Orang tua adalah sosok yang berpengaruh dalam kehidupan gue dari dulu sampai sekarang. Mereka adalah penjaga terbaik yang diberikan Tuhan kepada gue. Tanpa mereka, gue nggak bakalan ada. Tanpa mereka, gue nggak bakal bisa kayak sekarang ini. Dan salah satu cita-cita gue yaitu: membanggakan sekaligus membahagiakan orang tua gue. Setiap orang pasti punya cita-cita yang sama dengan gue, kan?
Udah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk mencintai dan menyayangi orang tua kita sendiri. Coba deh flashback dikit saat kita masih kecil dulu. Orang tua merawat dan membesarkan kita. Mereka selalu sabar, nggak pernah ngeluh. Tapi apa yang kita lakukan sekarang? Sedikit-sedikit ngeluh. Mungkin sekarang saatnya kita berkorban untuk orang tua. Iya, kalian pernah bayangin berapa banyak dan besarnya pengorbanan orang tua untuk kita?
Gue terinspirasi dari salah satu THREAD di Kaskus. Tentang hal yang masih bisa kita lakukan selagi orang tua kita masih ada. Tentang keinginan setiap anak untuk membuat orang tua-nya bahagia. Apa aja tuh?
1. Orang tua jelas ingin melihat anaknya lulus. Mereka membiayai kita untuk mendapatkan pendidikan, dan semuanya pasti terbayar tuntas jika mereka melihat kita lulus, bukan?
2. Memberikan gaji pertama. Iya, gue dapet gaji pertama dan memberikan semuanya ke orang tua saat buku gue terbit. Memang, nggak seberapa. Memang, ujung-ujungnya mereka nolak. Tapi dengan ini, se-nggaknya gue bisa sedikit membahagiakan dan membuat mereka bangga.
3. Membelikan alat penopang kehidupan. Seiring berjalannya waktu, orang tua kita pasti akan semakin tua. Ada yang perlu alat bantu pendengaran, ada yang perlu alat bantu penglihatan, dan ada juga yang perlu tongkat atau kursi roda untuk membantu mereka menjalankan aktivitasnya.
4. Memberangkatkan ibadah haji, bagi umat muslim. Setiap umat muslim pasti punya keinginan untuk memberangkatkan orang tua mereka ibadah haji. Jelas, perasaan bahagianya nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
5. Memberikan hadiah di hari kelahirannya. Walaupun hanya bermodalkan lilin dan kue ulang tahun yang sederhana, orang tua pasti sangat bahagia jika kita memberikan sesuatu di hari kelahirannya. Setiap tahun, gue selalu menyempatkan diri untuk memberikan hadiah, yah walaupun nggak seberapa, yang penting ada niat yang tulus untuk membahagiakan mereka.
6. Membangun rumah untuk mereka. Orang tua perlu tempat yang tenang dan damai untuk menghabiskan sisa hidupnya di dunia dengan penuh ketenangan. Membangun rumah yang jauh dari polusi kota pasti membuat mereka bahagia.
7. Memberikan mereka cucu. Yoi. Mereka pasti bahagia melihat anaknya tumbuh dewasa dan menikah. Melihat mereka menggendong anak kita. Dulu, kita juga diperlakukan dengan penuh kasih sayang seperti itu.
8. Menemani ketika maut menjemput mereka. Akan tiba saatnya ketika kita berada di sampingnya, sambil berdoa. Tegar melihat jasad orang yang paling dicintai dan mencintai kita lebih dari siapapun terbujur kaku. Are you ready?
9. Mendoakan dan melanjutkan cita-cita mereka. Nantinya, walaupun mereka udah nggak ada, kita harus selalu mendoakan mereka. Kita harus melanjutkan cita-cita mereka. Semuanya memang tinggal kenangan, tapi kenangan mereka di hati kita, selalu ada.
Mana yang udah kita lakukan? Mari, kita hormati dan doakan orang tua kita. Baik yang masih ada, ataupun telah tiada. Jika gunung tertinggi di dunia itu kau jadikan emas dan kau berikan seluruh emas itu pada orang tuamu, itu tidak akan cukup untuk membalas semua jasa yang beliau berikan padamu.
Sedikit renungan dari gue untuk kita semua:
Ketika kita masih kecil, orang tua selalu memaklumi kesalahan kita. Sedangkan ketika kita besar, kita membalasnya dengan makian jika orang tua melakukan kesalahan? Ketika kita masih kecil, kita sering rewel dan menangis karena belum bisa berbicara. Sedangkan ketika kita besar, orang tua hanya minta kita untuk menjaganya, tapi kita selalu menolaknya? Ketika kita masih kecil, orang tua selalu menunjukkan kepada dunia dengan berkata “Ini anakku!” Sedangkan ketika kita besar, kita malah malu dan malas membanggakan orang tua kita yang dulu selalu membanggakan kita?
