#TeknologiHijau ala Daihatsu Indonesia!

 
Seperti diketahui aja nih, bumi kita sekarang memasuki era pemanasan global, atau bahasa kerennya global warming. Global warming ini bukan sejenis penyakit global yang menyerang hati para jomblo yang teringat akan mantannya. Bukan juga sejenis penyakit global yang menyerang para korban PHP (Pemberi Harapan PHP). Nah terus apa dong? 
 
Apa sih global warming itu, vin? 
 
Merk smartphone ya? Bukan. Setelah melalui pertapaan 3 hari 2 malam di Gunung Tangkuban Perahu sambil nungging, akhirnya gue ketahui bahwa global warming itu adalah proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfir, laut, dan daratan secara bersamaan. 

Beberapa penyebab global warming ini, nggak lain dan nggak bukan adalah karena: Efek rumah kaca (bukan yang nama band!), polusi dari pembakaran listrik, aktivitas penebangan pohon, dan masih banyak lagi, sob.

Bukan ini Efek rumah kaca yang gue maksud!
 
Tapi kurang lebih yang kayak gini.


Ketergantungan kita yang makin meningkat kepada listrik dari pembangkit listrik inilah yang membuat semakin meningkatnya pelepasan gas karbondioksida sisa pembakaran ke atmosfer bumi. Yap, dan FYI aja nih, sekitar 40% polusi karbondioksida di dunia ini berasal dari produksi listrik di…. bukan Indonesia, iya bener banget, Amerika Serikat. Kebutuhan listrik di Amerika Serikat ini bahkan meningkat setiap harinya. Oke, cukup bahas Amerika-nya. 

 
Apa aja sih dampak global warming, vin?
 
Sengaja gue bold, biar gampang dibaca. Iya, dampaknya banyak bener, sebanyak paket soal UN di 2013 ini. Dari iklim yang mulai nggak stabil kayak dulu, peningkatan permukaan laut yang bisa bikin kita tenggelam di kemudian hari, suhu yang terus meningkat dan… masih banyak lagi. Bilang aja males ngetik. 


Sebenernya ada berbagai cara untuk memperlambat dampak global warming ini. Cara-cara yang bakal gue bagiin ini cukup simple dan sederhana. 


Gimana tuh caranya, vin?


Di Rumah



1. Turunkan suhu AC. Hindari penggunaan suhu maksimal. Gunakan AC pada tingkatan sampai kita ngerasa nyaman aja. Dan cegah kebocoran dari ruangan ber-AC itu. 


2. Gunakan lampu hemat energi. Iya, walaupun lebih mahal, rata-rata lampu hemat energi 8 kali lebih kuat dan 80% lebih hemat dari lampu biasa.


3. Matikan lampu yang nggak terpakai dan jangan tinggalkan air menetes. Selain menghemat energi dan air bersih, cara ini juga akan menghemat banyak tagihan listrik kalian :p


Di Perjalanan 


1. Ganti bahan bakar kalian. Pake bahan bakar yang alami atau bisa diperbaharui gitu. (bio-solar atau bio-pertamax)


2. Cek tekanan angin ban. Dari beberapa survei yang gue lakukan, hal ini dipercaya dapat menjaga kondisi mobil kita lebih optimal dan menghemat 5% penggunaan bahan bakar.


3. Belajar cara mengemudi yang baik. Ganti perseneling lebih awal bisa mengurangi konsumsi bahan bakar sampe 15% loh. Dan jika kita mendekati kemacetan atau lampu lalu lintas, berhenti perlahan! Jangan dengan rem mendadak. Pindahkan gigi saat mencapai 2500-3000rpm, dan mengemudilah dibatasan 1500-3000 rpm. Beberapa survei juga mendapatkan hasil yang memuaskan dalam kehematan bahan bakar dalam range tersebut.


Dan… masih banyak banget cara-cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestarian bumi dan mengurangi global warming :))
Kondisi lingkungan yang makin memprihatinkan kayak gini nih yang langsung disikapi dengan cepat oleh para produsen mobil dengan mengeluarkan produk yang makin ramah lingkungan. Nggak terkecuali Daihatsu. Dan dalam mengembangkan teknologi masa depan, Daihatsu punya tiga tahap pada teknologi hijaunya.

Tiga tahap, sob.
 
Oh iya, mungkin diantara kalian ada yang belum tau apa itu Daihatsu. Bukan smartphone yang pasti. Daihatsu adalah perusahaan mobil tertua di Jepang. Yang dikenal dengan produk mobilmobilnya yang berukuran kecil/kompak. Daihatsu berkantor pusat di Ikeda, Prefektur Osaka. Dengan slogan barunya “We Do Compact”. Iya… kalian bener, penjelasan ini gue ambil dari wikipedia, jadi buat yang mau tau lebih lengkap, bisa ke sini.
Mari kita lanjut lagi. Sebelumnya kalian juga pasti bertanya-tanya, teknologi hijau itu apaan sih? Oke, sekarang semuanya duduk yang rapi dan siapkan alat tulis. Gue akan mulai menjelaskan tentang apa itu teknologi hijau
 
Teknologi hijau itu merujuk sama pembangunan dan aplikasi produk, peralatan, atau sistem untuk memelihara alam sekitar kita dan meminimumkan kesan negatif daripada aktivitas kita, manusia. Simpelnya sih, teknologi hijau itu merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian bumi tercinta kita, sob. Siapa yang akan melakukan? Jelas kita dong, manusia. Kalo bukan kita siapa lagi?
Oke, seperti gue bilang tadi diatas, Daihatsu punya tiga tahap pada teknologi hijau-nya ini.
 

