Write about your childhood ambition

Sewaktu kecil, gue punya keinginan untuk menjadi pilot karena itu ada di daftar cita-cita kebanyakan anak SD. Semacam katalog model rambut di salon, tapi isinya profesi. Mulai dari dokter, pemadam kebakaran, polisi, astronot, sampe presiden. Pilot adalah profesi yang gue pilih karena dulu mikirnya simpel, gue pengin bisa jalan-jalan ke mana aja. Kalo gue bisa jadi pilot, tujuan itu akan tercapai.


Mulai deh gue ganti keinginan untuk menjadi atlet (futsal), tapi karena dulu minus mata gue cukup tinggi, niat itu gue urungkan. Langsung ganti keinginan lagi untuk menjadi apa aja deh bebas, selama bisa punya waktu untuk diri sendiri dan nggak kerja kantoran. Apa yang gue tau dari kerja kantoran adalah bangun pagi setiap hari, berangkat ke kantor, meja penuh dengan dokumen, lembur, baru pulang di malam hari.


Pas kelas 5 SD, gue sempat meminta untuk berhenti sekolah karena nggak mau bangun pagi setiap hari dan pake seragam (kemeja). Dua hal yang malas untuk gue lakukan kalo bukan karena kewajiban. Gue menganggap kalo nanti kerja kantoran, gue juga harus bangun pagi dan pake kemeja. Gue merasa kerja itu nggak harus selalu mulai saat pagi hari dan nggak dipengaruhi oleh pakaian yang gue kenakan.


Keinginan itu ternyata bisa terpenuhi seiring gue mengasah kemampuan gue menulis, yang awalnya dari blog, kemudian ke buku, sampe melebar ke media selain tulisan: video. Hal yang awalnya iseng gue lakukan, sekarang bisa membuat keinginan gue pas kecil terpenuhi. Setidaknya sampe post ini gue tulis, terakhir kali gue bangun pagi dan memakai kemeja itu adalah saat wisuda dua tahun lalu.


Begitu bertambah tua, gue semakin menyadari kalo apa yang gue inginkan saat kecil itu nggak realistis untuk dicapai saat itu. Memang keren punya cita-cita setinggi langit, walaupun katanya kalo jatuh masih jatuh di antara bintang-bintang, tapi… tetap aja itu ketinggian.


Saat kecil dulu ya pastinya gue belum kepikiran sampe sini.


Indah ya masa-masa kecil dulu, masih bisa bermimpi setinggi langit, bermain tanpa kenal waktu, nggak usah pusing mikirin tagihan, apa lagi cara lapor SPT tahunan.


Semoga jalan yang gue pilih ini bisa membuat gue punya cukup waktu di masa depan. Waktu yang memang diinginkan oleh diri gue saat kecil, waktu untuk bermain tanpa beban, waktu untuk tidur siang sepuasnya, dan waktu untuk membuat gue merasa cukup.


Lewat post ini, #30DayWritingChallenge juga udah cukup dan terima kasih untuk kalian yang udah meluangkan waktu membaca tulisan gue dari Day 1 – Day 30. Terima kasih dan sampe bertemu di post lain di masa depan. Saya Kevin, majikan Salmon, pamit istirahat. #30DayWritingChallenge, it’s a WRAP!

Tulisan ini adalah bagian dari 30 Day Writing Challenge, di mana gue akan menantang diri sendiri untuk menulis dari topik-topik yang sudah disiapkan selama 30 hari penuh.

Mau dapet email setiap ada postingan baru?


This Post Has 39 Comments

  1. dulu waktu masih kecil cita-citanya ketinggian, pas udah dewasa dapat kerjaan apa aja trobos ajalah

  2. Rendi

    aku kesini karena suka sama tulisan-tulisannya

Leave a Reply