Ketika kita masih kecil, dimanapun, orang tua selalu memikirkan kita. Sedangkan ketika kita besar, kita bahkan nggak ingat untuk memikirkan orang tua kita? Ketika kita masih kecil, orang tua selalu mencium kita setiap pagi. Sedangkan ketika kita besar, kita bahkan nggak pernah mencium orang tua kita setiap pagi? Ketika kita masih kecil, orang tua selalu mendoakan yang terbaik untuk kita. Sedangkan ketika kita besar, kita bahkan nggak pernah mendoakan orang tua kita?
Sudahkah kita menghormati orang tua kita? Sudahkan kita mematuhi setiap perkataan orang tua kita? Sudahkah kita bilang “Aku sayang kalian” setiap harinya? Sudahkah kita mencium orang tua kita setiap harinya? Sudahkah kita berdoa untuk orang tua kita setiap harinya? Sudahkah kita meluangkan sedikit waktu kita untuk memikirkan kedua orang tua kita? Menghabiskan waktu, bercanda, bermain, dan ngobrol dengan mereka?
Sudahkah kita membahagiakan orang tua kita? Sudahkah kita memperlakukan mereka seperti mereka memperlakukan kita dari dulu sampai sekarang? Sudahkah kita berterimakasih atas semua kebaikan dan jasa-jasa mereka? Sudahkah?
Pernahkah kita membentak dan melawan orang tua kita? Pernahkah kita memilih kepentingan pribadi kita sendiri daripada kepentingan kedua orang tua kita? Pernahkah kita membuat mereka marah? Pernahkah kita membuat mereka menangis? Pernahkah kita menganggap mereka jahat karena nggak bisa memenuhi kebutuhan kita? Pernahkah kita menyesal memiliki orang tua seperti mereka? Pernahkah?
Minta maaflah, selagi orang tua kita masih ada.
***
Jujur, gue sendiri masih sering melupakan kedua orang tua gue. Kadang kalo pergi, nggak pamitan dulu. Gue masih sering membentak dan melawan mereka. Gue juga masih jarang punya waktu dengan mereka. Ke depannya, gue pengin membahagiakan mereka. Sesederhana keinginan orang tua itu hanyalah melihat anaknya bahagia. Gue sadar, jasa-jasa dan kebaikan mereka nggak mungkin bisa gue balas, untuk itu gue selalu berusaha sebaik mungkin untuk membuat mereka bahagia.
Segera berterimakasihlah kepada orang tua untuk semua yang telah mereka berikan. Segera meminta maaf-lah kepada orang tua jika kita pernah berbuat kesalahan. In the end of the post, mohon maaf kalo ada kata-kata yang kurang berkenan. Gue nggak bermaksud sok bijak, gue cuman mau kita semua mikir, merenung, dan bersyukur karena masih punya orang tua yang menyayangi kita. Yuk, buat mereka bangga dan bahagia.


This Post Has 65 Comments
Gue selalu nangis lho setiap bahas tentang apa yg telah ortu kita berikan :') dan gue sekarang selalu berusaha gimana caranya dan walaupun sekecil apapun hal itu gue mencoba membahagiakan mereka selagi mereka masih ada di dekat kita :)) thanks Kevin!! 😀
Yoi, selagi mereka masih ada. 😀
Iyak, vin. Gue juga masih sering ngebentak dan ngelawan orang tua, tapi, setelah baca postingan ini, rasa sadar mulai ada di diri gue. Thankyou 🙂
Nah, gitu dong :))
Satu hal yg kadang sulit di berikan ke orang tua: ngungkapin perasaan dan bilang sayang ke ortu.
Padahal sederhana, tapi kadang kaum2 remaja seperti kita lupa ngungkapinnya. Dan justru malah sibuk nungguin kapan bisa ngungkapin perasaan ke (calon) gebetannya.
Btw, di point yg nomor 2, salut deh sama Lo. Kita seumuran, tapi Lo udah bisa ngasih gaji lo ke ortu :)) inspiring nih 🙂
Memang sulit banget, tapi lebih sulit kalo mereka nanti udah nggak ada. Makanya, selagi mereka ada, nggak usah malu-malu. Yoi, semoga bermanfaat hehe.
Aku gemetar waktu baca point "8. Menemani ketika maut menjemput mereka."
