… Gue itu awalnya sangat aktif di facebook dan status BBM. Gue gak punya Path, Instagram bahkan Twitter hingga bulan Juli 2013 lalu. Nah, gue suka banget update status facebook dan BBM dalam jangka waktu yang berdekatan. Macam anak alay gitu lah. Tapi temen-temen malah bilang gue ratu galau, karena demenannya update status. Gak berani ngatain gue alay karena status gue lebih sering bermutu daripada status gak penting.
Kenapa dibilang ratu galau, ya cuman karena gue demen update status doang. Bahkan sampai sekarang gue masih menyangsikan keabsahan predikat ‘galau’ ini. Soalnya, kebanyakan pembaca gue bilang blog gue itu ga cocok dikasih judul A Blog Of Pramugalau. Tapi karena masih belum punya ide lain, jadi sampai detik ini nama blog Pramugalau masih gue pertahankan.
Gimana sih cara ngatur waktu kerja jadi pramugari sekaligus nge-blog? Jadwal terbang kan pasti padat, tapi update postingan blog bisa konsisten gitu. Keren! 
Sebenernya, gue gak pernah matok harus ada sekian postingan dalam satu bulan. Gue gak mau aktivitas nge-blog malah menjadi beban. Misal, udah akhir bulan dan gue belum nulis sama sekali, ya gue biarin aja. Paling gue minta maaf dan kasih tau alasannya, apa kesibukan baru gue sekarang sehingga belum bisa ngeposting dulu. Tapi namanya hobi nulis mah, secapek apapun kalo udah bisa nulis rasanya plong gitu.

Bener, tuh..

Jadi biasanya kalo pulang terbang, gue istirahat dulu. Begitu bangun gue langsung buka catatan gue trus tinggal pilih-pilih deh, mau share pengalaman yang mana. Karena mobilitas bertemu banyak orang baru ini yang bikin gue kaya pengalaman. Mungkin kalo gak jadi pramugari, gue gak bakal seaktif ini kali yahh.
Selama jadi pramugari, pengalaman yang paling nggak bisa dilupain apa?
Sebenernya hampir setiap hari gue punya pengalaman menarik, Vin! Bayangin aja, bertemu ratusan orang berbeda di setiap harinya, pasti ada aja cerita konyol, menyebalkan bahkan mengharukan yang gue alami. Biasanya gue tulis di note, jadi kalau suatu hari punya waktu senggang, gue bisa lanjut membaginya di blog. Tapi kalo elu tanya, yang paling engga bisa gue lupain, mungkin pengalaman gue waktu dikatain ‘babu’ sama penumpang. Gila bener, kalo gak inget waktu itu gue pake seragam, mungkin gue udah gulung lengan baju dan ajak duel di ring tinju deh, itu penumpang!
Sabar, Kak! Dari pengalaman yang ada, jadi pramugari itu enak atau nggak sih? 
Yah, enak ga enak, Vin. Kerja di profesi yang bukan cita-cita elu atau paling tidak, di dunia yang elu suka, pasti berat. Apapun yang gue kerjain, jadi beban. Bersyukur gue masih bisa nulis semua cerita penerbangan gue, sehingga gue gak terlalu stress. Yah, blog buat gue semacam tempat buat curhat, sharing, dan juga menyalurkan hobi menulis gue. Meskipun capek berlandinglanding, rasanya seneng banget kalo udah bisa ngeposting pengalaman terbang gue saat itu.
Selain suka nge-blog, katanya suka teater juga, ya? 
Iya, nge-blog adalah aktivitas baru gue semenjak di Jakarta. Waktu masih muda dulu, gue doyannya main teater. Tapi, gue orangnya maruk. Semua mau di coba. Jadi pemain pernah, jadi sutradara pernah, penata lampu dan artistic pernah, dan yang paling eksis ya nulis naskah teater. Naskah favorit bikinan gue berjudul ‘Dia Ilalang’. Sempet pengen gue pentasin lagi buat reuni, tapi file naskahnya udah hilang ntah kemana dan gue udah kehilangan mood buat nulis cerita yang sama dua kali.
Prestasi apa aja yang udah didapet dari teater? 
Gak banyak sih, karena gue baru aktif main teater dari kelas 2 SMA. Kelas 3 SMA gue udah harus berhenti buat persiapan UAN. Tapi film pendek gue yang berjudul Regenerasi Penari pernah jadi runner-up 1 se-Indonesia di festival film pendek pelajar yang diselenggarakan RRI pusat. Saat itu kebetulan gue merangkap sebagai pemeran utama wanita, director, script writer, sekaligus assistent editor.
Wow!
 