Apa aja, vin?


Santai santai…. tahap yang paling pertama dalam teknologi hijau Daihatsu ini adalah teknologi: Eco-Idle.

 

 
Sistem teknologi Eco-Idle ini mampu mengatur hidup dan mati para jomblo, eh…. mesin maksudnya, secara otomatis dalam keadaan macet untuk mencapai efisiensi konsumsi bahan bakar. Iya, pada tahap ini, dengan sistem kerennya yang bernama i-EGR, Eco-Idle juga mampu menghasilkan pembakaran sempurna dan meminimumkan pengeluaran gas CO2. Nah, ramah lingkungan banget kan?
 

Efisiensi bahan bakar di stage 1:

 
Oke, lanjut aja ke tahap kedua. Setelah tahap pertama, Daihatsu melanjutkan pengembangan teknologi ke tahap kedua dengan menggunakan mesin 2 silinder turbochanged. Pada tahap kedua ini, mesin memiliki komponen yang lebih sedikit. Jadi mesin nya lebih ringan dan menggunakan sumber daya alam yang lebih sedikit juga. 
 
Tuh, komponennya lebih ringan, kan?
 
Dengan “active ignition system” dan berbagai improvement lainnya, efisiensi penggunaan bahan bakar bisa mencapai 30%! Wow! Daihatsu ingin menghadirkan kenyamanan dalam berkendara dan efisiensi bahan bakar yang ramah lingkungan meskipun dengan mesin cc rendah melalui sistem turbo yang ada pada tahap ini.


Efisiensi bahan bakar di stage 2: 


Lanjut lagi, sekarang kita ke tahap terakhir. Tahap terakhir ini adalah: Precious Metal Free Liquid Feed Fuel Cell atau disingkat PMFLFFC. Pada tahap ini, emisi gas buang CO2 adalah nol. Ini merupakan wujud kendaraan yang ramah lingkungan banget!
 
Bahan pembuatan kendaraan ini menggunakan sumber daya alam yang lebih sedikit lagi. Nggak mengandung logam mulia, jadi biaya yang dikeluarkan lebih rendah. Mantap kan? Ramah lingkungan, ramah harga juga.
 
Proses ketiga ini berfokus pada penggunaan bahan bakar cair baru, yaitu Hidrazin Hidrat. Zat yang satu ini memiliki kepadatan energi yang tinggi dan nggak menhasilkan CO2. Zat ini adalah bahan bakar cair yang tepat untuk mobil ramah lingkungan generasi baru!


Efisiensi stage ketiga ini mencapai nol emisi!


 

Nah jadi dengan tiga tahapan teknologi ini, Daihatsu juga ikut berupaya dalam menjaga kelestarian lingkungan di bumi. Daihatsu menciptakan kendaraan yang nyaman bagi konsumen dan juga bagi lingkungan. 
 
Semua tahapan atau langkah ini merupakan wujud komitmen Daihatsu untuk menghadirkan kendaraan yang kompak, ramah lingkungan, dan dengan harga yang terjangkau.” – kata Bapak. Satriyo Budiutomo, Executive Coordinator Development Project Team Research & Development Division. (mobil.otomotifnet.com)
Nah, sekarang kan pada penasaran dong sama buktinya? Oke, kalian semua tau nggak kalo Daihatsu Sirion, jadi mobilTerhijau‘ versi Pemerintah? 


Kok bisa, vin?


Jadi gini nih, Daihatsu Sirion ini dianggap memiliki emisi gas buang terbaik di Indonesia! Oleh karena itu, Daihatsu Sirion diberi penghargaan oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Dan tentu aja, langsung diberikan oleh Bapak. Balthasar Kambuaya (Menteri LHRI) kepada Bapak Pongky Prabowo, selaku Direktur Manufakturing PT Astra Daihatsu Motor, Senin (17-12-2012) tahun lalu, di Hotel Borobudur Jakarta.


Dalam pengujian yang dilakukan, Daihatsu Sirion telah berhasil mengalahkan kendaraan tipe baru lainnya dengan nilai mandatori tertinggi di tahun 2012 sebesar 94,591. Dalam pengujian yang satu ini, Daihatsu Sirion juga tercatat sebagai mobil dengan konsumsi bahan bakar ter-irit! Sebesar 14,54km/liter. Nah loh irit banget kan.


Evaluasi ini dilakukan dengan menguji 23 unit mobil berbahan bakar bensin yang telah melakukan uji tipe pada tahun 2011 atau tahun sebelumnya dan mobil yang masih dipasarkan hingga saat ini, sob.

Daihatsu Sirion merah!



Jadi, semoga suatu saat nanti gue bisa beli mobil buatan Daihatsu ini, doain aja ya. Amin. #TeknologiHijau 

Xenia Attivo, semoga bisa gue beli ini juga muahahaha.



Jangan lupa, kunjungi website Daihatsu di sini, like fanpage facebooknya (Indonesia) di sini, dan yang terakhir, jangan lupa follow akun twitternya @DaihatsuInd! Follow gue juga boleh kok, eh…..

Artikel ini gue buat dalam rangka lomba blog dari Daihatsu dan Blogdetik. Mau ikutan? Klik banner dibawah ini aja, sob! Oh iya, sebelum posting artikel, ada baiknya biasain baca Rules-nya dulu ya :)) Sekian, dan sampai jumpa~

 

Mau dapet email setiap ada postingan baru?


This Post Has 124 Comments

Leave a Reply