2 tahun yang lalu, mamaku 'dipanggil' dan menghembuskan napas terakhir di pangkuan aku dan bapak. Mau tahu rasanya, Vin? Lebih gemetar daripada pas baca point nomor 8 ini.
Ah, sorry to hear that, do. Yang sabar dan kuat, ya. Buat bapak bahagia dan bangga. Yeah!
Hmm. Makanya bermanjalah dengan orangtuamu selagi masih bisa.
Gue udah kebayang aja yang nomer dua itu. Gimana reaksi mereka padahal belum ada uang yang dikasih. Gue harus ngasih!
Mari sama-sama berjuang. Membuat mereka bahagia dan bangga! 😀
Masih ngebentak ortu dan kalo liat semua fasilitas yg udh diberikan kpd ortu ke kita, jadi serasa ga adil kalo "masih jadi anak" aja masih ngebentak ortu😭😭😭 thanks buat bahan renungannya! Keep shining, Kevin👍
Yeah, pengorbanan mereka nggak terhitung besarnya. Kita harusnya menghormati mereka. Hehe.
Hmm.. Yak, selagi masih bisa, buat kedua orangtua kita bangga dengan prestasi ataupun hal lainnya. Jangan membuat masalah yg malah akan membuat orangtua kita kecewa. Selagi masih bisa bikin bangga dan bahagia, kenapa harus membuat mereka kecewa? :))
Bener. :))
Ngena bangey yang bagian orang tua kalo dulu itu suka bilang, "Ini anakku.." malah pas anaknya besar nggak pernah tuh pamer ke temen-temen, "Ini mamaku.."
Harusnya kita bangga :))
Aku jadi ingat suka nyalahin ortu. Trus minta maafnya nunggu idul fitri soalnya kalo ga gitu malu, dan sebelum cium tangan dan belum sempet berkata apa-apa pasti udah nangis dulu, ujung-ujungnya ga bisa ngomong apa-apa.
Nggak harus nunggu tiap idul fitri buat minta maaf kok. Minta maaflah setiap kita berbuat kesalahan, membuat mereka marah, membuat mereka menangis dan poin2 yg gue sebut di atas. Nanti kalo mereka (amit2) udah nggak ada, rasa malu yang dulu muncul tiap mau minta maaf berubah jadi menyesal. Hehe.
postingan yang ini lebih ngena vin! sukses bikin nangis dan buat gue makin nyadar, kalo segala kehidupan kita selain tergantung sama Sang Pencipta kita, tentunya Orang Tua kita juga turut ambil peran besar di dalamnya. :'D
Yoi, karena orang tua adalah penjaga terbaik yang diberikan Tuhan kepada kita. Tanpa mereka, kita bukan apa-apa. :')
setuju !!
iya juga ya..makasih banget udah ngingetin, 🙂
Jangankan untuk balas budi kepada orang lain, kepada orang tua sendiri saja di antara kita masih ada yang mikir-mikir dulu. Bahkan, ada yang nggak kepikiran dan punya niat sama sekali. Padahal jasa mereka (orang tua) besarnya nggak kira-kira. Perlu kita renungkan, introspeksi diri, dan lakukan perubahan. Just remember: without our parents, we're nothing.
Postingan ini patut diacungi jempol. Semoga banyak yang sadar dan berubah menjadi lebih baik setelah membaca postingan ini. Kembangkan, Vin!
Bener, bro. Harusnya sih kita bersyukur masih punya orang tua yang sayang sama kita. Hehe. Thank you 😀
kadang suka gak pede kalau ngajak mama jalan-jalan. malu gitu.
postingan lo mencerahkan vin. keren
Lah, gue malah suka ngajak nyokap jalan-jalan. :)) Kita harusnya bangga dan menunjukkan ke dunia, kalo perlu teriak "Ini nyokap gue, wanita tercantik dalam hidup gue!!" 😀
keren :)) ayo buat mereka bangga…
Makasih, yam. Hehe, yuk!
Ini salah satu tulisan lo yang normal, vin. Cool! ;)))
Yoi, lagi bener nih gue 😀
Gue juga nggak ngerti sama orang yang kadang nggak ngakuin/malu sama orangtua nya sendiri. Kadang gue juga prihatin sama orang yang begitu. :')
Prihatin banget malah. Orang tua yang membesarkan mereka dari kecil dan merawatnya sampe besar masa nggak diakuin.
Nah! (y)
Gue pernah kasih hadiah kecil-kecilan lah buat mereka dari hasil kerja dan juga gaji pertama. Ada rasa bangga tersendiri :'D
Nah, good! Buat mereka bangga juga bahagia. Hehe 😀
Comments are closed.