Kemudian ada film pendek lain yang berjudul Kepingan Hidup yang jadi juara 1 di lomba film pendek mahasiswa dan pelajar di Singaraja-Bali. Saat itu gue gak lagi menjadi pemain, gue fokus di belakang layar sebagai kamera-women, director, editor, dan script writer. Untuk teater, gue pernah menjadi pemeran utama wanita terbaik 1 dan pementasan gue yang berjudul Jalan Sempit Untuk Pulang menjadi juara 3 skala Bali dan Nusa Tenggara di lomba ETEC yang diadakan salah satu universitas di Denpasar. Kemudian… bla bla bla… #pegel
Saking banyaknya, ya! Hahaha. Oiya, kabarnya juga sekarang lagi nulis naskah buku? 
Iya nih. Ternyata menulis buku itu perlu perjalanan panjang. Setidaknya dari bulan Agustus kemarin, ketika naskah buku gue mulai dilirik salah satu penerbit, hingga sekarang masih dalam proses penggarapan. Terakhir sih gue baru aja nyetor judul BAB buat buku gue. Sekarang masih harap-harap-cemas nunggu brojolnya buku gue ini. Mohon doanya yah!
 
Pastinya dong. Isi bukunya tentang apa?


Isinya sih semacam diary gitu. Curhatan gue selama jadi pramugari saat ngadepin penumpang, ngadepin crew yang lainnya, dan ada juga kisah percintaan gue dengan Pak Pilot. Hahaha.


Oke, sekarang saatnya berandai-andai dulu. Kalo dikasih kebebasan milih, mau kerja jadi apa? 
BANYAK! Dari kecil gue terbiasa melakukan banyak hal sendiri sekaligus. Mengurus rumah, mengerjakan tugas sekolah, dan lain-lain. Ini salah satu sifat buruk gue di mana gue sulit bekerja sama dan merasa bisa melakukan semua hal sendiri. Tapi seiring bertambahnya usia, gue sudah bisa mengurangi sifat buruk gue yang satu itu. Tapi kalo ditanya urusan pekerjaan, ada begitu banyak profesi yang ingin gue masuki.
Apa aja?
Gue pengen jadi penyiar lagi (gue sempet jadi penyiar kece termuda loh). Gue pengen mendalami film layar lebar, rasanya kalo ngeliat perkembangan film Indonesia yang ababil-genre (antara genre semi-porn, horror, thriller atau comedy gak jelas) gue gemes dan pengen ikut berpartisipasi buat memajukan perfilman Indonesia. Tapi kalo ngeliat film-film Indonesia yang berlevel festival dan layak tonton, gue juga jadi gak sabar pengen ngeliat nama gue ada di deretan crew film tersebut.
Selain itu, gue pengen jadi pembawa berita. Sewaktu siaran dulu, gue paling demen waktu gue harus membawakan berita. Ada pesona tersendiri ketimbang selalu berhaha-hihi jadi penyiar centil. Dan masih banyak lagi profesi yang gue minati, gak bakal bisa milih deh! Tapi pekerjaan apapun yang gue dapat, akan gue syukuri dan berusaha bekerja sebaik mungkin.
Kebetulan lagi diwawancara, ada pesan-pesan untuk penumpang yang mau naik pesawat?
Sebenernya ada banyak banget pesan gue buat para penumpang. Kebanyakan udah gue share secara implicit di blog gue pribadi. Tapi gue gak akan pernah bosen buat berpesan ‘FLY SAFE’ kepada semua penumpang. Slogan itu gak hanya berlaku untuk aircrew loh, tapi juga untuk penumpang. Karena terkadang penumpang itu (ntah sadar ataupun tidak) melakukan hal-hal yang mengancam keselamatannya sendiri dan penumpang lain.
Seperti simpelnya menyalakan handphone, meletakkan bagasi terlalu besar di bawah kursi, atau menyimpan benda cair di headrack yang bisa saja menyebabkan kebocoran dan mengenai langsung PSU (passenger service unit) yang ada di atas kepala penumpang itu sendiri. Pernah ada pengalaman loh, minuman tumpah di headrack karena tidak benar mengemasnya, sehingga banjir dan menyebabkan konsleting pada PSU. So, just FLY SAFE!
Pertanyaan terakhir, ya. Arti pramugari di mata kak Dinna?
Pramugari itu menurut gue profesi yang mulia dan istimewa sekali. Seorang pramugari sejati tidak hanya melayani dengan hati, tapi juga bertanggung jawab akan nyawa setiap penumpang. Ada cerita seorang FA di maskapai baru gue yang tidak bisa menyelamatkan nyawa seorang penumpang yang terkena serangan jantung. Hingga kini ia dirundung trauma dan akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri karena merasa bersalah.
Padahal, secara procedural itu adalah di luar tanggung jawab kami. Tapi secara moral ia merasa telah gagal mengemban tugas sebagai seorang pramugari. Menjadi seorang pramugari yang sesungguhnya itu sulit. Ia harus selalu terlihat sempurna, cantik, anggun dan ramah saat berseragam maupun tidak. Gue, jujur aja, belum bisa seperti itu. Gue masih jauh dari kata seorang pramugari sejati. Begitu gue lepas seragam, gue ngerasa gue tetaplah seorang Radinna yang tengil, asal-bunyi, kadang tomboy, dan cerewet.
Gue memandang pramugari hanya sebagai profesi. Tapi bagi seorang pramugari sesungguhnya, profesi ini adalah sebuah jati diri.

Mau dapet email setiap ada postingan baru?


This Post Has 56 Comments

  1. Unknown

    Kerja bukan pada passionnya, kak Dinna ini orang yang hebat pastinya. Mau mengesampingkan passion demi keluarga dan pencapaian lain dala hidupnya. Narasumber keren, Vin! :))

    1. Kevin Anggara

      Udah gitu, masih bisa konsisten nge-blog dan prestasi di teaternya banyak. Salut sama kak Dinna karena ini. Makanya gue jadiin narasumber 😀

  2. Arif Abdurahman

    Pernah baca juga katanya dengan ngeblog emang kita bakal lebih cinta dan ahli sama profesi yg kita geluti. Apalagi ini dikasih kesempatan nyusun buku.
    Wah pernah di IPDN. Emang pramugari ini pelarian profesi paling instan buat cewek yg dianugerahi paras cantik.

    1. Kevin Anggara

      Wah, berarti dengan nge-blog, gue bakal ahli dong dalam profesi yang sekarang sebagai pelajar. o/

  3. Aul

    Keren , dari smp sampe sekarang ngeblog
    baru pertama kali gue ngeliat pramugari ngeblog ..
    dan kalo udah denger kata pramugari , tiba2 gue "you know lah what i mean" hahaa..

  4. Unknown

    wow.. #speechless
    keren banget ya kak dinna

  5. Unknown

    eh Vin, sorry nih, mau info aja, mungkin lu juga udah tau kali.. barusan gue buka blog nya kak Dina, dia nulis di post terakhirnya, kalo itu blog ditutup 🙁

  6. nur aini

    Ga pernah bosen deh baca blog kalu bahas tentang mba dina…. enak ya udah pernah ngbrol sama mba dina sendiri… pengen rasanya bisa ngbrol juga ama mba dina…..

Leave a Reply